Tampilkan postingan dengan label partai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label partai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Oktober 2014

Muktamar PPP Resmi Dibuka Romi

PPP kubu Romahurmuziy---MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Muktamar Partai Persatuan Pembangunan resmi dibuka oleh Seretaris Jenderal Romahurmuziy, di Empire Place, Surabaya, Jawa Timur, siang ini.

Pembukaan muktamar diikuti oleh 1.135 kader dan pengurus dari 26 Dewan Pimpinan Wilayah PPP, serta 400 pengurus Dewan Pengurus Cabang. Muktamirin mengikuti agenda muktamar dengan tertib dan hikmat.

Muktamar dibuka Sekjend PPP akrab disapa Romi itu dan disusul dengan sambutan Wakil Ketua Umum PPP Emron Pangkapi. Pembukaan muktamar dilakukan dengan pemukulan perkusi.

Turut hadir dalam muktamar tersebut, Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin dan Suharo Monoarfa. Meski tidak dihadiri Ketua Umum Suryadharma Ali, namun Romi dan para elite PPP masih mengharapkan kehadiran ketua umum akrab disapa SDA itu. (Metro Tv) 
LAL

Selasa, 14 Januari 2014

Marzuki Alie: SBY Sayang Anas Urbaningrum

Senin, 13 Januari 2014 | 15:38 WIB


Jakarta , KOMPAS.com - Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie mengaku bingung dengan tindakan dan pernyataan yang disampaikan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, yang kerap menyinggung nama Susilo Bambang Yudhoyono. Anas kini ditahan di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. 

Marzuki mengungkapkan, SBY sudah menyiapkan masa depan untuk mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) itu.

"Kami semua sebenarnya sayang sama Anas. Pak SBY, Pak Hadi Utomo, dan saya sayang dengan Anas. Tapi, kami enggak tahu cara berpikir dia sampai akhirnya seperti ini," ujar Marzuki di Kompleks Parlemen, Senin (13/1/2014). 

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESKetua DPR RI Marzuki Alie saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Senin (6/1/2014).
Marzuki mengisahkan, saat Anas menyelesaikan tugasnya sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum, diatidak mempunyai pekerjaan. Akhirnya, lanjut Marzuki, Ketua Umum DPP Partai Demokrat saat itu, Hadi Utomo, meminta Anas diberikan kendaraan pribadi dan uang bulanan. 

"Dulu, saya ini Sekjen,tapi tidak terima uang saku atau dikasih kendaraan. Apa kurang baiknya Demokrat sama Anas," ujar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu. 

Marzuki menambahkan,  setiap kali ada acara Demokrat, Anas juga selalu ditonjolkan. SBY, sebut Marzuki, juga sudah menyiapkan masa depan dan posisi bagi Anas. 

"Jadi Anas itu ditampilkan dan dibesarkan betul Partai Demokrat. Itu fakta sejarah. Saya enggak tahu dia kenapa bisa berubah seperti sekarang, saya tidak paham," katanya.

Saat ditanya soal kemungkinan Anas kembali menyeret nama SBY dalam perkara Hambalang, Marzuki mengaku tak terlalu yakin. "Kalau dia nyanyikan berarti dia pemain juga. Saya yakin dia bukan pemain, hanya kalau terseret saya yakin, iya," ujar Marzuki.

Anas ditahan

Anas ditahan KPK pada Jumat (10/1/2014) lalu, dalam perkara kasus korupsi proyek Hambalang dan proyek lain. Ia ditahan setelah diperiksa selama 4 jam oleh penyidik KPK. Usai diperiksa, Anas langsung ditahan. Saat keluar dari gedung KPK dengan menggunakan rompi tahanan, Anas sempat mengucapkan terima kasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

"Terima kasih kepada Pak SBY. Mudah-mudahan peristiwa ini mempunyai arti dan makna, dan menjadi hadiah tahun baru 2014," kata Anas di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/1/2014). 

Anas juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua KPK Abraham Samad yang menandatangani surat penahanannya serta penyidik KPK, Endang Tarsa dan Bambang Sukoco, yang memeriksanya. 

Terkait proyek Hambalang, KPK tak hanya menetapkan Anas sebagai tersangka. KPK juga menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka, tetapi dengan sangkaan berbeda, yakni melakukan penyalahgunaan kewenangan terkait proyek Hambalang. Keempat orang itu adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar, Direktur PT Dutasari Citralaras Mahfud Suroso, dan mantan petinggi PT Adhi Karya Teuku Bagus Muhammad Noor.

Kamis, 27 Desember 2012

Kantor Partai Nasdem Jember Disegel


INILAH.COM, Jember - Aksi unjuk rasa terjadi di depan kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasional Demokrat Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (26/12/2012).

Puluhan orang yang menyatakan diri sebagai Forum Komunikasi Dewan Pimpinan Cabang Partai Nasdem menuntut agar Ketua DPD Nasdem Jember Moch. Eksan dan sang sekretaris, Purwanto Warsa Kusuma, dicopot. Mereka menilai duet pimpinan Nasdem Jember itu tidak becus mengurus partai.

Koordinator aksi Abdul Halim, dalam aksinya, menyatakan Eksan dan Purwanto harus diganti dengan orang yang lebih mampu. "Sejak awal Eksan dan Purwanto tidak pernah didukung jajaran pengurus Nasdem. Akibatnya, banyak agenda konsolidasi partai terganggu," katanya.

Eksan juga dinilai tidak punya itikat untuk menyempurnakan struktur partai di tingkat DPD dan DPC, sebagaimana instruksi Dewan Pimpinan Pusat Nasdem. "Penolakan 30 pengurus DPC akhirnya diikuti oleh seluruh dewan pembina dan pengurus DPD," kata Halim.

Para kader ini menyegel kantor Partai Nasdem Jember. Mereka menuntut agar DPP Partai Nasdem mendengar aspirasi mereka. Jika tidak, mereka siap menurunkan massa lebih besar. "Kita kerahkan massa Nasdem seluruh Jember," kata salah satu orator. Mereka juga mengancam menarik seluruh kartu tanda anggota yang sudah dikumpulkan.

Aksi ini sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Jawa terhambat. "Salam restorasi," teriak demonstran kepada pemakai jalan. [beritajatim.com]

Jumat, 05 Oktober 2012

Tambokoto - Prospek Cerah NasDem dan Gerindra


JAKARTA--MICOM: Pengamat politik dari Universita Indonesia (UI) Boni Hargens mengatakan, partai NasDem dan Gerindra cukup memiliki prospek meraih suara pada pemilu 2014. Kedua partai tersebut memiliki komitmen integritas pribadi yang justru mengubah kejenuhan publik terhadap politisi saat ini.

Selain itu, menurutnya, kedua partai tersebut gemilang karena kombinasi beberapa faktor misalnya krisis ketokohan, kejenuhan publik terhadap partai lama, ekspektasi terhadap perubahan yang konkrit. "Semua ini akan membwa gerindra dan NasDem ke posisi atas dalam piramida politik 2014," ujar Boni Hargens di Jakarta, Minggu (30/9).

Parta NasDem dan Gerindra menjadi partai pilihan publik karena akan menjadi pilihan alternatif di tengah banyaknya partai yang kadernya korupsi atau diduga korupsi. Rakyat ingin kebaruan terutama dalam pilihan politik. Bahkan, menurut Boni, krisis ketokohan apalagi tokoh muda saat ini mengharuskan Prabowo akan secara istimewa menjadi capres paling diminati pemilih.

Saat ini, lanjut Boni, rakyat kehilangan sosok pemimpin yang tegas. SBY tidak menjawab keinginan publik untuk tampil tegas. Dengan demikian, sangat masuk akal bila 2014 pemilih SBY beralih ke Prabowo karena faktor ketegasan figur Prabowo.

"Sedangkan NasDem tampil unik dengan toko-tokoh mudanya akan sangat menarik bagi pemilih mengambang. Andaikan Gerindra, NasDem berkoalisi di 2014, pilpres hanya satu putaran. Karena figur-figur alternatif ada di dua partai ini," urainya. (OX/OL-2)

Rabu, 08 Agustus 2012

Surya Paloh Dapat 'Durian Jatuh' Intrepid

 
Opini: Bachtiar Abdullah

INILAH.COM, Sidney - Perusahaan tambang Australia Intrepid Mines membawa masuk Surya Paloh sebagai salah satu pemegang sahamnya, beberapa hari setelah perusahaan ini diminta hengkang dari Indonesia.
Intrepid setuju mengalokasikan sekitar 5 persen sahamnya kepada tokoh pendiri Partai Nasional Demokrat. Jika benar demikian, belum diketahui apakah Interpid sudah meminta persetujuan para pemegang sahamnya atau sudah mendapat persetujuan dari Securities Exchange Commission di Bursa Sidney dan Toronto. Interpid terdaftar di dua bursa tersebut.
Juga tidak diketahui, apakah saham yang dibagikan kepada Surya Paloh itu akan mendilusi saham milik siapa, melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau tidak?
Surya Paloh tampaknya akan dijadikan bumper dalam persiapan Intrepid berperkara dengan partner lokalnya yang menghendaki perusahaan itu hengkang dari proyek pertambangan emas dan perak bernilai US$5 miliar di Tujuh Bukit, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Intrepid sepertinya ingin memperlihatkan kepada dunia, bahwa investasi sektor pertambangan di Indonesia banyak merugikan investor asing. Padahal banyak “loop holes” yang berkaitan dengan undang-undang yang tak dipenuhi Intrepid. Sedangkan banyak perusahaan pertambangan yang memiliki legaliltas yang terang benderang bisa beroperasi baik dan aman seperti Adaro, Kaltim Prima Coal (KPC), Freeport, Arutmin dan lain-lain.
“Mereka ingin memainkan kartu seperti itu,” ujar Peter Gray, analis dari Hartley’s Ltd, di Perth, Australia Barat seperi ditulis Australian Associated Press (AAP) kemarin. Masuknya Surya Paloh dimaksudkan untuk mendapat dukungan pengaruh dalam bernegosiasi dengan pihak-pihak lain yang berpekara, kata Gray.
Surya Paloh di mata para pelaku bisnis Australia dianggap sebagai figur bisnis dan politik di Indonesia yang cukup kuat apalagi ia memiliki stasiun televisi Metro TV, Media Group yang menerbitkan koran Media Indonesia dan Lampung Post. Surya Paloh, menurut AAP, masih punya jaringan aktif di Partai Golkar, meskipun jelas ia adalah pendiri Nasdem.
Intrepid setuju untuk menempatkan 27 juta saham dari tambahan saham yang diterbitkan ke dalam nama Surya Paloh, yang nilainya belum diumumkan karena masih dimintakan persetujuan. Tak jelas apakah persetujuan dari para pemegang saham atau dari SEC Sidney atau Toronto.
CEO Intrepid Brad Gordon mengatakan, ditunjuknya Surya Paloh adalah demi membantu memromosikan profil Intrepid dan kepentingan bisnisnya di Indonesia. Surya Paloh, kata Gordon, memiliki bisnis yang beragam di perminyakan dan gas, hotel dan properti.
Keterlibatan Surya Paloh di dalam Intrepid berusia kurang dari seminggu saat perusahaan itu merugi dalam semester pertama tahun ini sebesar US$ 31,97 juta dan katanya sedang memecahkan persoalan joint venture serta masalah-masalah hukum pada operasinya di Indonesia.
Hanya dalam waktu dua minggu, sebanyak 660 karyawan dan tujuh ekspatriat diminta Intrepid memutuskan hubungan kerja dengan mitra patungannya PT IndoMulti Niaga.
Semua yang diributkan di media Australia ini patut dicermati. Pihak yang merasa dirugikan adalah para pemegang saham dan dua orang Australia yang bernama Paul Willis dan Sam Garret yang mendirikan perusahaan IndoAust Mining Pty Ltd dan kemudian membentuk PT Indo Multi Niaga.
Rabu malam kemarin, INILAH.COM telah bertemu dengan Willis. Ia memberi penjelasan rinci termasuk pendapat hukum dari Hadiputranto Hadinoto dan partners, serta Soemadipradja & Tahir. Kasus ini cukup ribet dan bisa berimplikasi terhadap Intrepid di Australia dan di Kanada.
Konyolnya, perusahaan tambang ini belum secara riil memiliki tambang di Banyuwangi itu, karena secara legal banyak hal yang belum dipenuhi. Jadi Surya Paloh-lah yang akan maju menjadi bumper dan diminta berhadapan dengan PT Indo Multi Niaga. Seru.

Selasa, 03 Juli 2012

BAHU Partai NasDem Dampingi Warga Manggarai Hadapi Gugatan Alfamart

 
JAKARTA - Puluhan pedagang tradisional di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan mendatangi kantor Badan Hukum (BAHU) Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Kedatangan mereka meminta bantuan hukum kepada BAHU NasDem dalam mencari keadilan atas keberatan terhadap keberadaan minimarket Alfamart di Jalan Swadaya 1 Rt 008/08 Manggarai.

Kuasa Hukum yang menangani kasus ini, diketuai oleh Guntur Daso, dengan anggotanya Ragginaldo Sultan Tampubolon, Romulo Napitupulu.

"Berawal dari yang diajukan, Alfamart menggugat Ketua Rw 08 dan akhirnya kita berkesimpulan mendampingi dan menjawab gugatan. Kita mendapatkan Alfamart salah alamat, seharusnya kalau mempersoalkan ketertiban harus ke Gubernur DKI Jakarta," ucap Guntur Daso kepada wartawan di Kantor BAHU Partai Nasdem di Jalan R.P Soeroso, Gondangdia Lama, Jakarta Pusat, Senin (2/7/2012).

Kata Guntur, pihaknya akan mempelajari dahulu kasus tersebut dan apabila ada kejanggalan maka akan disampaikan ke Gubernur DKI Jakarta. "Kami akan mempelajari kepetingan warga, serta tangani perkara dan akan sampaikan ke Gubernur, khususnya di warga Manggarai terjadi ada kerugian. Saya rasa pasti akan mengambil hukum, sampai saat ini kita masih menangani," tambahnya.

Guntur menambahkan, pihak Alfamart ijin membuat gedung tersebut untuk showroom serta pergudangan dan itu menyalahkan peraturan.

"Alfamart ijinnya untuk showroom dan pergudangan, itu jauh dari peraturan. Ijin yang disampaikan ada beberapa hal, khususnya penerimaan warga setempat, sampai saat ini ditolak. warga Manggarai  omsetnya menjadi menurun, kita lakukan pemberitahuan bentuk tertulis, serta instruksi Gubernur tentang penataaan Alfamart tersebut," tutupnya.

Perwakilan warga Rw 08 Makmur mengatakan, kehadiran Alfamart secara langsung menurunkan masukan pedagang kecil wilayah Manggarai. "Secara langsung menurunkan masukan pedagang kecil, kehadiran Alfamart itu sendiri. Harapan kita minta ditutup," ujarnya.

Aksi gabungan para pedagang tradisional semakin gerah dan memuncak, sejak diketahui bahwa pemilik Alfamart mengajukan gugatan kepada Ketua Rw 08 ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan menuntut ganti rugi Rp1 miliar.

Perkara gugatan ini pun sedang ditangani oleh Tim Litigasi BAHU Partai Nasdem untuk membela hak dan keperntingan hukum Ketua Rw sebagai tergugat yang sidang perkaranya masih berjalan hingga saat ini. Bahwa sejak kehadiran mini market Alfamart tersebut, para pedagang tradisional di lingkungan sekitar yang terdiri dari pedagang kelontongan dan warung kecil mengalami kemerosotan penghasilan lantaran berkurangnya pembeli.
(ris)

Sabtu, 14 April 2012

Negeri Tak Berhati



Negeri Tak Berhati


Tiap tahun negeri ini mengirim tenaga kerja  ke berbagai negeri
Meskipun sering disiksa ,diperkosa  dan dijahati mereka tidak peduli
Habis mau apalagi didalam negeri tidak ada pekerjaan yang bisa dicari
Pejabat ,birokrat, wakil rakyat tidak mau tahu nasib mereka  ini

Sekarang keadaan  makin menjadi jadi
Harga2  kebutuhan pokok sehari hari melonjak tinggi
Itu  ulah Pemerintah yang akan menaikkan harga BBM  diseluruh negeri
Mahasiswa ,  buruh menolak menentang  dan melakukan demonstrasi

Tapi wakil rakyat tetap berkilah bersidang mencoba mengambil hati
Hasil sidang kenaikkan BBM ditunda sementara  nanti dinaikkan lagi
Mereka tidak melihat rakyat sudah tak berdaya dan  tidak bisa apa2 lagi
Dimanakah   kemanusiaan dan sanubari Pemerintah dan wakil rakyat  ini ?

Tidakkah mereka dulu dipilih untuk mewakili kepentingan rakyat  ini ?
Kenapa mereka sekarang tidak peduli ?
Kalau begitu mereka jangan duduk dikursi itu lagi  
Silakan segera turun dan jangan masuk rumah rakyat lagi

Kalau Pemerintah dan wakil rakyat sudah tidak peduli
Tidak ada jalan  bagi rakyat selain menentang melakukan demonstrasi
Mereka  akan melawan meskipun dipenggal  atau  ditembak mati
Bagi mereka hidup atau mati sudah sama saja lagi

Memang sunguh malang nasib rakyat negeri ini
Pejabat dan Politisi berlomba lomba melakukan korupsi
Tidak ada yang bisa menghentikan melarang mereka melakukan aksi
Korupsi terus berlanjut dengan berbagai  cara diseluruh negeri

Perlawanan rakyat yang menentang mereka tak peduli
Bagi mereka kantong harus padat penuh berisi
Buat hari nanti dan kepentingan anak istri
Selamat  tinggal anak negeri,pemilu depan ketemu lagi .

                                                                                      Jakarta  6 April 2012
                                                                                      by : S.Koto










Senin, 06 Februari 2012

TAMBOKOTO - Pembubaran PSI tahun 1960



 Budi Aribowo's note
Menyusul peristiwa pemberontakan PRRI/Permesta di Sumatera dan Sulawesi Utara, maka pada tanggal 21 Juli 1960 Presiden Soekarno secara resmi memanggil Pimpinan Pusat Partai Sosialis Indonesia (PSI) yaitu : Sjahrir, Djohan Sjahroezah, Soebadio Sastroastomo, T.A. Moerad dan Djoeir Moehamad.

Kepada Pimpinan Pusat PSI ditanyakan apakah PSI terkena pasal 9 ayat (1) berupa Penetapan Presiden RI No. 7 tahun 1959 tentang Syarat-syarat dan Penyederhanaan Kepartaian atau tidak. Setelah memberikan jawaban lisan, Pimpinan Pusat PSI berjanji akan memberikan jawaban secara tulisan.

Jawaban resmi PSI secara tertulis dikirimkan oleh Sjahrir kepada Presiden Soekarno pada tanggal 27 Juli 1960, yang pada intinya adalah sebagai berikut :

(1) PSI menganjurkan serta menyetujui disertai dengan harapan kembali ke UUD 1945 berarti pernyataan niat untuk meninggalkan segala keburukan kekhilafan yang telah timbul dan merajalela selama hidup dengan UUD 1950 yaitu terutama perpecahan dan korupsi.

(2) Sesuai dengan garis politik dan perjuangan partai, maka partai tidak pernah menyatakan persetujuannya terhadap apa yang disebut PRRI yang diproklamasikan pada tanggal 15 Februari 1958. Bahkan Pimpinan Pusat Partai telah mengirim Djoeir Moehamad dan Imam Slamet ke Sumatra untuk mencegah terjadinya pemberontakan.

(3) Saudara Dr. Soemitro Djojohadikusumo yang ikut dalam PRRI sebagai menteri keuangannya adalah di luar pengetahuan partai, apalagi dia tidak pernah diberikan kuasa untuk bertindak atas nama partai. Sejak semula pendirian kita tegas dan tidak ragu-ragu; semua anggota partai kita dilarang mengikuti gerakan pemberontakan itu.

Setelah jawaban tertulis dari Pimpinan Pusat PSI, sekali lagi Pimpinan Pusat PSI dipanggil oleh Presiden Soekarno yang kemudian menyampaikan bahwa PSI akan dibubarkan karena kondisi Negara yang dalam keadaan “Staat van Orlog en Beleg” (SOB).

Kemudian pembubaran resmi Partai Sosialis Indonesia tertuang dalam keputusan Presiden No. 201 tahun 1960 yang diumumkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1960 dengan alasan sebagai berikut,

“Oleh karena organisasi (partai) itu melakukan pemberontakan, karena pemimpin-pemimpinnya turut dalam pemberontakan apa yang disebut ‘Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)’ atau ‘Republik Persatuan Indonesia (RPI)’ atau telah jelas memberikan bantuan terhadap pemberontakan, sedangkan anggota organiasasi (partai) itu tidak resmi menyalahkan perbuatan anggota-anggota pimpinan tersebut”.

Setelah pengumuman pembubaran PSI keluar, Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat PSI melalui Soebadio Sastroastomo mengajukan kepada Peperti (Penguasa Perang Tertinggi) untuk mengadakan Konggres Luar Biasa tanggal 25-27 September 1960 di Jakarta. Karena tidak diberikan izin oleh Peperti, maka Dewan Pimpinan Pusat PSI menginstruksikan kepada seluruh cabangnya di Indonesia untuk membubarkan diri.

Pustaka :

Memoar Seorang Sosialis. Djoeir Moehamad. Yayasan Obor Indonesia. 2007

Semoga Bermanfaat.
Budi Ari

Senin, 09 Januari 2012

Tambokoto - Romney Kandidat Terkuat Republik

  
Menuju Pemilu AS 2012
Senin, 09 Januari 2012

RMOL. Kandidat calon Presiden Amerika Serikat (AS) 2012 Mitt Romney masih menjadi kandidat terkuat meski jadi sasaran empuk dalam debat antar capres dari kubu Republik, sebelum primary (pemilihan pendahuluan)  di Negara Bagian New Hampshire, 10 Januari. Dia menikmati hasil jajak pendapat di atas 40 persen, dan kelihatan makin meningkat.
Calon konservatif, Rick San­torum dan Newt Gingrich ber­tubi-tubi menyerang Romney di debat yang dilaksanakan ABC News, Sabtu (7/1) atau Minggu WIB. Dalam dua babak debat, Romney dengan tenang me­nanggapi pe­nan­tangnya. Rom­­ney fokus pada langkah yang diambil Presiden dari Partai Demokrat Barack Obama dalam kebijakan ekonomi dan politik luar negeri. Dia me­ngaku tengah berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang justru dapat merugikan dirinya.
“Saya tidak mau menanggapi orang-orang di panggung ini dengan kritis,” balas Romney terlihat tenang. “Presiden harus diganti,” tekannya tanpa ber­pan­jang-panjang membela diri.
Santorum, bekas senator dari Pennsylvania yang berhasil me­nyamakan kemenangan dengan Romney dengan selisih delapan suara di kaukus Iowa, me­nga­takan, bukan karena Romney punya pengalaman di dunia bisnis berarti dia pantas menjabat se­bagai pre­siden. “Kita butuh pemimpin yang mampu mem­bawa visi positif ke negeri ini,” ujar Santorum.
Gingrich, yang gagal di Iowa, mem­pertanyakan kepemimpinan Rom­ney di Bain Capital. Romney se­ring berkoar-koar mengenai pe­ngalamannya di Bain dalam me­nga­tasi krisis ekonomi. Bain, ber­pengalaman dalam merestruk­tu­risasi perusahaan bermasalah yang berujung pada penutupan bisnis.
Gingrich mencecar, “Gubernur (Romney) bisa saja membela diri. Tapi saya rasa sah-sah saja mem­pertanyakan apakah rakyat akan baik-baik saja dengan model seperti itu?”
Romney diprediksi akan lebih lemah dalam primary di South Carolina, 21 Januari, yang ma­yoritas pemilihnya konservatif. Kesempatan ini justru jatuh kepada calon konservatif seperti Santorum, Gingrich, Rick Perry atau anggota DPR dari Texas Ron Paul.
Namun, prediksi awal itu se­pertinya meleset jika melihat hasil jajak pendapat CNN dan Time. Romney mendapat 37 persen dukungan di South Ca­rolina, meningkat dari perolehan Desember yang hanya mencapai 20 persen. Saingannya, Rick Santorum, dalam waktu sebulan dari empat persen mendapat 19 persen sokongan, meninggalkan Newt Gingrich yang turun pen­du­kungnya dari 43 persen men­jadi 18 persen. Jajak pendapat ini penting bagi Romney. Sebab, dia bu­kan hanya populer di Iowa dan New Hampshire, tapi juga di bagian Amerika yang masih religius.

Gingrich Dapat Dana
Gingrich mendapat suntikan dana dari taipan Las Vegas se­besar 5 juta Dolar AS atau sekitar Rp 45 milar. Duit yang disebut-sebut berasal dari kasino Sheldon Andelson, diserahkan  kepada kelompok pendukung pro-Ging­rich Super PAC. Andelson adalah pendukung fanatik kandidat Republik.  [Harian Rakyat Merdeka]

Rabu, 04 Januari 2012

Tambokoto - Bambang Soesatyo: Demokrat Panik Soal Century

 

Misbahol Munir - Okezone
Rabu, 4 Januari 2012
JAKARTA - Politikus Golkar Bambang Soesatyo enggan menanggapi statemen politikus Demokrat I Gede Pasek Suardika. Namun, Bambang merasa senang karena para teras partai Demokrat telah panik dengan dibukanya audit forensik bailout Century oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Sebenarnya statement I Gede Pasek dari PD tidak perlu ditanggapi. Namanya juga orang lagi panik. Tapi, paling tidak dalam kepanikan itu kita senang PD sudah menerima dengan ancungan jempol dan bahkan pujian hasil audit lanjutan BPK," ujar Bambang kepada okezone, melalui pesan singkat, Selasa (3/1/2012).


"Nggak seperti saat audit investigasi pertama dulu yang mereka tolak mentah-mentah. Padahal, audit yang mereka puji sekarang justru menguatkan yang pertama.Yakni, mengungkap secara gamblang adanya hubungan istimewa pemilik BC dengan HEW dan hubungan istimewa pemilik deposito hampir Rp2 triliun yang bernama BS dengan parpol tertentu melalui anaknya SS di PT MNP. Sebagaimana diketahui jika BC ditutup dana jumbo itu hanya dijamin sesuai UU Rp2 miliar. Jadi, kalau saya pemilik dana jumbo itu, saya tentu akan cari jalan agar dana saya selamat. Paling tidak bagi dua lah sama pihak yang berhasil menyelamatkan dana tersebut," kata dia.

Apalagi, kata anggota Komisi III DPR itu, sekian fakta yang terungkap makin memperjelas adanya penyimpangan dalam bailout Century yang dilakukan pemerintah. "Lalu, fakta-fakta yang sudah hadir dipublik lewat Pansus maupun temuan BPK plus surat resmi Sri Mulyani Indrawati (SMI) kepada presiden makin memperjelas terjadinya penyimpangan dalam bailout Century. Jadi, kita agak 'geli' juga kalau Gede Pasek bilang tidak ada fakta dan masalah dalam bailout," jelasnya.

Wakil Bendahara Umum DPP Golkar ini mengatakan seharusnya Pasek mempelajari lebih dulu perihal kasus Century. "Sebaiknya Gede Pasek kalau mau bela Boss nya ya mbok belajar dulu soal kasus century. Sebab, yang bersangkutan tidak terlibat di Pansus. Di Timwas juga baru gabung sebagai pengganti dan jarang hadir. Kalaupun hadir di Timwas yang bersangkutan juga kalau ngomong seringkali 'jaka sembung makan sayur lodeh' alias kagak nyambung capek deh," ketus Bambang.

"Dari statement Pasek terbaca jelas ada kepanikan. Lalu, kalau Gede bilang tidak ada fakta kenapa dia dan kawan-kawannya ketakutan jika Century terbongkar?," pungkasnya.

Sebelumnya, politikus Partai demokrat I Gede Pasek Suardika menyebut Bambang Soesatyo sebagai politisi frustasi karena selalu berupaya mengkaitkan apapun terkait kasus Century terhadap SBY-Boediono.

“Ah, itu tanggapan politisi yang sudah frustasi. Mestinya yang benar itu beliau melakukan taubat politik karena berada di barisan pihak yang kerap tuduhan, fitnah dan tudingan negatif dengan mengkaitkan Timkam Pilpres SBY-Boediono atau PD menerima aliran dana sudah tidak terbukti. Faktanya, sudah ditelusuri aliran dananya dan itulah yang ditemukan BPK,” paparnya. (sus)

(ful)

Sabtu, 31 Desember 2011

Tambokoto - Kristalisasi Politik dan Proyeksi Kandidat Presiden 2014

PetaPolitik.Com – Gelagat politik baru yang muncul ke permukaan belakangan berwajah-ganda dan tidak selalu mudah diterka arah. Sebut saja tiga peristiwa yang relatif menonjol.
Pertama, Ormas Nasdem yang melahirkan Partai Nasdem, kedua, pertunangan “Ibas-Socialita” yang diperkirakan mempengaruhi hitungan-hitungan rasional Partai Demokrat- PAN, dan, ketiga, hengkangnya Wagub Jabar Dede Jusuf dari PAN ke Demokrat.Muncul sebagai Ormas dengan komitmen murni melakukan kontrol, Nasdem  akhirnya menjadi Partai meski entah sebagai konsekuensi logis entah sebagai “kegenitan” unsur tertentu yang bergabung.
Hingga Kamis, 28/4, Surya Paloh, salah satu pendiri dan pemrakarsa ormas Nasdem sibuk mengklarifikasi: “tidak ikut bertanggung-jawab, tetapi mengharapkan Partai Nasdem mengambil spirit omas Nasdem. Betapap pun semua penjelasan itu dihormati, sebagian orang telah memperkirakan hal itu jauh sebelumnya. Sah-sah saja.Tetapi, pesan politiknya adalah sebagai Partai.
Nasdem memastikan posisi tawarnya dalam bursa kandidat Presiden 2014, bila Partai Nasdem mencapai target parliamentary threshold (PT) mereka akan mengelus dan mempersiapkan kandidatnya untuk RI-1. Tokoh senior Surya Paloh mungkin tidak  akan menolak malah dapat mulai menghitung kemungkinan itu, bila Partai yang dilahirkan Ormas bertumbuh maksimal.
Konstitusi hasil amandemen membatasi masa jabatan Presiden hanya untuk dua periode, sehingga Presiden SBY tidak dapat maju lagi pada pilpres 2014, dan segera mulai mempersiapkan kader-kader terbaik partai Demokrat untuk masuk bursa kandidat. Anas Urbaningrum atau Kristiana Wahyuni, isteri Presiden SBY,  adalah dua nama yang relatif telah disebut-sebut dari kubu partai berkuasa.
Betapa pun terasa tendensius untuk mengatakan pernikahan Ibas – Socialita adalah “perkawinan politik”, hubungan emosional PD dan PAN ke depan akan lebih dijiwai dan dibayangi koalisi cinta  ”Tenda Biru”. Menjelaskan perbedaan koalisi Partai Biru dan “koalisi cinta” mungkin tidak mudah, tetapi tidak bisa menolak konsekuensi-konsekuensi “cintak politik” dan “politik cinta”.
Fenomena bergabungnya Dede Jusuf ke PD memberi warna atau kesan dan pesan bahwa Demokrat akan terus eksis dan bertambah besar, betapa pun SBY akan turun takhta. Mungkin tidak diberitakan, tapi partai berkuasa tetap kuat mendorong penguatan dan pengaruhnya ke seluruh silayah dan lapisan masyarakat. Yang pasti, penguatan dukungan untuk Kandidat pemimpin 2014, relatif dominan dan diawaki tokoh-tokoh PD.
Fenomena loncat ke PD atau atau ‘peristiwa cinta’ yang berdampak politik mungkin dua peristiwa kecil dari sejumlah peristiwa eksodus dengan modus penguatan peluang di partai berkuasa yang pernah terjadi, sedang terjadi, dan yang akan hari-hari ke depan. Salah satu yang unik dan kontroversial adalah ditabraknya pagar etika politik oleh mantan anggota KPU Andi Nurpati ke halaman partai biru Demokrat. Wajar belaka, partai berkuasa lebih sering melakukan penguatan karena “bulan madu kekuasaan” dapat berubah dan mengubah perilaku politik. Lebih dari itu, mempersiapkan suksesi 2014 dapat berarti segalanya bagi partai berkuasa.
Kemungkinan Pasangan Capres-Cawapres 2014
Pelbagai peristiwa dengan motif politik penguatan masih terus berlangsung. Di kubu rival politik persiapan 2014 belum terlalu tampak. Misalnya, ujian bagi pasangan Megawati-Prabowo sempat dipertanyakan, ketika Gerindra berbeda arah dengan mitra koalisi PDI-P di gedung DPR RI ketika Gerindra menjadi harus menjadi penentu jadi tidaknya Pansus Pajak beberapa waktu lalu. Gerindera berseberangan dengan PDI-P, dan nyaris diinkardinasikan ke dalam Setgab maupun berharap adanya kader Gerindera yang di-kabinet-kan.
Tapi, itu bukan amat mutlak memisahkan, bahkan kalau Gerindera menikmati hasil reshuffle kabinet. Pasangan Megawati-Prabowo masih mungkin bertahan di 2014. Atau, atau hanya berubah menjadi Prabowo-Puan Maharani. Begitu juga, pasangan capres-cawapres 2009 Jusuf Kalla-Wiranto dapat berubah menjadi Aburizal Bakrie – Wiranto. Atau, pasangan kader Golkar – Hanura dalam wajah yang lain.
Peluang Partai Baru dan pasangan adalah sesuatu yang makin tidak mudah, meski bukan mustahil. Misalnya, bila Nasdem yang relatif siap, atau partai-partai peserta pemilu sebelumnya yang menguatkan barisan untuk menghadapi peningkatan parliamentary threshold, amat mungkin melahirkan pasangan baru dan segar. Sebutlah misalnya, Surya Paloh-Hamengku Buwono, Surya Paloh dengan purnawirawan militer.
Dengan ketatnya persyaratan UU Pemilu yang makin berat, kelolosan partai baru untuk menjadi partai peserta Pemilu telah menguras tenaga dan biaya. Beban pembiayaan untuk ikut dalam 10 besar memenuhi PT, memaksa kerja yang berat bagi Partai Baru dan kandidatnya. Betapa pun demikian, pada kenyataannya biaya membangun partai dan memenangkan parliamentary threshold relatif “lebih murah” dengan kepastian lebih baik bagi seorang kandidat Presiden yang hendak membangun partai sekaligus, seperti SBY dan partai Demokrat pada tahun 2004. Menumpang kendaraan politik tetangga, senantiasa berarti lebih mahal, posisi tawar yang rendah, dan kepastian yang berdampak pada jantung. Kendaraan sendiri, betapa pun sulit dan mahalnya memberi kepastian, posisi tawar yang kuat dan jelas.
Hitungan pasangan capres-cawapres lama mencari pasangan baru adalah kemungkinan politik yang lain. Wiranto bersama Hanura, misalnya, mungkin akan mencari kandidat wakil Presiden dari partai lain, bukan lagi dengan Golkar. Bahkan mencari wakilnya dari non-partai pun. Hal yang amat mungkin dilakukan Prabowo, misalnya lebih ingin berpasangan dengan Puan Maharani. Atau, bila opsi itu dimustahilkan Megawati dan PDI-P, Prabowo memilih pasangan dari partai relijius atau gender berbeda. Din Sjamsudin dari Muhamadiyah atau Yenny Zanuba Wahid dapat menjadi pilihanya.Bahkan, Prabowo dapat memilih yang profesional seperti, misalnya mantan Menkeu Sri Mulyani Indrawati, yang sangat diapresiasinya dengan tinggi ketika adanya pemberitaan di media tentang isu Sri Mulyani akan maju sebagai kandidat Presiden beberapa waktu lalu.
Terbuka kemungkinan, bila Sri Mulyani memiliki akselerasi posisi tawar lebih baik dan lebih kuat, misalnya, dalam hal mendapat kendaraan politik hingga arus popularitas massa, maka bukan tidak mungkin Prabowo dapat memilih atau dipilih untuk berpasangan dengan Sri Mulyani. Dan, pelbagai pilihan lain, dari yang rival menjadi kawan, dan yang tidak diduga dan tak terduga.
Hitung-hitungan yang masih amat dini, tetapi juga tidak akan banyak beranjak dari tiga hal utama:pertama, pasangan Capres-cawapres 2014 masih kental antara isu sipil-militer; kedua,  isu gender atau relijius yang berpasangan dengan militer; ketiga, berkembangnya posisi tawar menjadi faktor utama siapa-siapa yang akan tampil di panggung politik kandidat pemimpin 2014. Lebih dari itu, rakyat berharap Pemilu langsung dari rakyat menghasilkan kepemimpinan yang makin memihak kepentingan rakyat. Kepentingan rakyat telah dimulai sejak figur-figur capres-cawapres 2014, masuk bursa.[*]
Berthy B Rahawarin

Tambokoto - Jangan Sepelekan Hary Tanoe-Surya Paloh

Ramalan Intelijen
16 October 2011 | 1:14 pm | Dilihat : 403
Berita bergabungnya pengusaha Hary Tanoe ke kubu Bang Surya (Surya Paloh) nampaknya membuat kubu Partai Golkar terkejut dan menjadi was-was. Pada survei yang lalu, dengan terjadinya berita negatif dari beberapa petinggi Partai Demokrat, nampaknya persepsi publik mengisyaratkan bahwa suara atau konstituen Demokrat sebagian akan mengalir ke Golkar. Memang dengan berkuasanya Golkar  selama lebih kurang 32 tahun pada masa Orde Baru, Golkar adalah pemegang konstituen nasionalis terbesar disamping PDIP.
Dalam perkembangannya setelah dicanangkannya reformasi, kembali suara Golkar tambah digerus oleh Partai Demokrat, konstituen nasionalis terpecah menjadi tiga. Nah, kini dengan keluarnya Surya Paloh dari Golkar nampaknya suara Golkar kembali akan tergerus kembali. Bang Surya dengan Nasdem-nya setelah Sri Sultan mengundurkan diri diprediksi banyak pihak akan menjadi  lemah dan tidak berdaya menghadapi persaingan dunia politik yang semakin keras. Kini dengan berita bergabungnya Hary Tanoe ke Partai Nasdem, nampaknya kekuatan politik Surya dan Nasdem akan menggeliat kembali.
Pada tanggal 26 September 2011, sehari setelah serangan bom bunuh diri dari teroris di Gereja GBIS Kepunton Solo, penulis diundang oleh MNC News ke Markas MNC Kebon Sirih untuk menjadi nara sumber bersama Pak Hendardi. Begitu masuk ke dalam gedung, disalah satu lantai, penulis terkejut melihat demikian banyak jaringan MNC, belum lagi Indovision yang berlokasi di Jalan Panjang,  semuanya merupakan bagian kerajaan bisnis media dari Hary Tanoe. Hary bukanlah pengusaha ecek-ecek, langkah-langkahnya strategis, dalam waktu tidak terlalu lama dia mampu menguasai perusahaan dari anak-anak Pak Harto.
Di Kebon Sirih, penulis melihat kini bergabung beberapa stasiun TV seperti RCTI, MNC News, Global TV serta beberapa saluran MNC lainnya. Selain itu Hary Tanoe juga memiliki sejumlah stasiun radio serta koran. Itulah kekuatan Hary yang apabila digabung dengan Surya Paloh yang memiliki Metro TV serta Harian Media Indonesia akan menjadi salah satu jaringan terbesar media pembentuk opini terbesar di Indonesia.
Seperti diketahui, pada dua pemilu serta pilpres  2009, peran media sangatlah besar dalam pembentukan opini dan kemampuannya jauh lebih besar dibandingkan jejaring partai. Sehingga media mendapat julukan terhormat dan demikian berbahayanya sebagai "silent revolution." Apabila setiap hari masyarakat atau konstituen dijejali dengan berita-berita yang dikemas sebagai bagian dari pembentukan keputusan politik, jejaring partai manapun tidak akan mampu menandinginya. Musuh terberatnya hanyalah incumbent. Dengan tidak majunya incumbent, maka medan persaingan menjadi lebih bebas dan disitulah berlaku hukum revolution tadi.
Nampaknya yang dapat membaca bahaya Hary adalah Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoro, yang mewanti-wanti agar Hary Tanoe tidak terburu-buru bergabung bersama Partai Nasdem. Sementara Ketua Partai Golkar Aburizal Bakrie terkesan menggangap remeh masuknya Hary Tanoe ke partai Surya Paloh  tersebut. Meski mengucapkan selamat, Ical menilai Hary Tanoe kecil atau tidak ada apa-apanya. Memang dalam menghadapi pesaing, menurut ilmu intelijen harus diukur kekuatan, kemampuan dan kerawanan serta niat. Apakah Golkar mampu mempertahankan kredibilitasnya sebagai partai yang bisa dipercaya konstituennya? Surya Paloh nampaknya akan mempengaruhi Golkar-Golkar muda, dan melepaskan para Golkar tua bersama pengurus Golkar yang memang sudah mulai tua. Strategi ini yang sangat berbahaya dan menjadi kemampuan Nasdem bersama Hary.
Dalam kondisi yang berlaku, apabila tidak hati-hati, suara Golkar akan pecah dan sebagian diperkirakan akan bisa mengalir ke kubu Nasdem. Kita akan melihat seberapa besar perpecahan Golkar, khususnya mendekati 2014 nanti. Apabila Nasdem membesar, dan Surya Paloh kemudian pada pilpres bergabung dengan PDIP, maka baik Golkar ataupun Demokrat nampaknya akan sulit menandingi dalam pilpres. Megawati menurut penulis hingga kini masih merupakan patron yang belum ada tandingannya pada 2014 nanti. Kini, tergantung kepada langkah-langkah politik serbu dan kuasai dari Surya Paloh, langkah menarik Hary Tanoe kekubunya ibarat memainkan kuda dalam permainan catur. Langkahnya lain dari yang lain tetapi mematikan raja yang manapun apabila men-schak.
Jadi mari kita ikuti dan simak upaya dari beberapa petinggi parpol dan khususnya para pengusaha yang berduit itu, nampaknya kekayaan saja tidak cukup memenuhi hasrat bathiniah, kini kekuasaan mulai menyentuh dan menggodanya. Jelas semuanya boleh saja di negara yang masih mencari bentuk demokrasinya ini, selama niatnya baik demi bangsa dan negara serta mengemban amanah dari rakyat. Prayitno Ramelan ( http://ramalanintelijen.net )

Tambokoto - Golkar Persilahkan Surya Paloh Keluar

JAKARTA--Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Leo Nababan mempersilakan Surya Paloh meninggalkan partai itu. "Itu ingin kami tegaskan `lebih cepat lebih baik`," katanya kepada pers di Jakarta, Jumat (2/9), menanggapi pernyataan Surya Paloh mengenai kemungkinan segera meninggalkan Partai Golkar.

Leo mengemukakan, keberadaan Surya Paloh di Partai Golkar saat ini bertentangan dengan UU tentang Partai Politik yang mengharuskan memilih salah satu partai. Surya Paloh tidak bisa mencari alasan mengenai keberadaannya di Ormas Nasdem, karena semua orang tahu bahwa ormas itu kemudian mendirikan Partai Nasdem.

Leo menyatakan, Partai Golkar siap meninggalkan Surya Paloh. Pengurus DPP Golkar juga yakin apabila Surya Paloh keluar tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap partai.

"Partai Golkar sudah berpengalaman ditinggalkan tokoh dan umumnya tidak menimbulkan pengaruh," katanya.

Leo mengemukakan, Golkar menganggap masalah terkait keberadaan Surya Paloh ini sebagai masalah kecil. "Kami juga meminta kader lainnya untuk memilih apakah tetap di Golkar atau Nasdem. Kader lain siap menggantikannya," kata Leo.

Pengurus DPP Golkar menantang Partai Nasdem untuk membuktikan kejayaan pada Pemilu 2014. "Kami siap bersaing. `Purwodadi kotane, sing dadi nyatane` (Purwodadi kotanya, yang jadi nyatanya)," kata Leo bertamsil.

Sebelumnya, Surya Paloh mengaku sudah menerima surat ultimatum dari DPP Partai Golkar. Surat itu mengharuskannya memilih antara Partai Golkar atau Nasional Demokrat. Golkar memberikan tenggat waktu hingga tanggal 8 September 2011.

"Kita lihat nanti. Bisa saja saya tetap di Golkar atau keluar dari Golkar. Harus ada satu kebijakan yang segera saya ambil dalam waktu singkat. Saya akan pikirkan yang terbaik," kata Paloh saat bersilaturahmi ke kediaman Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Kamis 1 September 2011.

Surya Paloh kembali menegaskan, tidak ada aturan yang melarang kader Partai Golkar aktif di ormas lain. "Tidak ada Undang-undang yang melarang orang untuk aktif di ormas," ujar Paloh.

Ia pun merasa tidak melanggar aturan Partai Golkar selama berkecimpung di partai beringin itu selama 44 tahun.

"Bermuka Dua"


Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham, menilai kader  yang masih berada di ormas atau partai lain tidak gentle dan tidak jujur. Dia menyayangkan posisi mereka yang "abu-abu," di satu sisi enggan keluar dari ormas lain, namun tidak berani keluar dari Partai Golkar.

"Kehidupan kebangsaan kita hari ini menuntut di dalam berpolitik supaya gentle dan tegas. Panduannya adalah ideologi dan pikiran-pikiran," kata Idrus.

Idrus menegaskan tidak bisa seorang kader Golkar dalam waktu bersamaan menjadi kader partai politik lain. Lebih khusus Nasional Demokrat yang sudah tak ada lagi perbedaannya, apakah ormas atau partai politik. "Semua orang tahu ormas Nasdem ya Partai Nasdem," ujarnya.

Saat ini, Partai Golkar masih menempuh aturan yang berlaku, memberikan surat peringatan. Dia menegaskan bahwa Partai Golkar berkomitmen dalam menegakkan disiplin partai.

"Sikap Partai Golkar tegas," katanya. "Surat kemarin itu ditujukan kepada ketua-ketua partai provinsi, dan fraksi memberikan waktu hingga 11 Agustus. Sekarang ini, surat untuk orang-orang yang belum mengundurkan diri dan kami beri waktu hingga 8 September."

Meskipun demikian, Idrus menambahkan bahwa Golkar tidak bisa bersikap semena-mena terhadap kadernya. Dia mengatakan semuanya harus melalui prosedur partai.

Dilarang


Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) menyatakan, seseorang tidak boleh menjadi anggota di dua partai sekaligus. Oleh karena itu, JK menghargai apapun pilihan Surya Paloh nantinya, apakah akan tetap di Golkar, atau bergabung resmi dengan Partai Nasdem.

“Tidak mungkin dobel partai. Surya Paloh selalu mengatakan, dia tetap di Golkar. Kita hargai sikap itu. Nanti kita lihat perkembangannya. Itu hak dia sendiri,” kata JK yang juga mantan ketua umum Golkar di kediamannya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Kamis (1/9) lalu.

Terkait perbedaan antara Partai Nasdem dan ormas Nasdem, JK pun menyerahkan semuanya kepada Nasdem. “Kita kembalikan penafsirannya kepada Nasdem sendiri,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi Nasdem, Jeffrie Geovanie yang juga politisi muda Golkar pernah mengatakan, ormas Nasdem tidak berubah menjadi partai seperti yang disangka banyak pihak, karena ormas Nasdem dan Partai Nasdem adalah entitas yang berbeda dan terpisah.

Surya Paloh sendiri mengaku akan bersikap dalam waktu dekat, menyusul surat ultimatum yang ia terima dari DPP Golkar.

“Kita lihat nanti. Bisa saja saya tetap di Golkar, atau keluar dari Golkar. Harus ada satu kebijakan yang segera saya ambil dalam waktu singkat. Saya akan pikirkan yang terbaik bagi semua dan bagi negeri ini,” kata dia. (ant,mdi)

Tambokoto - Golkar bidik Sri Sultan HB X dampingi Ical

JAKARTA—Partai Golkar tengah gencar membidik sejumlah nama untuk dijadikan calon wakil presiden berpasangan dengan ketua umum partai tersebut, Aburizal Bakrie alias Ical dalam Pemilihan Presiden 2014 mendatang.
Sejumlah nama tersebut berdasarkan pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham antara lain, Pramono Anung (Wakil Ketua DPR), Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra), Dahlan Iskan (Menteri BUMN) dan terakhir adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X (Gubernur DIY).
“Keempat nama yang telah disebutkan itu memang masih wacana dan belum dirapatkan secara mendalam oleh pimpinan partai, tetapi kami lihat mereka semua berkompeten untuk mendampingi Pak Ical dalam Pilpres 2014,” ujar Idrus di Jakarta, Rabu (28/12).
Mengenai munculnya nama Sri Sultan HB X, Idrus menegaskan sosok Sultan memang tumbuh dari partai berlambang pohon beringin tersebut, dan telah banyak kontribusi yang telah diberikan Sri Sultan HB X bagi Partai Golkar. “Jejak rekamnya sangat bagus baik sebagai pemimpin di Jogja maupun saat sebagai kader di Partai Golkar,” ujarnya.
Saat ditanya apakah nama Sri Sultan HB X dibidik karena terkait isu RUUK DIY yang tak kunjung terselesaikan, Idrus membantahnya. “RUUK DIY itu tengah dibahas di DPR, dan kami membidik beliau bukan karena itu, tetapi lebih kepada kualitasnya sebagai pemimpin bangsa,” tegasnya.(Harian Jogja/Wahyu Kurniawan)

Minggu, 05 Juni 2011

Musibah Kepartaian.

Telah tiga belas tahun kita hidup dizamaan reformasi, setelah terlepas dari zaman orde baru yang otorian yang menghilangkan dan membukam hak mengemukakan pendapat, serta hak sipil lainnya.Sorak sorai menyambut kelahirannya bayi reformasi(demokrasi liberal) begitu menggema diseluruh tanah air, dari Sabang sampai Merauke.Kaum muda , mahasiswa dengan berbagai cara mengekspresikan kegembiraannya dijalan jalan raya, berbaris baris , menaiki berbagai kendaraan berkeliling keliling kota.Semua bergembira ria , hidup demokrasi. hidup mahasiswa . Dan kemudian berdirilah berbagai partai  politik untuk memfasilitasi hak2 warna negara untuk berserikat dan mengemukakan.pendapat..Kini saja tercatat sudah 9  partai  yang masuk ke Senayan.. Yang lainnya sekitar 35 partai tidak lolos parliament Threshold masih menunggu. .Dan berita terakhir akan bertambah lagi partai yang ingin ikut pemilu 2014 . Bagaimana melaksanakan pemilu dengan partai yang sedemikian banyak. Terasa ini demokrasi  liar yang kebablasan , yang sudah melenceng  dari makna yang sebenarnya.Kelihatan  ini  permainan dan cara  untuk merebut kekuasaan .Bukan lagi untuk menyalurkan aspirasi dan suara rakyat . Pastilah biaya pemilu akan  besar. Kalau pemilu yang lalu saja biaya pemilu mencapai Rp.200 trilyun berapa nanti untuk pemilu 2014.
Apakah  tidak lebih baik uangnya  digunakan langsung untuk kesejahteraan rakyat ? Berapa sekolah jambatan, rumah sakit atau puskesmas yang bisa didirikan dengan uang segitu ?
Pemilunya ditunda dulu ? Bentuk saja Pemerintahan koalisi ? Lebih bermakna , lebih demokratis , dari rakyat untuk rakyat, bukan dari rakyat untuk pejabat . Nah para pembaca bagaimana tanggapan anda ?

Kamis, 02 Juni 2011

Negeriku Partaiku Dosaku.


Negeri indah yang terletak di garis khatulistiwa ini ,bagaikan mutiara batu manikam ,yang berserakan yang menyilaukan mata para penjelajah.,pelaut yang mencari tanah daratan. Hasil tanaman  rempah2-nya digandrungi . Pala , cengkeh, vanilla disebut emas hitam . Untuk merampok rempah2 tersebut  para penjelajah ini  memulai aksinya dengan kedok  melakukan perdagangan . Kemudian mengirim bala tentaranya dan mendirikan benteng 2 dengan paksa .Lalu mereka  menduduki dan menjajah negeri . Selama 350 th lamanya mereka dapat menjajah , mendera, menyiksa dan menghisap darah rakyat .Tidak tahan lagi melihat penderitaan rakyat itu, Pemuda Budi Utomo berinisiatif membentuk organisasi, menghimpun kekuatan melawan penjajahan.Kemudian berdiri pula Sarikat Dagang Islam , PNI memperkuat barisan .Setelah itu para pemuda mendirikan Jong Java, Jong Ambon, Jong Selebes, Jong Sumatera dll. Semuanya bertekad bersatu melawan penjajah , mengusir penjajah dari bumi Ibu Pertiwi .Para pemuda,rakyat dari semua golongan dan suku bersatu padu mengacungkan tinju . Penjajah akhirnya pergi berlalu. Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan keseluruh dunia . Lalu didirikanlah pemerintahan  demokratis , yang berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Partai2 yang banyak bermunculan semuanya berperan dalam menjalankan pemerintahan demokratis yang dibentuk .Semuanya bertujuan memakmurkan rakyat.Sekarang telah enam puluh enam tahun negara ini merdeka . Telah berganti enam kali kepala pemerintahan. Rakyat Indonesia yang dulu 60 jutaan sekarang sudah mencapai 240 juta jiwa. Sebagian besar masih berada dilembah kemiskinan dan penderitaan.  Dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, yang merdeka belakangan, Indonesia jauh ketinggalan .Negara tetangga itu jauh lebih makmur dan sejahtera rakyatnya. Apa yang salah dari negeriku ini ? Apa yang salah dari Partaiku ini ? Apakah dosaku ? Pencinta Nasdem barangkali bisa memberikan jawaban pertanyaan itu.
Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2013/02/cara-menambahkan-widget-baru-di-sebelah.html#ixzz2O8AYOBCu