Tampilkan postingan dengan label freeport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label freeport. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Maret 2012

Soekarno, CIA dan Jatuhnya Freeport Ke Tangan Amerika

 

Jumat, 17 Desember 2010

Bermula dari memburuknya hubungan Soekarno dengan Belanda, disusul dengan usaha pembunuhan atas Soekarno (Soekarno menuduh Belanda sebagai dalang usaha pembunuhan atas dirinya), Soekarno mengeluarkan kebijakan nasionalisasi aset kemudian menyita semua kepemilikan usaha Belanda. Tentu kebijakan ini merugikan kepentingan bisnis Amerika, apalagi salah satu perusahaan Amerika, Freeport Sulphur Company, sudah teken kontrak untuk mengeksplorasi kekayaan alam Papua (baca: Freeport).


CIA tidak tinggal diam, setelah gagal membentuk pemerintahan Pro-Barat melalui pemilu Tahun 1958, Deputy Direktur Perencanaan CIA, Frank Wisner, menggelar Operasi Hike. Operasi yang bertujuan membentuk tentara bayaran. Terdiri dari puluhan ribu warga Indonesia yang dipersenjatai dengan harapan dapat menggulingkan pemerintahan Soekarno.


Selain kegiatan paramiliter, CIA juga melancarkan perang psikologis untuk mendiskreditkan Soekarno, seperti menyebar isu bahwa Soekarno telah dirayu oleh seorang pramugari Soviet. Untuk itu, Sheffield Edwards, Kepala Keamanan CIA, meminta Kepala Kepolisian Los Angeles untuk membantu pembuatan film porno untuk melawan Sukarno, seolah-olah menunjukkan Sukarno-lah pelakunya. Pihak lain yang terlibat dalam upaya ini adalah Robert Maheu, Bing Crosby dan saudaranya.

CIA berusaha mempertahankan keberlangsungan program ini, tapi salah satu 'tentara bayaran' tertangkap saat akan melakukan pemboman. Semua bukti menjurus kepada keterlibatan CIA tak terbantahkan. Namun CIA tetap mengelak. Soekarno tidak gentar, dia menggalang semua kekuatan yang setia kepadanya dan menghancurkan semua pemberontakan yang didukung oleh CIA.

Ketika masa pemerintahan Kennedy, Amerika punya kebijakan lain. Dasar pijakannya adalah, Kennedy berpandangan bahwa akrabnya Soekarno dengan Komunis lebih disebabkan karena Soekarno membutuhkan bantuan senjata dan ekonomi. Bukan karena Soekarno memang seorang Komunis. Terbukti pada tahun 1948 Soekarno memadamkan pemberontakan komunis. Bahkan Departemen Luar Negeri di Amerika Serikat mengakui bahwa Sukarno lebih nasionalis ketimbang Komunis.

Namun sengketa Irian Barat menimbulkan dilema bagi Amerika. Satu sisi Belanda adalah sekutu dekat, di sisi lain Amerika pun tengah berusaha menggandeng Indonesia. Akhirnya, Kennedy menekan Belanda di belakang layar untuk mundur dari Irian Barat. Belanda pun mundur. Mundurnya Belanda membuat perjanjian kerjasama Freeport dengan East Borneo Company mentah kembali. Freeport semakin marah begitu mengetahui Kennedy juga akan memberikan bantuan 11 juta Dollar kepada Indonesia.


Menurut banyak pihak, peristiwa pembunuhan Kennedy tidak lepas dari kebijakan-kebijakan Kennedy yang tidak mewakili kepentingan kaum globalis.

Hingga pada masa Johnson tahun 1963, semua berbalik 180 derajat. Johnson mengurangi program bantuan atas Indonesia. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport (perusahaan yang gagal mengeksplorasi papua) yang terpukul dengan kebijakan Soekarno dimana 60% laba perminyakan harus diserahkan kepada Indonesia.

Perlu kita ketahui, Augustus C.Long adalah orang yang punya pengaruh di Amerika kala itu. Selain dekat dengan CIA dan tokoh Globalis berpengaruh , Rockefeller, dia juga pernah menjabat posisi strategis dalam pemerintahan Amerika sebagai anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di negara-negara tertentu. Dan Long diyakini sebagai salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno.

Hingga pada akhirnya Soekarno lengser dan Indonesia dipimpin oleh Soeharto. Tentu saja peristiwa ini terjadi atas rekayasa Amerika.

Naiknya Soeharto ke tampuk pimpinan membuat Freeport Sulphur Company bernapas lega. ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss, dan didektekan oleh Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport Sulphur Company! Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.

Berikut diantara kerugian-kerugian yang tercatat dalam perjanjian :

* Perusahaan yang digunakan adalah Freeport Indonesia Incorporated, yakni sebuah perusahaan yang terdaftar di Delaware, Amerika Serikat, dan tunduk pada hukum Amerika Serikat. Dengan lain perkataan, perusahaan ini merupakan perusahaan asing, dan tidak tunduk pada hukum Indonesia.

* Tidak ada kewajiban bagi Freeport untuk melakukan community development. Akibatnya, keberadaan Freeport di Irian Jaya tidak memberi dampak positif secara langsung terhadap masyarakat setempat. Pada waktu itu, pertambangan tembaga di Pulau Bougenville harus dihentikan operasinya karena gejolak sosial.

* Pengaturan perpajakan sama sekali tidak sesuai dengan pengaturan dalam UU Perpajakan yang berlaku, baik jenis pajak maupun strukturnya. Demikian juga dengan pengaturan dan tarif depresiasi yang diberlakukan. Misalnya Freeport tidak wajib membayar PBB atau PPN.
 

Minggu, 01 Januari 2012

Tambokoto - Surat Terbuka Pekerja Freeport Buat Presiden Indonesia

Black Horse ,Minggu 11 Des'11
Pengurus Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Sektor Kimia dan Energy serta Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT Freeport Indonesia (PUK FSP KEP SPSI PTFI) membuat surat terbuka kepada Presiden Indonesia terkait tuntutan melalui aksi mogok mereka hingga kini.
Surat terbuka itu ditujukan kepada yang terhormat Presiden Inddonesia, Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jalan Veteran No.16 Jakarta Pusat, tertanggal 3 Desember 2011. Surat tersebut ditandatangani oleh Frans Bernhard Okoseray, mewakili Pekerja PT. Freeport Indonesia di Timika, Papua.

Berikut isi surat sesuai dengan naskah asli yang diterima oleh Islam Times.

SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA


Dari PEKERJA DI PT FREEPORT INDONESIA
Kepada Yth;
Presiden Republik Indonesia
DR.H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Di Istana Negara Jl. Veteran No.16
Jakarta Pusat

Bapak Preseiden yang kami hormati,
Pertama – tama kami panjatkan puji dan syukur kepada Allah pencipta langit dan bumi, atas pekenaan-Nya,sehingga kita masih diberikan nafas kehidupan dan doa kami agar Allah selalu memberikan kesehatan yang baik dan kekuatan untuk bapak Presiden dalam hidup sehari-hari serta memimpin dan mengatur bangsa dan negara yang kami cintai ini .
Dalam aksi mogok kerja yang telah kami lakukan di PT Freeport Indonesia , perihal Tuntutan Perbaikan Kesejahteraan Pekerja yang menyangkut Penyesuaian Upah Pokok belum ada kesepakatan, sebab “angka” tawaran dari pihak perusahan PT-FI sebesar 35% dari upah Pokok sebelumnya sebesar Rp 3,316,000 untuk level terendah F1 belum dapat kami terima, karena tawaran tersebut menurut kami belum sesuai dengan kontribusi pekerja yang telah memberikan keuntungan berlipatganda untuk PT-FI dan Freeport McMoran Copper and Gold serta sumber tambang mineral emas, tembaga dan perak di Grasberg ( tambang terbuka dan tambang bawah tanah ) dalam jumlah cadangan dan produksi yang terbesar di dunia .
Tuntutan kami terakhir tentang Penyesuaian Upah Pokok kepada pihak pimpinan PT Freeport Indonesia adalah US$7,5 per jam untuk level/grade terendah F-1 dan akan dikonvesikan ke mata uang rupiah yaitu untuk upah per jam Rp67,500 dan upah pokok per bulan Rp 11,677,000,- per bulan . Tuntutan kami untuk level/grade terendah F-1 sampai level atas yaitu level 3.
Dalam penyesuaian gaji yang kami maksud akan berdampak positif bagi Negara sebab pajak PPh akan meningkat.
Kami tahu bahwa perusahan PT Freeport Indonesia adalah Affliate of Freeport McMoran Copper and Gold yang adalah investasi Amerika di Indonesia . Sudah 40 tahun Freeport berada di Tanah Papua, tetapi belum memberikan kesejahteraan yang baik untuk pekerja dan masyarakat lokal serta rakyat Indonesia pada umumnya.
Kami mohon agar investasi Freeport dapat memberikan kontribusi dan kesejahteraan yang baik dan adil bagi rakyat Indonesia yang bekerja di Freeport .
Para utusan menteri terkait , pemerintah daerah kabupaten dan provinsi sudah pernah bertemu dengan kami, dan juga masalah ini sudah dimediasikan di Kemenakertrans RI di Jakarta, tetapi belum ada titik temu . Masalah ini juga telah didaftarkan oleh pimpinan PT Freeport Indonesia ke Pengadilan Hubungan Industrial di Jakarta Pusat . Dalam Pandangan kami, persidangan di PHI akan menyita waktu yang lama .
Kami telah membaca di media, bahwa bapak Presiden telah bertemu dengan Mr.Richard C.Adkerson-President Director & CEO Freeport McMoran Copper and Gold, di Hawaii Honohulu pada saat pertemuan APEC . Richard C. Adkerson menyampaikan bahwa mereka (Freeport) akan menambah investasi lagi US$10 milyar sampai US$20 milyar .
Mengingat hubungan diplomatik antar dua Negara, Indonesia dan Amerika dan beberapa Negara yang menanamkan investasinya di Freeport Grasberg dan juga kepemilkan Saham 9,6% oleh Pemerintah Indonesia, sehingga pandangan kami bahwa tuntutan pekerja di PT Freeport Indonesia dapat diselesaikan oleh bapak Presiden sebagai pemegang Otoritas Penuh.
Freeport adalah sebagian dari masalah di Tanah Papua . Sebagaimana konsen bapak Presiden agar masalah di Papua diselesaikan dengan hati dan kasih, maka kami memohon bapak Presiden dapat mempertimbangkan serta menyelesaikan Tuntutan Pekerja di PT Freeport Indonesia secara adil dan bijaksana. Dengan harapan agar rakyat Indonesia yang bekerja di PT Freeport Indonesia dapat menikmati kesejahteraan yang baik dan adil dan dapat membantu keluarga dan orang lain, dan juga dapat hidup sejahtera dan setara dengan Negara-negara maju di dunia.
Pancasila dan UUD 1945 adalah dasar dari Perjuangan kami di PT Freeport Indonesia. Demikian dan atas perhatian bapak Presiden, kami sampaikan banyak terima kasih.

Timika, 03 Desember 2011.
Salam dan Hormat Kami,

Mewakili Pekerja di PT.Freeport Indonesia
FRANS BERNHARD OKOSERAY

BERIKUT INI SURAT DARI KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

http://islamtimes.org/images/userfiles/files/melayu/surat%20dari%20menteri%20esdm.jpg
Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2013/02/cara-menambahkan-widget-baru-di-sebelah.html#ixzz2O8AYOBCu