Polhukam / Sabtu, 7 Januari 2012 17:08 WIB
Metrotvnews.com, Port Moresby: Perdana Menteri Peter O'neil mengancam akan mengusir Duta Besar Indonesia Andreas Sitepu dari Ibu Kota Port Moresby, Papua Niugini, Jumat (6/1) kemarin. Pasalnya, militer Indonesia dinilai membuntuti dan mengintimidasi pesawat Papua Niugini.
Insiden itu terjadi pada 29 November 2011. Pesawat Falcon 900 PNG, pergi-pulang melintasi wilayah udara Indonesia dalam perjalanan dari Subang, Malaysia menuju Port Moresby.
Indonesia kemudian mengerahkan dua Jet Sukhoi yang diberangkatkan dari Pangkalan Udara di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengintersepsi pesawat yang mengangkut enam penumpang itu.
Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) menemukan perbedaan data flight clearance di Kohanudnas dan yang ditangkap radar. Kohanudnas kemudian melakukan identifikasi elektronik lewat radar dan identifikasi visual dengan mengirim dua Sukhoi.
Pemerintah Papua Niugini menuding, jet tempur Indonesia nyaris menabrak pesawat mereka. Hal itu yang kemudian dituding Papua Niugini sebagai agresi dan membuntuti mereka.(TII)