Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 April 2013

Negeriku : BBM

Negeriku : BBM:  Posted by  ssyam55@gmail.com  on March 17, 2012 at 5:55 PM.BBM akan segera dinaikkan april mendatang Tapi...

Senin, 19 Maret 2012

Bisikan maut


surgamakalah.com
EMAS, Pertahanan Terakhir Kemakmuran Bangsa Ini!
George A. Maley, seorang eksekutif Freeport-McMoran pada tahun 1996 menuliskan dalam bukunya “Grasberg” bahwa gunung tambang emas di Papua memiliki cadangan emas terbesar di dunia. Menurut data tahun 1995, di areal Grasberg saja tersimpan cadangan bijih tembaga sebesarr 40,3 miliar pon dan emas sebesar 52,1 juta ons, dan masih akan terus menguntungkan hingga tahun 2040. Freeport-McMoran Copper & Gold yang menambang emas di Papua di tambang Erstberg (sejak 1967) dan Grasberg (sejak 1988), menambang emas sebanyak minimal 300 ton setiap tahunnya.
Gunung Grasberg di Papua Merupakan Tambang Emas Terbesar di Dunia. Jutaan ton emas & tembaga dibawa ke Amerika via Laut Arafura.
Seorang jurnalis CNN section Indonesia pada tahun 1980-an pernah terbang di ketinggian dengan helikopter di atas gunung emas Freeport di Papua dan dia menyatakan kesaksiannya : “Dari ketinggian, gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari. Butiran-butiran emas tersebut sangat mudah didapat, berserakan di atas tanah sehingga tak perlu lagi teknologi hebat untuk memisahkannya dengan tanah.”
Forbes Wilson melakukan sebuah penelitian yang kemudian disatukan dalam sebuah buku berjudul “The Conquest of Cooper Mountain” dan menyebut bahwa gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah di sekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar mentari. Riset Wilson ini juga pernah dikutip oleh Lisa Pease dan dimuat di majalah Probe dengan judul “JFK, Indonesia, CIA and Freeport”. Lima tahun kemudian, harian Kompas memuatnya dengan judul “Freeport McMoran, Soekarno dan rakyat Irian”. (1)
_____
Ada 3 cara halus bagaimana perampokan ekonomi dilakukan ‘bangsa maju’ terhadap ‘bangsa tertinggal’. Ada satu cara kasar (2) dan satu lagi cara ‘pertengahan’.
Tiga cara halus itu diantaranya menarik simpanan suatu negara ke negara lain dengan cara mengiming-imingi keuntungan besar kepada bangsa lemah untuk membeli aset-aset keuangan, seperti bonds (surat utang) dan deposito di negara maju. Cara ini menarik masuk dana ke negara besar sekaligus melemahkan sektor riil di negara berkembang yang menanamkan dananya. Padahal resikonya sama besarnya dengan keuntungannya. Dua cara lain adalah Segniorage dan Pinjaman dengan Bunga. Pinjaman dengan bunga ini mudah sekali dipahami cara kerjanya, karena pada tingkat individu juga kerap terjadi. Hutang tak terbayar karena bunga-berbunga bisa membuat kita melepaskan aset dan jatuh miskin.


Opini Kebablasan

Soekarno, CIA dan Jatuhnya Freeport Ke Tangan Amerika
Bermula dari memburuknya hubungan Soekarno dengan Belanda, disusul dengan usaha pembunuhan atas Soekarno (Soekarno menuduh Belanda sebagai dalang usaha pembunuhan atas dirinya), Soekarno mengeluarkan kebijakan nasionalisasi aset kemudian menyita semua kepemilikan usaha Belanda. Tentu kebijakan ini merugikan kepentingan bisnis Amerika, apalagi salah satu perusahaan Amerika, Freeport Sulphur Company, sudah teken kontrak untuk mengeksplorasi kekayaan alam Papua (baca: Freeport).




CIA tidak tinggal diam, setelah gagal membentuk pemerintahan Pro-Barat melalui pemilu Tahun 1958, Deputy Direktur Perencanaan CIA, Frank Wisner, menggelar Operasi Hike. Operasi yang bertujuan membentuk tentara bayaran. Terdiri dari puluhan ribu warga Indonesia yang dipersenjatai dengan harapan dapat menggulingkan pemerintahan Soekarno.

Selain kegiatan paramiliter, CIA juga melancarkan perang psikologis untuk mendiskreditkan Soekarno, seperti menyebar isu bahwa Soekarno telah dirayu oleh seorang pramugari Soviet. Untuk itu, Sheffield Edwards, Kepala Keamanan CIA, meminta Kepala Kepolisian Los Angeles untuk membantu pembuatan film porno untuk melawan Sukarno, seolah-olah menunjukkan Sukarno-lah pelakunya. Pihak lain yang terlibat dalam upaya ini adalah Robert Maheu, Bing Crosby dan saudaranya.

CIA berusaha mempertahankan keberlangsungan program ini, tapi salah satu 'tentara bayaran' tertangkap saat akan melakukan pemboman. Semua bukti menjurus kepada keterlibatan CIA tak terbantahkan. Namun CIA tetap mengelak. Soekarno tidak gentar, dia menggalang semua kekuatan yang setia kepadanya dan menghancurkan semua pemberontakan yang didukung oleh CIA.

Ketika masa pemerintahan Kennedy, Amerika punya kebijakan lain. Dasar pijakannya adalah, Kennedy berpandangan bahwa akrabnya Soekarno dengan Komunis lebih disebabkan karena Soekarno membutuhkan bantuan senjata dan ekonomi. Bukan karena Soekarno memang seorang Komunis. Terbukti pada tahun 1948 Soekarno memadamkan pemberontakan komunis. Bahkan Departemen Luar Negeri di Amerika Serikat mengakui bahwa Sukarno lebih nasionalis ketimbang Komunis.

Namun sengketa Irian Barat menimbulkan dilema bagi Amerika. Satu sisi Belanda adalah sekutu dekat, di sisi lain Amerika pun tengah berusaha menggandeng Indonesia. Akhirnya, Kennedy menekan Belanda di belakang layar untuk mundur dari Irian Barat. Belanda pun mundur. Mundurnya Belanda membuat perjanjian kerjasama Freeport dengan East Borneo Company mentah kembali. Freeport semakin marah begitu mengetahui Kennedy juga akan memberikan bantuan 11 juta Dollar kepada Indonesia.

Menurut banyak pihak, peristiwa pembunuhan Kennedy tidak lepas dari kebijakan-kebijakan Kennedy yang tidak mewakili kepentingan kaum globalis.

Hingga pada masa Johnson tahun 1963, semua berbalik 180 derajat. Johnson mengurangi program bantuan atas Indonesia. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport (perusahaan yang gagal mengeksplorasi papua) yang terpukul dengan kebijakan Soekarno dimana 60% laba perminyakan harus diserahkan kepada Indonesia.

Perlu kita ketahui, Augustus C.Long adalah orang yang punya pengaruh di Amerika kala itu. Selain dekat dengan CIA dan tokoh Globalis berpengaruh , Rockefeller, dia juga pernah menjabat posisi strategis dalam pemerintahan Amerika sebagai anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di negara-negara tertentu. Dan Long diyakini sebagai salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno.

Hingga pada akhirnya Soekarno lengser dan Indonesia dipimpin oleh Soeharto. Tentu saja peristiwa ini terjadi atas rekayasa Amerika.

Naiknya Soeharto ke tampuk pimpinan membuat Freeport Sulphur Company bernapas lega. ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss, dan didektekan oleh Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport Sulphur Company! Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.

Berikut diantara kerugian-kerugian yang tercatat dalam perjanjian (dikutip dari eramuslim.com) :

Perusahaan yang digunakan adalah Freeport Indonesia Incorporated, yakni sebuah perusahaan yang terdaftar di Delaware, Amerika Serikat, dan tunduk pada hukum Amerika Serikat. Dengan lain perkataan, perusahaan ini merupakan perusahaan asing, dan tidak tunduk pada hukum Indonesia.Tidak ada kewajiban bagi Freeport untuk melakukan community development. Akibatnya, keberadaan Freeport di Irian Jaya tidak memberi dampak positif secara langsung terhadap masyarakat setempat. Pada waktu itu, pertambangan tembaga di Pulau Bougenville harus dihentikan operasinya karena gejolak sosial.
Pengaturan perpajakan sama sekali tidak sesuai dengan pengaturan dalam UU Perpajakan yang berlaku, baik jenis pajak maupun strukturnya. Demikian juga dengan pengaturan dan tarif depresiasi yang diberlakukan. Misalnya Freeport tidak wajib membayar PBB atau PPN.

 Opini Kebablasan


Categories: internasional, Politik, Bisnis

Jumat, 16 Maret 2012

Tambokoto - Petral Tetap Menjadi Sole Trading Arm Pertamina


INILAH.COM, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan menegaskan PT Pertamina Energy Trading Ltd, anak perusahaan tetap beroperasi secara normal sebagai sole trading arm atau menjadi satu-satunya anak perusahaan yang melaksanakan kegiatan trading Pertamina.

Oleh karena itu Pertamina sebagai induk perusahaan memberikan dukungan penuh terhadap operasional Petral. Pertamina Energy Trading masih tetap menjalankan fungsinya dalam pengadaan minyak mentah maupun produk BBM untuk kebutuhan dalam negeri. “Semua transaksi bisnis tetap berjalan normal seperti biasa dan Petral yang 100% sahamnya dikuasai oleh Pertamina mendapatkan dukungan penuh dari Perseroan dalam menjalankan bisnis tersebut,” tutur Karen Agustiawan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (1/3/2012).

Keberadaan Petral sebagai sole trading arm yang sekaligus menjalankan fungsi market intelligent bagi Pertamina, merupakan best practices dalam bisnis trading minyak mentah dan produk BBM yang terjadi di pasar global. Bahkan, dengan dukungan kompetensi yang dimiliki Petral, Pertamina berhasil melakukan efisiensi pengadaan minyak mentah dan produk BBM senilai US$283 juta selama 2011 lalu.“Petral telah melakukan transformasi bisnis dan memiliki sistem yang baik dalam menjalankan fungsinya.

Petral telah menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance. Sebagaimana induk perusahaan, Petral juga telah diaudit oleh lembaga audit terkemuka Ernst and Young dan kami sangat terbuka untuk mempersilahkan BPK sebagai auditor negara untuk melakukan audit apabila diperlukan audit lebih jauh,” terangnya.

Petral saat ini tercatat sebagai perusahaan peringkat 8 besar dari 1.000 perusahaan terbesar yang menjalankan bisnisnya di Singapura, di atas GS Caltex Singapore Pte Ltd (ke-9), Sinochem International Oil (Singapore) Pte Ltd (ke-12), Petrobras Singapore Private Limited (ke-16), Shell Eastern Petroleum (Pte) Ltd (ke-17), CNOOC Trading (Singapore) Pte Ltd (ke-25), ConocoPhillips International Trading Pte Ltd (ke-37), dan Singapore Petroleum Company Limited (ke-42) berdasarkan 25th Annual Ranking Edition yang dikeluarkan oleh Singapore 1000 & SME 1000 tahun 2012.

Petral juga merupakan salah satu dari sedikit perusahaan yang mendapatkan corporate tax incentive dengan tarif 5% dari besaran normal 17,5%.Saat ini Petral juga telah mengembangkan bisnis, di samping sebagai pemasok utama bagi Pertamina untuk mendukung ketahanan energi nasional, yang diharapkan akan menjadi salah satu pemain utama bisnis trading minyak mentah dan BBM di pasar regional. Untuk mendukung pengembangan bisnis tersebut, Petral bersama Pertamina telah memulai pengembangan Hyperterminal BBM Pulau Sambu berkapasitas 3 juta barel dan Terminal BBM Tanjung Uban 2,5 juta barel yang akan mendukung bisnis Petral dan ketahanan energi dalam negeri.Selain itu, telah dimulai persiapan untuk kegiatan untuk proyek Centralized Crude Terminal Lawe-lawe yang berkapasitas lebih dari 25 juta barel.

Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun menambahkan kepercayaan pasar dan mitra merupakan modal kunci dalam bisnis trading minyak mentah dan BBM di pasar global. Petral telah memperoleh kepercayaan dan dukungan finansial dari bank-bank internasional dengan mendapatkan credit facility sebesar US$3,5 miliar. Ketidakpastian informasi tentang Petral di dalam negeri akhir-akhir ini telah mengganggu kepercayaan pasar kepada Petral yang pada akhirnya bisa berpengaruh terhadap pasokan energi nasional. “Pertamina sangat menyesalkan politisasi terhadap Petral yang terjadi belakangan ini. Bisnis trading minyak bersifat long term yang sangat membutuhkan kepercayaan. Untuk itu, kami sangat berkepentingan untuk meyakinkan kepada publik dan juga mitra pelaku pasar bahwa Petral tetap beroperasi normal dan didukung penuh Pertamina,” tegasnya.

Minggu, 08 Januari 2012

Tambokoto - Anak 'Boedoet', dari Tawuran hingga Kiat Esemka


                                         Teknisi melakukan pemeriksaan komponen mesin yang di rakit oleh para siswa SMKN 1 Jakarta, kamis (05/01) Dengan kapasitas mesin 1500 CC Twin Cam 16 valve, dengan bahan logam tertentu yang masih di impor dari luar dibuat mampu bersaing dengan produk mesin mobil ternama. TEMPO/Dasril Roszand




 Sabtu, 07 Januari 2012
TEMPO.CO, Jakarta -- Berawal dari sekolah yang terkenal dengan budaya tawuran, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Jakarta menjelma menjadi sekolah kejuruan unggulan di bidang teknologi. Sekolah yang didirikan tahun 1960 oleh pemerintah Belanda ini dipercaya menjadi salah satu sekolah yang menggarap proyek mesin Esemka, proyek pemerintah yang menelurkan mobil Kiat Esemka, yang kini populer itu.

Tak mengherankan jika SMKN 1 Jakarta dipercaya mengawal proyek Esemka, mengingat sejak awal didirikan memang dicanangkan sebagai sekolah teknik. Apalagi letak sekolah ini yang berada di Jalan Budi Utomo 7, dekat dengan lingkaran Istana.

Pada dekade 80-90-an, sekolah yang masih mempertahankan bangunan kuno khas peninggalan Belanda ini sempat dicap negatif lantaran siswanya kerap terlibat tawuran dengan sekolah lain. Tak jarang tawuran berujung maut.

"Sekolah ini terkenal dengan sebutan Boedoet (kependekan dari Budi Utomo). Pokoknya sekolah yang sangat terkenal dengan tawurannya," kata Akhmad Nahyani, Wakil Kepala Bidang Sarana SMKN 1 Jakarta, ketika ditemui Tempo di kantornya, Kamis, 5 Januari 2012.

Buruknya "reputasi" SMKN 1 Jakarta agaknya terdengar hingga ke telinga pejabat Kementerian Pendidikan. Niatan untuk memperbaiki citra sekolah pun mulai tampak pada tanggal 18 Agustus 2009, saat pemerintah menjadikan SMKN 1 Jakarta sebagai sekolah RSBI--rintisan sekolah bertaraf internasional.

"Mungkin karena ini sekolah tertua, lokasinya strategis, dekat dengan Istana, sehingga pencitraan sekolah ini bisa menjadi contoh," kata Nahyani.

Tak perlu menunggu lama bagi SMKN 1 Jakarta untuk berbenah diri. Dengan sokongan penuh dari pemerintah, mulai tahun 2010, sekolah kejuruan ini mengembangkan diri, mulai dari perawatan hingga perbaikan bangunan dan fasilitas.

Sekolah juga membangun bengkel berukuran jumbo, panjangnya mencapai 100 meter dengan lebar 18 meter dan tinggi 7 meter. Letaknya tepat di samping sekolah, hanya dipisahkan lapangan basket. Bengkel dibagi untuk lima jurusan, masing-masing bengkel mesin, otomotif, bangunan, listrik, serta teknik komputer dan jaringan.

Dengan jumlah siswa 824 anak, 70 anak di antaranya perempuan dan terbagi dalam 30 kelas, jumlah guru yang mengajar ada 70. Dengan rasio per kelas diisi 32 siswa, jumlah itu sudah sesuai dengan rasio RSBI.

Kendati sekolah kejuruan, tapi dalam sepekan, seluruh siswa SMKN 1 Jakarta harus menjalani satu hari penuh untuk praktikum, yakni selama 10 jam. Laboratorium yang disediakan cukup lengkap, mulai dari kimia, fisika, multimedia, hingga bahasa. Pembelajarannya berbasis teknologi informasi.

Bagi siswa yang sudah memenuhi kompetensi baik, mereka akan dikirim magang ke industri. SMKN 1 Jakarta hanya bermitra dengan industri lokal yang sudah menyandang nama besar, misalnya Kawan Lama.

Semua usaha SMKN 1 Jakarta berbenah agaknya tak sia-sia. Tak perlu waktu lama bagi sekolah itu untuk menuai hasilnya. Pada tahun 2010, sekolah itu meraih juara 2 untuk olimpiade sains terapan tingkat nasional di bidang mata lomba fisika terapan. "Jadi enggak pakai lari lagi, tapi lompat..," ujar Nahyani sembari tertawa kecil. "Enggak sia-sia tuh Kementerian menjadikan RSBI, ada prestasi yang dicapai."

Prestasi itu disusul dengan kepercayaan yang diberikan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan Nasional (sekarang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Bersama SMKN 4 Jakarta, yang sama-sama sekolah RSBI bidang teknologi, SMKN 1 Jakarta dilibatkan dalam program Esemka. (Ada Mesin Boedoet di Mobil Esemka)

Sebanyak dua guru dan lima siswa terlibat dalam perancangan, pembuatan, dan perakitan mesin Esemka. Mereka dipercaya merakit 15 dari 1.000 mesin yang dikerjakan dalam program Esemka. Mesin berkapasitas 1.500 cc tersebut kini digunakan sebagai mesin mobil Kiat Esemka.

Lalu, bagaimana nasib budaya tawuran siswa "Boedoet" setelah sejumlah prestasinya ditorehkan? Nahyani tidak dapat memastikan tawuran serta-merta berhenti. Sebab, menurut dia, banyak sekolah kejuruan swasta yang merasa iri dengan capaian SMKN 1 Jakarta. "Ini persoalan kesempatan untuk bekerja. Jadi kasusnya kemudian kecemburuan sosial," ujar dia.

Ia mengatakan, dengan dijadikannya SMKN 1 Jakarta sebagai sekolah model, sekolah-sekolah kejuruan swasta merasa semakin terpinggirkan. Alumni mereka kalah bersaing dengan alumni SMKN 1 Jakarta lantaran kalah skill. Ujung-ujungnya adalah mencari kebanggaan semu. "Kalau dia sudah tawuran dengan Boedoet, bangga sekolah itu. Merasa punya nama," kata Nahyani.

Nahyani tidak membantah bahwa sekolah yang ikut dibinanya sejak 1989 tersebut terkenal karena budaya tawuran. Namun dia punya sudut pandang berbeda soal itu. "Kami enggak pernah tawuran, lho. Kami yang ditawuri sama sekolah-sekolah kayak gitu," ujar dia.

MAHARDIKA SATRIA HADI
Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2013/02/cara-menambahkan-widget-baru-di-sebelah.html#ixzz2O8AYOBCu