Tampilkan postingan dengan label pemerintahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemerintahan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 04 April 2014
Selasa, 04 Maret 2014
“MAYORITAS KONGLOMERAT CHINA PERUSAK NEGARA”
DIBACA BIAR TAU.....!!! 1. Tadi ada teman yang yang minta sebutkan nama siapa tokoh2 etnis cina yang merusak negara ini... Kita sebutkan sebagian ya .. 2. Pertama tentu saja Liem Sioe Liong alias Sudono Salim. Sdh alm, sekarang digantikan anaknya Antony Salim. Keluarga mereka mau kuasai RI lagi 3. Thn 1998 rumah keluarga Salim, orang terkaya di Indonesia, pemilik Bank BCA yang merampok BLBI /APBN Rp. 55.76 triliun dibakar massa rakyat 4. Rumah Sudono Salim/Liem Sioe Liong di Jalan G Sahari dibakar massa yang marah dgn dominasi ekonomi dan perampokannya atas kekayaan RI 5. Sampai saat ini, Rumah keluarga Salim, tidak pernah diperbaiki. Dibiarkan saja menghitam akibat sisa kebakaran. Untuk apa? Sebagai MONUMEN 6. Sebagai MONUMEN utk dijadikan pengingat, memori, motivasi keluarga mereka utk kembali menguasai Indonesia. Dan saat itu sdh tiba ! 7. Liem Sioe Liong, sahabat karib Suharto sejak awal revolusi kemerdekaan di Jogyakarta, menjelma menjadi konglomerat terkaya di Indonesia 8. Atas rekomendasi pemerintah China, Liem Sioe Liong merekrut Muchtar Riady alias Li Mok Tie menjadi Direktur Utama Bank BCA miliknya 9. Muchtar Riady alias Li Mok Tie menurut dokumen2 FBI, CIA, Kongres AS dan Dept Hukum AS adalah anggota intelijen China 10. 30 tahun bergabung dgn Sudono Salim, Muchtar Riady, ayah James riady mendirikan Lippo Grup, modalnya berasal dari Global China Resources 11. Menurut dokumen2 resmi AS, Global China resources adalah perusahaan kedok dari China Military Intellegence /badan intelijen militer China 12. Salim Grup merampok kekayaan SDA RI, menciptakan komunitas konglomerat China di RI, merampok BLBI Rp. 55 triliun, kini mau berdaulat di RI 13. Hampir semua konglomerat cina di Indonesia adalah musuh negara, pengemplang pajak, penyelundup, penimbun kebutuhan pokok, kartel, dst 14. Hampir semua konglomerat cina di indonesia bersikap rasis, diskriminatif terhadap islam dan pribumi. Termasuk Bank Mega grup milik Salim 15. Chairul Tanjung boneka di Bank Mega, Trans Corp atau Grup Para. CT hanya jongos, yg kini sibuk membiayai jokowi agar jadi presiden boneka 16. Bank Mega itu sejatinya reinkarnasi Bank BCA milik Salim. Mereka rampok 55 Triliun dari BLBI/APBN RI lalu sebagian digunakan beli Bank Mega 17. Hampir semua konglomerat china lakukan korupsi pajak, korupsi bea masuk, royalti, iuran dan kewajiban2 pada negara 18. Hampir semua konglomerat cina menyimpan uang dan kekayaan mereka ke luar negeri terutama singapura dan China. Sdh jadi rahasia umum 19. Kita mengenal Eddy Tansil yang pada puluhan tahun lalu saja sdh korupsi 1.3 triliun di Bapindo (BUMN), kakaknya Hendra Rahardja jg korup 20. Hendra Raharja katanya "sudah mati" di australia. Hendra Buron ke australia setelah merampok BLBI triliunan rupiah melalui Bank BHS 21. Sebut saja 10 konglomerat cina, semuanya pasti koruptor, perampok dan rasis. Sebut 100, mungkin ada 1-2 yg nasionalis dan bersih 22. Sebut 1000 konglomerat cina di indonesia, mungkin kita dapatkan 5-10 konglomerat yg bisa kita akui sbg WNI sejati. Sisanya ? Bajingan ! 23. Tak heran Prabowo Subianto pernah teriak : "Indonesia rela mundur 50 tahun, asal para WNI etnis Cina busuk diusir semua dari RI !" 24. Namun, kini Prabowo Subianto menggigit lidahnya sendiri. Dia join sama antony salim (dan Irsan Noor) dalam merampok Churchill Mining 25. Prabowo juga ternyata korup. Dia menguasai 3 juta hektare lahan, hutan, tambang dll selama masa orba dan tdk dia kembalikan hingga kini 26. Adiknya Hashim Djojohasikusumo juga merampok Pertamina melalui TPPI sebesar 17 Triliun. Jadi beban negara RI hingga kini 27. Apakah ada tokoh etnis cina RI yg bersih, nasionalis sejati, pancasilais ? Ada. Segelintir. Tidak sampai 1% dari 12 juta etnis cina di RI 28. Bahkan Sofyan Wanandi konglomerat yang teriak2 nasionalis itu pun rasis. Di perusahaan keluarganya GEMALA Grup, pribumi/islam disingkirkan 29. Jangan tanya si Hartati Murdya Poo, sebelum ditahan KPK, semua karyawannya etnis cina, bahkan PRJ yg diselenggarakannya semua stafnya cina 30. Kita tdk usah sebut konglomerat etnis cina yg nasionalis dan pancasilais, khawatir salah dan hanya pencitraan belaka. Jumlahnya kecil sekali 31. Bahkan Hary tanoe yg kini di Partai Hanura pun keluarganya dikenal rasis dan diskriminasi terutama si Rudy tanoedjaja. Ampuun deh 32. Untuk tahu siapa sebenarnya antony salim, bos besar konglomerat RI, otak pencapresan boneka Jokowi ? Nih sekilas > https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10151833083630499&id=96095225498 33. Like Son like Father, Join Sudono Salim - Muchtar Riady diteruskan Antony Salim - James Riady (anak2 mereka) 34. RI ini hancur karena konglomerat2 cina perampok negara, puncaknya merampok BLBI 600 Triliun yg akibatkan RI dijajah IMF/bank dunia via LOI 35. Kini RI mau dihancurkan lagi oleh konglomerat Cina bersatu (kecuali INTI) dgn usung si boneka Jokowi jadi capres dan ahok jadi Gub DKI 36. Dengan dukungan hampir semua konglomerat cina, RRC, China Connection, didukung oleh anak bangsa pengkhianat negara, mereka orbitkan Jokohok 37. Dgn bantuan James riady, anggota elit arkansas connection teman karib dan berjasa Bill Clinton, AS secara tdk resmi dukung boneka Jokowi 38. Stanley Bernhard Greenberg, si yahudi homo, pelopor LGBT, konsultan politik no. 1 dunia, agta arkansas connection, etnis cina mau kuasai RI 39. Mereka usung si bodoh, tolol, boneka, wayang pengkhianat Jokowi jadi capresnya, ahok jadi inisator paham sekuler liberal Indonesia 40. Budaya korupsi di Indonesia ini bukan budaya asli Indonesia. Tapi budaya VOC dan budaya china (ribuan tahun) yg ditancapkan mereka di RI 41. Kita, umat Islam, pribumi, hindu, budha, kristen, kejawen dll nasionalis pemilik sejati Republik ini, bukan mereka ! https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10152314561860499&id=96095225498 42. Mereka para konglomerat cina itu budayanya beda, tuhannya beda. Budaya dan Tuhan mereka adalah uang, uang, uang, uang 43. RI dikhianati etnis cina, Suharto dikhianati etnis cina, kini cina mau berkuasa berdaulat penuh di Republik ini 44. Setelah konglomerat cina dan etnis cina berhasil kuasai >90% ekonomi RI, kini mereka mau berdaulat rebut kekuasaan RI http://t.co/NsE5z9fpw6 45. Siapa sesungguhnya pemilik republik ini ? Kaum pribumi atau etnis cina ? Kenapa kita tdk tiru malaysia ? https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10152306773185499&id=96095225498 46. Solusi bangsa agar tdk terus terpuruk adalah Dasar Ekonomi Baru yg beri hak istimewa dan perlindungan pada pribumi http://t.co/YBV4r3tv7V 47. Bagaimana mungkin pribumi yg tertinggal ratusan tahun di sektor ekonomi, dipaksa bersaing dgn etnis cina. GOBLOK ! http://t.co/NsE5z9fpw6 48. Bagaimana mungkin pribumi yg ratusan tahun tertinggal dipaksa bersaing ditengah hukum yg carut marut ! http://t.co/NsE5z9fpw6 49. Bagaimana mungkin pribumi yg karakter pengusaha pejuangnya belum terbentuk, pejabatnya banyak korup dipaksa bersaing http://t.co/u1nnTrHwUd 50. Habis bangsa ini, hancurlah bangsa ini, hanya dgn konspirasi arkansas connection, konglo cina busuk dukung Jokowi http://t.co/siRWlOnS2w 51. Mereka para konglomerat cina mau kuasai, rampok republik ini melalui bonekanya : jokowi ahok. Kita biarkan saja? http://t.co/vMNZO6Pw4y 52. Entah kenapa Presiden SBY diam saja melihat kehancuran negara di depan mata .... https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10152306880225499&id=96095225498 53. Inilah antony salim dibalik layar bersama james riady, edward suryajaya, eka tjipta, dll konglo busuk mau kuasai RI http://t.co/CE9fzXmBwz 54. Inilah gambaran skenario para konglomerat busuk - china - china connection - arkansas connection mau kuasai NKRI >>> 55. Jokowi Ahok, Dahlan Iskan, Hary Tanoe adalah ujung tombak konspirasi elit cina RI, china connection, arkansas connection mau kuasai RI 56. Mental pribumi yang lemah, doyan korup, karakter hancur sebagai bagian dari hasil cuci otak media2 milik konglo2 cina itu 57. Jadi permintaan teman fbker tadi, sebutkan nama tokoh cina indonesia yg menghancurkan indonesia, tdk bisa disebutkan satu per satu .buanyaak 58. Liem Sioe Liong, Muchtar Riady, antony salim, james riady, eka tjipta , william, edward suryajaya, dan 25 lagi > Mafia BLBI sdh pernah dibahas>> 59. SCTV milik klga suryaatmaja (iskandar, popo, edi), MNC Grup hary tanoe, Metro dan indosiar miliik salim dst pny andil http://t.co/JE7upuDgIQ 60. ciputra pemilik TEMPO dgn genk liberal pembenci islam dan pelopor LBGT pun punya andil hancurkan moral anak bangsa http://t.co/lSMswRxq0s 61. Jadi, jangan tanya siapa konglo cina yg menghancurkan RI, jawabnya : buanyak banget. Mayoritas. Hanya segelintir yg patriot nasionalis !! 62. Siapa tokoh negeri ini yg peduli dgn nasib NKRI yg kini dalam genggaman konglo2 cina melalui proxy2 dan boneka2nya ? Siapa ? Temukan mereka 63. Tokoh bangsa yg peduli dgn penegakan hukum, anti mafia/ koruptor, anti pada konglo cina hitam busuk, pro pada pribumi, itulah capres sejati 64. RI ini milik siapa ? Darah dan jiwa raga siapa yg tumpah dalam memperjuangkan dan merebut kemerdekaan RI ? Bukan nenek moyang konglo2 cina 65. Darah kakek nenek, ayah dan ibu kita yang membahasi bumi pertiwi. Kenapa Ibu Pertiwi malah diperkosa dan dikuasai mereka ? Bodohnya kita ! 66. Orang bilang pribumi malas dan bodoh. Salah !! itu akibat dari pembentukan karakter ratusan tahun penjajahan dan masa orba 67. Mari tiru malaysia yg memberikan kesempatan kaum bumiputera dgn Dasar Ekonomi Baru Malaysia, hingga perlahan namun pasti, bumiputera bangkit 68. Pribumi RI, pemilik sejati NEGARA INI, anak kandung IBU PERTIWI harus diberi kesempatan utk bisa mengejar ketinggalan dgn Dasar Ekonomi Baru 69. Dasar Ekonomi Baru RI hrs ditetapkan DPR, MPR, Presiden. Dibarengi penegakan hukum yg keras, tegas, adil, efisien. Cari Presiden yg tepat 70. Bukan Presiden boneka cina seperti Jokowi, bukan manusia anti agama dan pancasila seperti ahok. Mereka hanya kutu busuk konglo cina ! 71. Jika si Boneka Jokowi berkuasa dipastikan terjadi perang saudara, . Itu yg diinginkan asing. Ingat Clinton Progma : RI jadi 6 negara 72. Jika Jokowi glembuk jd presiden, si ahok penyebar paham sekuler liberal jadi Gub DKi, pasti Jakarta terbakar habis. Itu yg diinginkan asing 73. Inga ..inga ..inga ...tentara marinis AS di Darwin, Aussie terus bertambah. Obama sdh pastikan akan menjadi 67.000 mariner. Akan masuk ke RI 74. Rencana mengusung Jokowi jadi presiden boneka, dibarengi dgn penghancuran nilai2 terutama nilai2 islam. Lihat saja politaimen kasus2 di KPK 75. siapa James Riady, Muchtar riady ? Agen China Military Intelligence, bos Jokowi ? Baca laporan Dep kehakiman AS > http://t.co/1Kf8aLXjsv 76. Mau tahu bgmn james riady menyusup dlm pemerintahan AS dan jadi agta arkansas connection? Kini mau jajah RI ? Baca > http://t.co/gKBap4e7Cr 77. Hanya segelintir tokoh cina RI yg nasionalis, sisanya bangsat bajingan perampok penjajah NKRI >> http://t.co/fS5estoTbb 78. Yap Thiam, Kwik kian gie, soe hok gie, John Lie cs segelintir tokoh etnis cina patriot nasionalis. Yg lain? Benalu http://t.co/s6XQiL4iLy (JK: Pemimpin Harus Disegani) http://matanews.com/2014/03/03/jk-pemimpin-harus-disegani/
Selasa, 31 Desember 2013
REFLEKSI 2013: DARI DEMOKRASI PROSEDURAL KE SUBSTANSIAL
SUARA MERDEKA – Minggu, 29 Desember 2013
- Oleh A Zaini Bisri
- TAHUN 2013 sebentar lagi kita tinggalkan. Kasus terakhir yang sedang menjadi perhatian publik di negeri ini adalah proses hukum terhadap Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, tersangka suap terhadap mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, dalam sengketa Pilkada Lebak dan kasus korupsi alat kesehatan di Banten.Artinya, korupsi tetap mendominasi wacana publik hingga penghujung tahun. Subjeknya adalah kepala daerah. Sebagai perempuan gubernur pertama diIndonesia, Ratu Atut sekaligus menjadi perempuan gubernur pertama yang tersangkut masalah hukum. Dia simbol dari sebuah dinasti kekuasaan di era demokrasi dan juga bagian dari salah satu kekuatan politik di negeri ini, yaitu Partai Golkar.Kasus Atut melengkapi daftar 311 kepala daerah yang terjerat korupsi baik sebagai tersangka, terdakwa maupun terpidana, sejak pemilihan kepala daerah secara langsung digelar kali pertama pada 2005.Data tersebut membuktikan kebenaran sinyalemen bahwa transisi menuju pemilihan umum secara demokratis itu mudah. Banyak negara yang mencatat kisah sukses. Namun, konsolidasi demokrasi adalah sesuatu yang sulit. Banyak negara demokrasi baru yang tidak berhasil dalam penegakan hukum (rule of law). Itulah yang dinyatakan Francis Fukuyama dalam artikel ”Transitions to the Rule of Law” (Journal of Democracy, Januari 2010).Kesimpulan Fukuyama, guru besar ilmu politik yang terkenal lewat bukunya The End of History and the Last Man (1992), tampaknya berlaku juga bagi Indonesia.Problem utama konsolidasi demokrasi di negeri ini adalah penegakan hukum. Karena itu, Indonesia sering digambarkan sebagai ”negara demokrasi tanpa hukum”.Ketiadaan penegakan hukum membuat rakyat hidup semaunya. Tidak ada tertibsosial. Norma dan etika diabaikan. Lihatlah lalu lintas di jalan raya sebagai cermin kehidupan sosial. Undang-undang mengatur bahwa kendaraan yang berjalan lebih lambat mengambil jalur kiri.Namun, lihatlah, truk-truk dan sepeda motor yang berjalan di jalur tengah atau kanan. Bila diingatkan, mereka bukannya berterima kasih tapi cenderung melawan (Jawa: mokong).Hilang KepercayaanSuasana kehidupan sehari-hari di negeri ini cenderung mencerminkan suatu tatanan tanpa aturan dan pemimpin. Setiap orang merasa memiliki kebebasan untuk bertindak tanpa memedulikan aturan dan etika. Pengendara mobil selalu dianggap lebih kaya dan berpendidikan.Tapi, di banyak loket jalan tol, kita saksikan pengendara mobil seenaknya membuang karcis tol ke jalan.Di negeri seperti Inggris, negara dengan sedikit hukum tertulis, orang yang melanggar hukum (tertulis atau konvensi) akan merasa malu karena bakal dicap sebagai insan yang tidak beradab. Di negeri ini, orang cenderung bangga kalau bisa melanggar hukum.Sebagian besar penyebab timbulnya tatanan mobocracy (demokrasi gerombolan) ini adalah hilangnya kepercayaan rakyat terhadap elite politik. Rakyat kehilangan figur yang bisa diteladani.Di lain pihak, rakyat juga masih bersikap ambivalen terhadap pelanggar hukum. Kandidat kepala daerah yang main politik uang tetap dipilih, karena mereka tahu calon lain belum tentu bisa dipercaya.Salahkah sistem pilkada langsung? Itulah kesimpulan terburu-buru Kementerian Dalam Negeri, sehingga mengajukan usulan pilkada melalui DPRD dalam RUU Pilkada.Sejatinya, bukan sistemnya yang salah, akan tetapi sistem itu diciptakan tanpa jaminan penegakan hukum. Terhukum dalam sengketa pilkada selalu hanya menyangkut person atau mekanisme teknis, bukan lembaga politik.Selama pilkada dibiarkan tanpa dasar hukum yang kuat dan aplikatif, maka pemilu kepala daerah hanya perhelatan demokrasi prosedural yang tidak menjamin kualitas kepala daerah.Saatnya semua orang berpikir untuk memperbaiki proses pemilihan pemimpin yang fair, sehingga tercipta demokrasi yang substansial.Demokrasi substansial menilik pemilu dari sisi prosesnya, bukan hasil. Proses yang mampu melahirkan pemimpin melayani, bukan yang sekadar mengejar kekuasaan. Dalam istilah Max Weber, pemimpin yang will to serve, bukan will to power. Perbaikan proses ini penting menghadapi 2014 sebagai tahun politik. (87)
Minggu, 31 Maret 2013
Selasa, 29 Januari 2013
MANAJEMEN: Partai Politik Adalah
MANAJEMEN: Partai Politik Adalah: Sistem presidensial di Indonesia hingga saat ini belum dapat mewujudkan secara penuh pemerintahan yang kuat dan efektif. Dalam rangka menci...
Sabtu, 06 Oktober 2012
Kamis, 14 Juni 2012
Raden Wijaya, pendiri Majapahit
rADEN WIJAYA
oleh Renny Masmada
Raden Wijaya adalah pendiri Kerajaan Majapahit. Menurut Kidung Harsawijaya, penobatannya sebagai raja Majapahit berlangsung pada candrasangkala purneng kartikamasa panca dasi sukleng catur (tanggal 15 bulan Kartika, Oktober-Nopember tahun 1293).
Namun menurut Nagarakretagama XLV/1 berlangsung pada candrasangkala masa-rupa-surya, 1216 (=1294M), sesuai dengan Serat Pararaton yang mencatat pada tahun saka rasa-rupa-dwi-sitangsu, 1216 (=1294M) sesuai dengan piagam Kudadu yang juga bertarikh 1294, tercatat namanya: Nararya Sanggramawijaya.
Raden Wijaya ialah putra Dyah Lembu
Tal (Mahisa Campaka), cucu Narasingamurti. Menantu Sri Kertanegara
(pamannya) karena mengawini 4 orang puteri Kertanagara, yaitu:
- Tribhuwana, puteri sulung, tidak tercela, sangat ulung dalam permainan kata (mahalalita).
- Mahadewi, sangat rupawan tidak bertara, menjadi landasan percintaan Sri Baginda.
- Jayendradewi biasa disebut Prajnyaparamita, cantik manis menawan hati, sangat setia dan mempunyai sifat-sifat luhur.
- Gayatri, puteri bungsu, bergelar Rajapatni, yang paling dikasihi oleh raden Wijaya., dan membuahkan dua orang puteri, yang pertama Tribhuanatunggadewi dan yang kedua Dyah Wiyat Sri Rajadewi.
Selain dengan keempat puteri
Kertanagara, Raden Wijaya juga mengawini Dara Petak atau yang bergelar
Indreswari, puteri Tribhuanaraja dari Suwarnabhumi, Jambi. Dari
perkawinannya ini lahirlah Jayanagara.
Raden Wijaya diarcakan sebagai Harihara
di candi Simping atau Sumberjati. Menurut Nagarakretagama pupuh XLVII/3,
raja Kertarajasa Jayawardhana mangkat pada tahun Saka Matryaruna, 1231
(=1309 M), dicandikan di Simping, jenazahnya dimakamkan di Antahpura
(istana). Bahkan di Nagarakretagama pupuh LXXVII/3 toponim Trawulan
disebut sebagai tempat makam rajadiraja. Slamet Mulyana berkesimpulan
bahwa Kertarajasa Jayawardhana dimakamkan di Trawulan, istana Majapahit pada tahun 1309. Kertarajasa memeluk agama Siwa, namun konon Dewa Wisnu menitis ke dalam dirinya.
Senin, 11 Juni 2012
Kamis, 07 Juni 2012
Survei: Popularitas Gerindra dan Nasdem Naik
JAKARTA, KOMPAS.com — Pada Pemilu 2014, Partai Gerindra dan Partai Nasdem diprediksi bisa mendulang perolehan suara yang cukup besar.
Hal tersebut berdasarkan survei terbaru Soegeng Sarjadi Syndicate yang menunjukkan perolehan suara kedua partai tersebut meningkat tajam dari sebelumnya.
"Fenomena kecermelangan Gerindra dan Nasdem tersebut karena memperoleh aliran suara dari Demokrat. Ini diduga karena kader Demokrat banyak tersangkut kasus korupsi," ungkap Dahlan, yang menjabat sebagai koordinator SSS, Rabu (6/6/2012), di Hotel Four Seasons, Jakarta.
Partai Gerindra yang dimotori oleh Prabowo pada Pemilu 2009 hanya mendapatkan 4,46 persen. Namun, berdasarkan survei yang dilakukan SSS pada 14-24 Mei 2012, Gerindra mendapat 10,5 persen suara pemilih.
Adapun Nasdem yang lahir pada 26 Juli 2011 memperoleh suara 4,8 persen responden. Angka ini meningkat dibandingkan dengan survei sebelumnya pada Oktober 2011. Saat itu, Nasdem hanya memperoleh 1,7 persen responden.
"Dengan angka yang meningkat ini, diperkirakan partai yang dimotori Surya Paloh ini akan lolos ke Senayan," ungkap Dahlan.
Survei yang dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada 2.192 responden ini menunjukkan bahwa responden lebih memilih partai yang nasionalis.
Menurut para responden, alasan mereka memilih partai tersebut karena dekat dengan rakyat, tokoh pemimpin partai, ideologi, program, dan isu kebijakan dari partai tersebut.
Selasa, 13 Maret 2012
Minggu, 05 Februari 2012
TAMBOKOTO - PDRI: Mengapa Jarang Disebut?
PDRI: Mengapa Jarang Disebut?
(Ahmad Syafii Maarif)
Selama enam bulan 21 hari (22 Desember 1948 s/d 13 Juli 1949), pusat pemerintahan Republik Indonesia dialihkan ke tangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), pimpinan Sjafruddin Prawiranegara, yang semula sebagai Menteri Kemakmuran dalam Kabinet Hatta. Seperti kita ketahui bahwa pada 19 Desember 1948, Jogjakarta diduduki tentara Belanda, Soekarno-Hatta menyerah, sebuah kejadian sejarah yang sangat menghina dan berbahaya pada waktu itu. Bayangkan Soekarno-Hatta terpaksa mengibarkan bendera putih tanda menyerah kepada Belanda di Istana Negara Jogjakarta pada tanggal di atas. Tiga hari kemudian para tawanan itu diasingkan Belanda ke Bangka dan ke Berastagi.
Tetapi, untungnya Kabinet Hatta masih sempat mengadakan sidang pada tanggal 19 itu dan memutuskan memberi mandat kepada Sjafruddin yang sejak November 1948 ada di Sumatra Barat untuk membentuk pemerintah darurat. Sejak tanggal itu kekuasaan pemerintahan telah berpindah ke tangan Sjafruddin sekalipun kawat mandat baru diterimanya berbulan-bulan kemudian. Mandat serupa juga dikirimkan kepada Dr Soedarsono, LN Palar, dan AA Maramis, yang sedang berada di India agar mereka membentuk pemerintah pengasingan, sekiranya Sjaruddin gagal dalam usahanya.
Demikianlah pada 22 Desember 1948, Sjafruddin bersama tokoh-tokoh yang ada di Sumbar mengadakan rapat di Halaban dalam wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota untuk membentuk PDRI. Kelompok Sumatra ini melakukan semuanya ini lebih didasarkan pada intuisi politik, sebab mandat belum sampai ketika itu. Kabinet Darurat ini terdiri dari Sjafruddin sebagai ketua, dibantu oleh T Moh Hasan, Moh Rasjid, Lukman Hakim, Mananti Sitompul, Indratjahja, dan Mardjono Danubroto. Kemudian kabinet PDRI dilengkapi dengan pejabat-pejabat penting lainnya: Letjen Soedirman (di Jawa), Kol AH Nasution (di Jawa), Kol Hidajat, Kol Nazir. Kol Soejono, dan Umar Said sebagai Kepala Kepolisian Negara. Bulan Maret 1949, setelah hubungan dengan Jawa semakin lancar, Kabinet PDRI disempurnakan lagi dengan memasukkan nama-nama besar, sementara ketuanya tetap di tangan Sjafruddin yang terus bergerilya di hutan-hutan Sumatra Barat.
Selain Halaban, negeri-negeri seperti Sumpur Kudus, Silantai, Tamparungo, Koto Tinggi, Bidar Alam, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah PDRI. Bidar Alam (Solok Selatan) adalah negeri yang terlama ditempati PDRI. Pemancar radio PDRI terdapat pula di Ranau (Sumsel), Tungkal (Riau), Bireun Takengon, Kutaraja, Tangse (Aceh), Rao (Pasaman), Siborong-borong (Tapanuli). Untuk Jawa kita mengenal pemancar Playan (Wonosari), Kulonprogo, dan di lereng Gunung Lawu. Negara-negara sahabat yang sangat berjasa membantu Indonesia pada masa genting itu ialah India dan Myanmar (dulu Burma). Dari Indialah, terutama, kegiatan-kegiatan PDRI dipancarkan ke seluruh penjuru dunia.
Selama bergerilya, PDRI banyak sekali mendapat kesulitan, maklumlah kondisi transportasi dan komunikasi amat sederhana dan senantiasa diincar Belanda. Tetapi, yang agak menimbulkan gesekan internal dengan Kelompok Bangka ialah Pernyataan Roem-Royen pada 7 April 1949. Mengapa yang melakukan perundingan adalah Kelompok Bangka yang tidak punya kekuasaan secara legal formal, bukan PDRI, pemerintah yang sah? Jenderal Soedirman juga mempertanyakan masalah ini. Kemudian, PDRI dalam rapatnya di Sumpur Kudus pada 16 Mei 1949 resmi menolak Pernyataan Roem-Royen itu, sekalipun kemudian mereka tidak membangkang, demi menjaga keutuhan bangsa dan negara. Roem adalah kolega Sjafruddin dalam Partai Masyumi, tetapi tertawan bersama Soekarno-Hatta dan lain-lain.
Basis kekuatan PDRI adalah menyatunya sipil dan militer dengan dukungan penuh dari rakyat jelata. Dengan kata lain, di Sumatra tidak dikenal istilah persoalan sipil-militer, seperti yang terdapat di Jawa. Soedirman jelas susah mengikuti cara-cara pemimpin sipil berdiplomasi menghadapi Belanda. Di Sumatra, keadaannya lain sama sekali. Militer di Sumatra tunduk sepenuhnya kepada PDRI, karena pemerintah darurat ini adalah gabungan kekuatan sipil dan militer.
Demikianlah setelah berlangsung sekian bulan PDRI memainkan peran kenegaraannya, akhirnya pada 13 Juli 1949, Sjafruddin menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden Soekarno (yang sudah bebas) di Jogjakarta. Pertanyaan yang masih tersisa tetap saja: mengapa PDRI yang begitu berjasa menyelamatkan eksistensi bangsa dan negara dalam kondisi yang serba sulit seakan-akan telah terlupakan, khususnya di kalangan generasi muda? .
Bidar Alam
Pasti sebagian besar pembaca tidak kenal nama ini, sebab ia hanyalah sebuah nagari kecil di Solok selatan. Seperti halnya Sumpur Kudus dan Koto Tinggi, Bidar Alam bahkan merupakan tempat yang terlama dijadikan pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, atau lebih populer dengan sebutan PDRI, pimpinan Sjafruddin Prawiranegara.
Seperti telah dimaklumi, Bung Karno dan Bung Hatta serta sebagian anggota kabinet Hatta telah ditawan Belanda di Yogyakarta pada 19 Desember 1948 untuk kemudian diasingkan ke luar Jawa. Mengapa Bidar Alam yang dipilih? Pertimbangannya sederhana, yaitu dari segi keamanan dan logistik. Halaban, tempat pembentukan PDRI, jelas sangat rentan terhadap incaran dan serangan Belanda.
Maka, melalui perjalanan panjang yang sangat melelahkan, awal Januari 1949 rombongan PDRI sampailah di Bidar Alam, 20 km dari Padang Aro, ibu kota Kabupaten Solok Selatan yang baru dibentuk setahun yang lalu. Sekarang transportasi ke sana sudah lancar, tetapi pada waktu itu orang harus melalui jalan setapak atau dengan perahu melalui Sungai Sangir dengan menyongsong arusnya yang sangat deras. Itulah yang terjadi, dengan menggunakan tiga perahu Sjafruddin dengan rombongan sebanyak 39 orang yang datang dari Pulau Punjung, pada Januari 1949 mendarat di Bidar Alam, nagari yang sangat berjasa yang untuk sekian dasawarsa dilupakan begitu saja.
Jangankan Bidar Alam, Presiden Soekarno setelah dibebaskan dari tawanan Belanda dan kembali ke Yogyakarta, dalam Pidato 17 Agustus 1949, nama Sjafruddin dan PDRI pun tidak disebut sama sekali, padahal Sjafruddin baru sebulan lebih sedikit menyerahkan mandatnya kembali kepada Soekarno-Hatta, yaitu pada 13 Juli 1949. Ternyata memang tidak mudah bagi seorang pemimpin menghargai jasa orang, yang tidak lain adalah tokoh yang pernah diberinya mandat untuk meneruskan perjuangan. Sejarah Indonesia modern juga memuat kejadian-kejadian yang menggelikan, sekalipun secara moral susah sekali dicerna.
Apakah ini memang bagian dari sikap penguasa yang tidak mau berbagi popularitas dengan orang lain? Saya tidak tahu apakah memang begini konstruk mental sebagian pemimpin kita. Jika memang begitu, jangan terlalu berharap banyak bahwa demokrasi akan tumbuh subur di negeri ini. Kembali kepada alur cerita tentang perahu. Terlihat di sini betapa setianya juru kemudi kendaraan air itu mendayung perahunya, demi melindungi pemimpin yang sedang berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Nagari ini dengan penduduk sekitar 3.000 jiwa pada waktu itu (sekarang hanya 4.000 jiwa karena banyak yang merantau) adalah kawasan makmur dengan hasil-hasil hutannya, terutama karet rakyat. Dengan demikian, logistik tidak terlalu menjadi masalah, sebab rakyat yang sedang demam kemerdekaan sudah tidak rela negerinya dijajah kembali. PDRI bagi mereka adalah juru selamat itu, dan karena itu mereka akan mengorbankan apa saja, demi bangsa dan negara. Jangan dikira rakyat jelata tidak mau berkorban, bahkan mungkin yang terjadi sebaliknya, pemimpin yang sering mengorbankan rakyat.
Salah seorang yang menyambut rombongan adalah Djam’an yang sempat saya temui di sana pada saat HUT ke-56 PDRI, pada 6-7 Januari 2005, sekalipun sebenarnya kelahiran PDRI adalah 22 Desember, seperti tersebut di atas. Djam’an yang kemudian juga bertindak sebagai salah seorang komandan pasukan pengawal PDRI, adalah di antara anak bangsa yang berjasa pada saat-saat yang sangat sulit dan berbahaya itu. Dalam usia yang sudah sepuh, Djam’an dan mereka yang masih hidup tentu boleh bangga, karena pada akhirnya PDRI berhasil mematahkan ocehan dan halusinasi Belanda bahwa Republik Indonesia yang baru berusia sekitar tiga tahun itu akan segera tamat riwayatnya, karena pemimpin puncaknya telah ditawan.
Tentara Belanda memang tidak pernah menginjakkan kakinya di Bidar Alam, nagari kecil yang tersuruk itu. Paling-paling mereka sampai di Muara Labuh, atau terjun payung sebentar di Padang Aro, kemudian hengkang ke Kurinci. Saya tidak tahu siapa yang mengatur strategi perjuangan sehingga Bidar Alam bertahan menjadi pusat perjuangan selama beberapa bulan, tanpa terobosan musuh.
(Sumber: Resonansi Republika OnLine)
Selasa, 31 Januari 2012
TAMBOKOTO - SEJARAH PDRI
KRONOLOGIS SEJARAH PDRI
19 DESEMBER 1948 - 13 JULI 1949
19 DESEMBER 1948 YOGYAKARTA DAN BUKITTINGGI DISERANG BELANDA. SECARA SERENTAK KABINET HATTA MENGELUARKAN DUA SURAT MENDAT TENTANG PEMBENTUKAN PEMERINTAH DARURAT UNTUK MR. SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA DI BUKITTINGGI DAN MR. AA MARAMIS DI NEW DELHI. PADA SAAT YANG SAMA MR. SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA MENGADAKAN RAPAT DARURAT DENGAN PARA PEMIMPIN DI BUKITTINGGI DAN MENGUMUMKAN SECARA TERBATAS TENTANG PEMBENTUKAN PDRI.20 DESEMBER 1948 RAPAT-RAPAT DILAKUKAN DI BUKITTINGGI , SEMENTARA ARUS PENGUNGSI KE LUAR KOTA MULAI TERJADI. KEPALA STAF AURI KOMODOR H. SOEJONO MEMERINTAHKAN PENYELAMATAN DUA STASIUN RADIO PHB AURI DENGAN MEMBAWANYA KE HALABAN (PAYAKUMBUH SELATAN) DAN PIOBANG. STASIUN RADIO TERSEBUT ADALAH:21 DESEMBER 1948 ROMBONGAN PEMERINTAH SIPIL, TERMASUK MR. SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA DAN MR. TEUKU HASAN MENGINGGALKAN BUKITTINGGI UNTUK SETERUSNYA MENGUNGSI KE HALABAN. PARA TOKOH LAIN, PANGLIMA SUMATERA KOL. HIDAYAT, KEPALA KEPOLISIAN SUMATERA BARAT KOMISARIS SULAIMAN EFFENDI DAN SEJUMLAH PEMIMPIN MENYINGKIR KE LUBUK SIKAPING, PASAMAN. STASIUN AURI PIMPINAN LUHUKAY TIBA DI HALABAN TETAPI TIDAK SEMPAT MENGUDARA KARENA DIBUMIHANGUSKAN DI HALABAN.STASIUN PEMANCAR PIMPINAN M JACOB LOEBIS SAMPAI DI PIOBANG, PAYAKUMBUH UNTUK SETERUSNYA DIBAWA KE KOTO TINGGI. TENGAH MALAM, KOTA BUKITTINGGI DIBUMIHANGUSKAN.22 DESEMBER 1948 PEMBENTUKAN KABINET PDRI DI HALABAN. STASIUN RADIO PHB AURI PIMPINAN TAMIMI DISERAHKAN OLEH KOMODOR H. SOEJONO KEPADA PDRI (SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA) UNTUK MELAYANI KOMUNIKAS RADIO MR SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA BESERTA ROMBONGANNYA. STASIUN RADIO ITU IKUT BERGERILYA HINGGA KE TAMPAT PENGUNGSIAN DI BIDAR ALAM23 DESEMBER 1948 STASIUN RADIO TAMIMI DI HALABAN UNTUK PERTAMA KALI DAPAT BERHUBUNGAN DENGAN STASIUN RADIO AURI YANG LAIN, BAIK YANG BERADA DI JAWA MAUPUN DI SUMATERA (RANAU, JAMBI, SIBORONG-BORONG DAN KOTARAJA). SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA MERASA GEMBIRA MENERIMA LAPORAN TES KEMAMPUAN STASIUN RADIO PDRI DAN MENGUMUMKAN BERDIRINYA PDRI.24 DESEMBER 1948 MENJELANG SUBUH, ROMBONGAN PDRI DIBAWAH PIMPINAN SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA, MENINGGALKAN HALABAN MENUJU KE ARAH PEKANBARU, MELALUI LUBUK BANGKU DAN BANGKINANG. STASIUN RADIO TAMIMI DENGAN SEMUA PERALATAN PENGIRIM DAN PENERIMA DITEMPATKAN PADA SEBUAH JIP, MENGIKUTI ROMBONGAN PDRI. AWAK (CREW) STASIUN RADIO TERSEBUT ADALAH :24 - 26 DESEMBER 1948 ROMBONGAN RASJID TIBA DI KOTO TINGGI, DILENGKAPI DENGAN BEBERAPA SET PERLENGKAPAN STASIUN RADIO :27 - 28 DESEMBER 1948 ROMBONGAN SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA SEGERA MENGINGGALKAN BANGKINANG, MENUJU TARATAK BULUH DAN MENYEBERANGI SUNGAI KAMPAR UNTUK MENERUSKAN PERJALANAN KE TELUK KUANTAN. BEBERAPA SEDAN TERPAKSA DITINGGALKAN, DITENGGELAMKAN KEDALAM SUNGAI. SETELAH MELEWATI BEBERAPA KAMPUNG, ANTARA LAIN LIPAT KAIN DAN MUARA LEMBU, JIP BERISI PERALATAN SENDER TERBALIK, MASUK KUBANGAN LUMPUR BESERTA SELURUH PENUMPANGNYA. PENUMPANG JIP ITU ADALAH SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA, TAMIMI (YANG BERTINDAK SEBAGAI SUPIR), OEDOJO DAN KUSNADI. SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA KEHILANGAN KACAMATANYA, UNTUNGLAH JIP BESERTA PERALATAN PENGIRIM TIDAK MENGALAMI KERUSAKAN, MESKIPUN MEMERLUKAN WAKTU SEHARI SEMALAM UNTUK DIBERSIHKAN DAN DIKERINGKAN. SEDANGKAN SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA BERUUNTUNG MENDAPATKAN KACAMATA "BARU" DARI SEORANG DOKTER YANG BERTUGAS DI WILAYAH ITU29 DESEMBER 1948 PERJALANAN KE TELUK KUANTAN, DITEPI SUNGAI KUANTAN. MEREKA MENGINAP DITEMPAT ITU. SEMENTARA ITU, PANGLIMA KOL. HIDAYAT SINGGAH DI KOTO TINGGI DALAM PERJALANAN CROSS-COUNTRY DAI SELATAN KE UTARA SUMATERA, HINGGA KE ACEH. HIDAYAT MENGADAKAN RAPAT DENGAN GUBERNUR RAJID DAN MENGAMBIL KEPUTUSAN MEROMBAK PEMERINTAHAN SIPIL MENJADI PEMERINTAHAN MILITER. SEMUA PEJABAT GUBERNUR SIPIL DAN SEGENAP JAJARANNYA DIMILITERKAN DAN SEMUA WAKIL GUBERNUR DIANGKAT DARI TOKOH MILITER.30 - 31 DESEMBER 1948 ROMBONGAN SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA MENERUSKAN PERJALANAN DENGAN BERJALAN KAKI DARI TALUK KE SUNGAI DAREH. SEMUA KENDARAAN DITINGGALKAN DI TALUK. PADA SUATU TEMPAT TERTENTU ANTARA TALUK DAN SUNGAI DAREH, PERALATAN SENDER DIANGKUT MELALUI HUTAN DENGAN LORI BEKAS JEPANG. PENUMPANG LORI HANYA DUA ORANG, YAITU IR. INDRATJAHJA DENGAN MASINIS OEDOJO (TELEGRAFIS) SEBAGAI PENJAGA PERALATAN SENDER.1 JANUARI 1949 TAHUN BARU ! ROMBONGAN MENGINAP SELAMA TIGA HARI DI SUNGAI DAREH, BERISTIRAHAT DAN MERAYAKAN TAHUN BARU. STASIUN RADIO SEMPAT MENGIRIM UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU KEPADA SELURUH STASIUN RADIO AURI DI JAWA DAN SUMATERA YANG MELAYANI PEMERINTAHAN SIPIL DAN MILITER3 JANUARI 1949 ROMBONGAN SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA BERANGKAT DARI SUNGAI DAREH KE BIDAR ALAM VIA ABAI SIAT DAN ABAI SANGIR. ROMBONGAN DIBAGI MENJADI TIGA :4 - 5 JANUARI 1949 ROMBONGAN STASIUN RADIO TIBA DI ABAI SIAT DAN BERSIAP-SIAP MENUJU ABAI SANGIR (FROM ABAI TO ABAI). BEBERAPA PERALATN SENDER YANG TIDAK BEGITU PENTING TERPAKSA DITINGGALKAN DITENGAH PERJALANAN KARENA MEDAN YANG DITEMPUH SANGAT BERAT.7 - 9 JANUARI 1949 ROMBONGAN STASIUN RADIO BERISTIRAHAT SELAMA KURANG LEBIH SATU MINGGU DI ABAI SANGIR. KETIKA ROMBONGAN STASIUN RADIO BERADA DI SANGIR, ROMBONGAN KEUANGAN YANG DIPIMPIN MR. LOEKMAN HAKIM SUDAH TIBA DI MARO TEBO, DAN SIAP-SIAP MELANJUTKAN PERJALANAN KE BIDAR ALAM. SELAMA DI ABAI SANGIR, STASIUN RADIO TETAP MENGUDARA.10 JANUARI 1949 BELANDA MENYERANG KOTO TONGI DARI BASISNYA DI PAYAKUMBUH15 JANUARI 1949 TRAGEDI SITUJUAH BATUR. RAPAT BESAR PEMIMPIN SUMATERA BARAT DI SITUJUAH BATUR DIGREBEK PATROLI BELANDA. BANYAK ORBAN JATUH TERMASUK BEBERAPA TOKOH TERKEMUKA DI SUMATERA BARAT DAN PULUHAN PRAJURIT DAN BNK DI NAGARI INI.16 JANUARI 1949 ROMBONGAN STASIUN RADIO BESERTA MR. TEUKU HASAN TIBA DI BIDAR ALAM. ROMBONGAN SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA SUDAH TIBA DISANA TERLEBIH DAHULU. SEKITAR MINGGU TERAKHIR JANUARI 1949, SELURUH ROMBONGAN SECARA LENGKAP SUDAH BERADA DI BIDAR ALAM17 JANUARI 1949 STASIUN RADIO PDRI BERHASIL MELAKUKAN KONTAK DENGAN NEW DELHI21 JANUARI 1949 SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA MENGIRIMKAN UCAPAN SELAMAT KEPADA NEHRU DAN PESERTA KONFERENSI NEW DELHI TENTANG INDONESIA.22 JANUARI 1949 KONFERENSI NEW DELHI YANG DIHADIRI OLEH 19 NEGARA ASIA, TERMASUK DELEGASI PENINJAU, MENGELUARKAN RESOLUSI (RESOLUSI NEW DELHI), YANG BERISI PROTES TERHADAP AGRESI MILITER BELANDA DAN MENUNTUT PENGEMBALIAN TAWANAN POLITIK (SOEKARNO-HATTA) DAN SEMUA PEMIMPIN REPUBLIK KE YOGYAKARTA23 JANUARI 1949 MR. RASJID DARI KOTO TINGGI MENGIRIMKAN UCAPAN SELAMAT ATAS KEBERHASILAN KONFERENSI NEW DELHI28 JANUARI 1949 DK-PBB MENGELUARKAN RESOLUSI TENTANG MASALAH INDONESIA29 JANUARI 1949 HUBUNGAN PDRI DENGAN PARA PEMIMPIN DI JAWA MULAI DAPAT DIBUKA LEWAT TELEGRAM. KOLONEL TB SIMATUPANG WAKIL KEPALA STAF APRI, YANG MELAPORKAN PERKEMBANGAN DI JAWA KEPADA PDRI PUSAT DI SUMATERA. LAPORAN INI KEMUDIAN PADA 12 FEBRUARI, DISUSUL DENGAN LAPORAN KOL AH NASUTION KEPADA KETUA PDRI.7 FEBRUARI 1949 MENTERI KASIMO, ATAS NAMA KPPD, MELAPORKAN PERKEMBANGAN TERAKHIR DI JAWA SEBAGAI TANGGAPAN ATAS TELEGRAM KETUA PDRI, 15 JANUARI 19498 - 30 FEBRUARI 1949 KOMUNIKASI ANTARA TOKOH PDRI DI SUMATERA DAN JAWA DAPAT DIINTENSIFKAN SEHINGGA KEPEMIMPINAN DAN STRATEGI PERJUANGAN MENGHADAPI KEKUATAN MILITER BELANDA SEMAKIN TERKONSOLIDASI.28 FEBRUARI - MARET 1949 SERANGAN BALIK KE IBUKOTA BERDASARKAN GAGASAN CEMERLANG PENGUASA TERTINGGI REPUBLIK DI YOGYA, SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO. SERANGAN ITU DILAKSANAKAN OLEH PARA PRAJURIT YANG BERMARKAS DISEKITAR YOGYA, DIPIMPIN OLEH LETKOL SOEHARTO.2 - 29 MARET 1949 KONTAK ANTARA PDRI DI SUMATERA DAN PDRI DI JAWA3 MARET 1949 STASIUN RADIO DICK TAMIMI DI BIDAR ALAM MENERIMA RADIOGRAM DARI WONOSARI TENTANG SERANGAN 1 MARET 1949 (6 JAM DI YOGYA). RADIOGRAM TERSEBUT LANGSUNG DIKIRIM KE SELURUH STASIUN RADIO AURI DI SUMATERA, TERMASUK KOTO TINGGI, ACEH. KABAR ITU OLEH STASIUN AURI KOTO TINGGI , DIKIRIMKAN PULA KE PERWAKILAN RI DI NEW DELHI MELALUI SURAT STASIUN RADIO DI INDIA. BERITA YANG SAMA JUGA DISEBARKAN OLEH STASIUN RADIO AURI DI ACEH (BELAKANGAN DIKETAHUI BAHWA STASIUN RADIO AURI DI ACEH BERADA DI DESA TANGSE DAN DI KOTARAJA), YANG TERNYATA MEMPUNYAI HUBUNGAN DENGAN STASIUN RADIO ANGKATAN DARAT BURMA . ATAS IZIN PEMIMPIN AD BURMA SAAT ITU, STASIUN RADIO ANGKATAN DARAT BURMA DAPAT DIGUNAKAN OLEH OPSIR MUDA UDARA III SOEMARMO UNTUK BERHUBUNGAN DENGAN STASIUN RADIO AURI DI ACEH. SOEMARMO, TELEGRAFISBERSAMA OPSIR UDARA III WIWEKO, PENERBANG, BERADA DI BURMA DALAM RANGKA PENERBANGAN RI SEULAWAH.31 MARET 1949 PENYEMPURNAAN SUSUNAN KABINET PDRI. KEANGGOTAAN KABINET DOPERLENGKAPI DENGAN PARA MENTERI YANG MASIH AKTIF DI JAWA, TERMASUK MR. MARAMIS, MENTERI KEUANGAN DALAM KABINET HATTA, YANG DIANGKAT SEBAGAI MENTERI LUAR NEGERI PDRI YANG BERKEDUDUKAN DI NEW DELHI1 APRIL 1949 PANGLIMA BESAR SOEDIRMAN AKHIRNYA MEMILIH MENETAP DI DESA SOBO, SETELAH MENGUNGSI DAN BERGERILYA SEJAK MUNDUR DARI YOGYA, SUBUH 19 DESEMBER 1948. BELIAU MENETAP DIDESA ITU HINGGA KEMBALI KE YOGYA, 10 JULI 194915 - 25 APRIL 1949 ROMBONGAN SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA SECARA BERTAHAP MENINGGALKAN BIDAR ALAM MENUJU SUMPUR KUDUS, TEMPAT MUSYAWARAH BESAR PEMIMPIN PDRI AKAN DIADAKAN.4 MEI 1949 ROMBONGAN GUBERNUR MILITER MR. RASJID DARI KOTO TINGGI DAN MR. M. NASROEN, MANTAN WAKIL GUBERNUR SUMATERA TENGAH YANG DIANGKAT SEBAGAI KOMISARIS PEMERINTAH PUSAT UNTUK SUMATERA TENGAH, TIBA DI SUMPUR KUDUS5 MEI 1949 ROMBONGAN PDRI SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA, SECARA LENGKAP TIBA DI DESA CALAU, SUMPUR KUDUS. ROMBONGAN PDRI MENINGGALKAN BIDAR ALAM DENGAN NAIK PERAHU DAN BERJALAN KAKI, MELALUI DESA-DESA ANTARA LAIN ABAI SIAT, SUNGAI DAREH, KILIRAN JAO, SUNGAI BETUNG, PADANG TAROK TAPUS, DURIAN GADANG, MANGANTI (MENGINAP SATU MALAM) DAN AKHIRNYA TIBA DI DESA CALAU, SILANTAI, SUMPUR KUDUS.7 MEI 1949 PERNYATAAN ROEM-ROYEN DI JAKARTA DISUSUL DENGAN REAKSI KERAS DARI PIHAK OPOSISI, PDRI DAN PANGLIMA BESAR SOEDIRMAN9 MEI 1949 ROMBONGAN SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA MENINGGALKAN CALAU, MENUJU SUMPUR KUDUS. SETELAH MENEMPUH SATU HARI PERJALANAN, ROMBONGAN TIBA DISEBUAH DATARAN TINGGI. SAAT ITU ANGGOTA ROMBONGAN DIPECAH TIGA : ROMBONGAN SJAFRUDIN PRAWIRANEGARA KE DESA SILANGIT DAN SILANTAI, STASIUN RADIO SJAFRUDIN KE DESA GUGUK SIAUR DAN ROMBONGAN KEUANGAN KE DESA PADANG AUR DAN DESA-DESA LAIN DISEKITARNYA. DIDAERAH AMPALU ITU, KRU STASIUN RADIO AURI BERTEMU DENGAN KRU STASIUN RADIO PTT DIDESA TAMPORUNGO, SUNGAI NANIANG DAN DESA-DESA LAIN. SEJAK SAAT ITU, KEGIATAN STASIUN RADIO DICK TAMIMI SEMAKIN INTENSIF14 - 17 MEI 1949 SIDANG PARIPURNA KABINET PDRI DI SILANTAI, SUMPUR KUDUS, DIDAERAH AMPALU. DI TEMPAT ITU BERKUMPUL SEMUA ANGGOTA KABINET PDRI YANG BERADA DI BIDAR ALAM DAN KOTO TINGGI, UNTUK MEMBICARAKAN REAKSI PDRI TERHADAP PRAKARSA PERUNDINGAN YANG DILAKUKAN OLEH PARA PEMIMPIN YANG DITAWAN DI BANGKA (SOEKARNO-HATTA) PDRI MENGELUARKAN PERNYATAAN YANG MENOLAK PRAKARSA PERUNDINGAN KELOMPOK BANGKA.18 MEI -19 JUNI 1949 SJAFRUDDIN TIDAK KEMBALI KE BIDAR ALAM, MELAINKAN TETAP BERSAMA SELURUH ANGGOTA ROMBONGAN BERANGKAT KE KOTO TINGGI.2 JUNI 1949 SJAFRUDDIN MELAKUKAN KONTAK RADIOGRAM DENGAN HATTA VIA KOL.HIDAYAT, PANGLIMA SUMATERA YANG BERMARKAS DI ACEH.5 - 10 JUNI 1949 HATTA BERANGKAT KE ACEH UNTUK MENCARI PDRI19 JUNI - 30 JULI 1949 STASIUN RADIO AURI TAMIMI (WALAUPUN TANPA TAMIMI LAGI, KARENA YANG BERSANGKUTAN TELAH IKUT KE KOTO TINGGI) MASIH BERADA DI SIAUR UNTUK BERISTIRAHAT. MEREKA IKUT BERPUASA DAN BERLEBARAN DI DESA SIAUR, PADA TANGGAL 27 JULI 1949.2 - 3 JULI 1949 UTUSAN HATTA (TERDIRI ATAS DR.LEIMENA, MOH.NATSIR DAN DR.A.HALIM) YANG HENDAK MENEMUI SJAFRUDDIN DI KOTO TINGGI, TIBA DI PADANG. SETELAH MENGINAP SEMALAM DI HOTEL MUARO, MEREKA BERANGKAT DENGAN KONVOI KE BUKITTINGGI DAN SETERUSNYA KE PAYAKUMBUH. KEADAAN PADA WAKTU ITU BELUM AMAN, SEHINGGA KENDARAAN MEREKA PALING KURANG HARUS BERHENTI LIMA KALI, KARENA DICEGAT OLEH GERILYAWAN.6 - 7 JULI 1949 PERUNDINGAN ANTARA UTUSAN HATTA DAN PDRI BERLANGSUNG DI KOTO KACIAK, PADANG JAPANG, PAYAKUMBUH. SETELAH MELALUI PERUNDINGAN YANG ALOT DAN MENEGANGGANGKAN, SJAFRUDDIN BERHASIL DIAJAK KEMBALI KE YOGYA, MENANDAI TERJADINYA RUJUK ANTARA PDRI DAN KELOMPOK BANGKA.6 - 8 JULI 1949 ROMBONGAN PEMIMPIN DARI BANGKA TIBA DI YOGYA. DUA HARI KEMUDIAN UTUSAN HATTA TIBA PULA DI IBU KOTA.10 JULI 1949 SJAFRUDDIN DAN PANGLIMA BESAR SOEDIRMAN MEMASUKI YOGYA. SJAFRUDDIN BERTINDAK SEBAGAI INSPEKTUR UPACARA PENYAMBUTAN PARA PEMIMPIN YANG KEMBALI KE YOGYA.13 JULI 1949 SIDANG KABINET HATTA PERTAMA SEJAK AGRESI KEDUA BELANDA, DENGAN ACARA POKOK PENGEMBALIAN MANDAT PDRI OLEH SJAFRUDDIN KEPADA SOEKARNO-HATTA.25 JULI 1949 BADAN PEKERJA KNIP, DALAM SIDANG PERTAMA YANG DIPIMPIN MR.ASAAT, MENYETUJUI PERNYATAAN ROEM ROYEN, TETAPI DENGAN PERSYARATAN YANG DIAJUKAN PDRI MELALUI PENGUMUMAN PADA 14 JUNI. PERSYARATAN ITU IALAH : (1) TNI TETAP BERADA DI DAERAH YANG DIDUDUKINYA; (2) TENTARA BELANDA HARUS DITARIK DARI DAERAH YANG DIDUDUKINYA; (3) PEMULIHAN PEMERINTAH RI DI YOGYAKARTA HARUS DILAKUKAN DENGAN TANPA SYARAT.SEJAK ITU, BABAK BARU SEJARAH PERJUANGAN MEMASUKI TAHAP TERAKHIR, HINGGA PENYERAHAN KEDAULATAN OLEH BELANDA KEPADA INDONESIA (RIS) PADA 27 DESEMBER 1949.
Kata kunci: sejarah
Selanjutnya : KAYU BARINGIN
Tautan Bersponsor
| Sutan
KOTO MAMBANG_PARIAMAN, SUMBAR
|
Langganan:
Postingan (Atom)
