Kamis, 05 Juli 2012

Sukarno



Prominent among Asian political leaders, Sukarno was admired and praised to be the father of the Indonesian nation, who dedicated his life to unite his people and guide his country to freedom. As a statesman and first president of Indonesia, he attempted to consolidate his multi-cultural nation and envisioned a future for the Indonesian society to be freed from dependence on foreign capital and to be a community of classless and happy Indonesians.
Fighting for independence against the Dutch, he became a true national figure of Indonesia who devoted himself to political agitation. His five principles: nationalism, internationalism, democracy, social prosperity, and belief in a single god, still remain the official aims of Indonesia.
The Mayer Mint–Germany issued the Sukarno Commemorative Coin in the Father of Nation series, to remind us of the preservation of national unity and the restoration of a sense of national identity of this Father of the Indonesian nation. The coins are all officially endorsed by the Yayasan Gema Indonesia - a charity foundation run by the Sukarno Family, aiming to improve the lives of Indonesian street children.

Selasa, 03 Juli 2012

BAHU Partai NasDem Dampingi Warga Manggarai Hadapi Gugatan Alfamart

 
JAKARTA - Puluhan pedagang tradisional di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan mendatangi kantor Badan Hukum (BAHU) Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Kedatangan mereka meminta bantuan hukum kepada BAHU NasDem dalam mencari keadilan atas keberatan terhadap keberadaan minimarket Alfamart di Jalan Swadaya 1 Rt 008/08 Manggarai.

Kuasa Hukum yang menangani kasus ini, diketuai oleh Guntur Daso, dengan anggotanya Ragginaldo Sultan Tampubolon, Romulo Napitupulu.

"Berawal dari yang diajukan, Alfamart menggugat Ketua Rw 08 dan akhirnya kita berkesimpulan mendampingi dan menjawab gugatan. Kita mendapatkan Alfamart salah alamat, seharusnya kalau mempersoalkan ketertiban harus ke Gubernur DKI Jakarta," ucap Guntur Daso kepada wartawan di Kantor BAHU Partai Nasdem di Jalan R.P Soeroso, Gondangdia Lama, Jakarta Pusat, Senin (2/7/2012).

Kata Guntur, pihaknya akan mempelajari dahulu kasus tersebut dan apabila ada kejanggalan maka akan disampaikan ke Gubernur DKI Jakarta. "Kami akan mempelajari kepetingan warga, serta tangani perkara dan akan sampaikan ke Gubernur, khususnya di warga Manggarai terjadi ada kerugian. Saya rasa pasti akan mengambil hukum, sampai saat ini kita masih menangani," tambahnya.

Guntur menambahkan, pihak Alfamart ijin membuat gedung tersebut untuk showroom serta pergudangan dan itu menyalahkan peraturan.

"Alfamart ijinnya untuk showroom dan pergudangan, itu jauh dari peraturan. Ijin yang disampaikan ada beberapa hal, khususnya penerimaan warga setempat, sampai saat ini ditolak. warga Manggarai  omsetnya menjadi menurun, kita lakukan pemberitahuan bentuk tertulis, serta instruksi Gubernur tentang penataaan Alfamart tersebut," tutupnya.

Perwakilan warga Rw 08 Makmur mengatakan, kehadiran Alfamart secara langsung menurunkan masukan pedagang kecil wilayah Manggarai. "Secara langsung menurunkan masukan pedagang kecil, kehadiran Alfamart itu sendiri. Harapan kita minta ditutup," ujarnya.

Aksi gabungan para pedagang tradisional semakin gerah dan memuncak, sejak diketahui bahwa pemilik Alfamart mengajukan gugatan kepada Ketua Rw 08 ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan menuntut ganti rugi Rp1 miliar.

Perkara gugatan ini pun sedang ditangani oleh Tim Litigasi BAHU Partai Nasdem untuk membela hak dan keperntingan hukum Ketua Rw sebagai tergugat yang sidang perkaranya masih berjalan hingga saat ini. Bahwa sejak kehadiran mini market Alfamart tersebut, para pedagang tradisional di lingkungan sekitar yang terdiri dari pedagang kelontongan dan warung kecil mengalami kemerosotan penghasilan lantaran berkurangnya pembeli.
(ris)

Rabu, 27 Juni 2012

Krisis Euro dan Kepemimpinan Jerman

George Soros ;  Ketua Soros Fund Management dan Open Society Institute
Sumber :  KORAN TEMPO, 25 Juni 2012

Jelas sudah sekarang bahwa penyebab utama krisis euro adalah diserahkannya oleh negara-negara anggota hak mencetak uang mereka kepada Bank Sentral Eropa (ECB). Mereka tidak memahami akibat penyerahan hak mereka itu--dan tidak juga otoritas-otoritas di negara-negara Eropa itu.
Ketika euro diluncurkan, lembaga-lembaga regulator membiarkan bank membeli tanpa batas obligasi-obligasi pemerintah yang tanpa menyisihkan sedikit pun modal saham, dan ECB memberikan diskon yang sama rata kepada semua obligasi pemerintah zona euro Eropa. Bank-bank umum memanfaatkan obligasi negara-negara yang lemah untuk memetik beberapa basis point yang menyebabkan suku bunga menyatu di seantero zona euro. Jerman, yang ketika itu sedang berjuang memikul beban reunifikasi, berhasil melakukan reformasi struktural dan menjadi lebih kompetitif. Negara-negara lainnya menikmati booming perumahan dan konsumsi dengan kredit yang murah sehingga membuat mereka tidak kompetitif.
Kemudian terjadilah anjlok pada 2008. Pemerintah di banyak negara terpaksa menyelamatkan bank-bank mereka dengan bailout. Beberapa di antara mereka akhirnya jatuh ke dalam posisi negara berkembang menanggung beban utang yang berat dalam mata uang yang tidak bisa mereka kontrol. Eropa, yang mencerminkan divergensi dalam bidang ekonomi, terpecah belah menjadi negara kreditor dan debitor.
Ketika pasar keuangan menyadari bahwa obligasi pemerintah yang katanya tidak berisiko itu bakal membuat mereka gagal bayar, mereka menaikkan premium risiko dengan dramatis. Ini menyebabkan bank-bank umum berpotensi bangkrut. Neraca mereka sarat akan obligasi-obligasi, sehingga melahirkan krisis kembar perbankan dan utang negara di Eropa.

Rabu, 20 Juni 2012

Liem Soei Liong: ‘Penjaga Telur Emas’ Bagi Kekuasaan Jenderal Soeharto (1)

In Politik, Ekonomi, Historia on June 11, 2012 at 4:46 PM
MESKI Liem Soei Liong lahir hampir 5 tahun lebih awal dan meninggal lebih lambat 4 tahun dari Jenderal Soeharto, keduanya seakan ditakdirkan hampir seumur hidup –sejak mula pertama bertemu di pertengahan tahun 50-an– bersama dalam kekuasaan negara di Indonesia. Satu dalam kancah kekuasaan politik dan pemerintahan, sedang satu lainnya dalam kekuasaan ekonomi. Minggu, 10 Juni 2012, kemarin, Liem Soei Liong yang juga dikenal sebagai Sudono Salim, meninggal dunia di Singapura. Menyusul Jenderal Soeharto,yang meninggal dunia lebih dulu pada 27 Januari 2008.

LIEM SOEI LIONG, ‘TELUR EMAS’. “Jenderal Soeharto mampu membuat orang-orang di lingkaran kekuasaannya tidak bersatu dan saling berlomba satu sama lain”. “Dengan ketrampilan tinggi dalam memainkan seorang ‘pangeran’ melawan ‘pangeran’ lainnya dan percaya akan perlunya suatu ‘ketegangan kreatif’ di antara para pembantunya, Soeharto menerapkan gaya divide et impera, pecah belah dan kuasai”. (foto download; suara pengusaha).
Sejak pertengahan tahun 1940-an, Liem Soei Liong –yang baru datang ke Indonesia di tahun 1937, saat berusia 21 tahun– selain berdagang kelontong dan menjual secara kredit, membantu memasok kebutuhan tentara nasional Indonesia. Untuk tentara, Liem Soei Liong memasok pakaian, obat-obatan, sabun, makanan sampai peralatan militer. Ini kemudian berlanjut dengan kegiatan membekali Divisi Diponegoro di tahun 1950-an yang berkedudukan di Semarang. “Seorang Letnan Kolonel yang bernama Soeharto mempunyai tugas mengurus suplai divisi itu”, tulis Ahmad D. Habir dalam buku Donald K. Emerson, Indonesia Beyond Soeharto (1999). “Dalam urusan awal ini, antara orang Tionghoa imigran dan perwira pribumi, terletaklah benih kerjasama seumur hidup”.

Minggu, 17 Juni 2012

The War & Peace Show


Perang Dunia Kedua

Kekuatan Poros melawan Sekutu

het Duitse Rijk in 1943 Jerman Reich pada 1943
Pada tahun 1919 mengakhiri Perang Dunia I, yang kemudian disebut Perang Besar. Semua orang setuju bahwa seperti perang mengerikan tidak pernah diizinkan untuk terjadi. Namun 20 tahun kemudian itu yang salah lagi. Perang Dunia II adalah perang terburuk dalam sejarah.
Jerman telah dipersalahkan karena perang. Sebagai hukuman, mereka harus menyerah tentara mereka, daerah dan memberikan miliaran reparasi lakukan. Negara itu bangkrut. Rakyat Jerman kelaparan, tapi mereka juga marah. Mengapa mereka dihukum begitu keras? Adolf Hitler setuju dengan mereka. Dia berpikir bahwa Jerman adalah negara yang bisa dibanggakan. Hitler menginginkan perjanjian Versailles, yang hukuman direkam untuk Jerman, membatalkan.

Hitler datang ke daya

Adolf Hitler Adolf Hitler
Pada tahun 1933 Hitler datang ke daya. Dia segera mulai dengan pengenalan wajib militer. Itu terhadap janji Versailles. Juga ia menyimpulkan aliansi dengan Austria. Negara-negara lain di Eropa menemukan bahwa Hitler adalah brutal, tapi tidak melakukan apapun. Mereka ingin menghindari perang dan berpikir itu semua akan jatuh ke dalam. Pada tahun 1938 Hitler lijfde banyak Cekoslowakia untuk kerajaannya. Ada sebuah konferensi internasional, tapi tindakan Hitler itu dimaafkan. Jika ia berjanji bahwa ini adalah ...

Perang

Tidak ada Hitler. Pada tahun 1939 ia menyerang seluruh Cekoslovakia. Sekarang ukuran dari negara-negara lain di Eropa penuh. Chamberlain, Perdana Menteri Inggris, berjanji untuk mendukung Polandia jika Hitler menyerang. Itu terjadi pada bulan september 1939. Inggris dan Perancis menyatakan perang terhadap Jerman. Perang Dunia II telah dimulai.

Penaklukan

Dalam waktu singkat Hitler menaklukkan Denmark, Swedia, Norwegia, Belanda, Belgia dan Perancis. Inggris yang keras dibombardir. Tapi itu tidak Hitler untuk Royal Air Force off. Jerman kalah Pertempuran Britania.

Penganiayaan orang Yahudi

Hitler juga memiliki rencana untuk menghancurkan orang-orang Yahudi. Sekarang dia memiliki kekuasaan atas sebagian besar Eropa, ia bisa melaksanakan rencana ini. Di mana-mana orang Yahudi ditangkap dan dideportasi ke kamp-kamp di Eropa Timur. Ada 6 juta orang Yahudi.

Pearl Harbour

De Japanse aanval op Pearl Harbour in 1941.
Jepang adalah sekutu Jerman. Ini lahan liar di Asia Tenggara memiliki banyak komoditas. Dengan demikian Jepang menaklukkan Hindia Belanda. Namun AS pangkalan angkatan laut Pearl Harbour bisa menggagalkan rencana Jepang. Pada 7 Desember 1941 Jepang membom pangkalan angkatan laut. Amerika segera menyatakan perang terhadap Jepang dan dengan demikian untuk bersekutu Jerman. Ada 2 pihak: Sekutu (Inggris, Amerika, Uni Soviet) melawan kekuatan Axis: Jerman, Jepang dan Italia.

Bersama Melawan Hitler

Churchill dan Roosevelt untuk bekerja sama melawan Hitler. Sementara itu, Hitler menderita kerugian sangat besar di menaklukkan Uni Soviet. Tentara Merah berhasil mengusir Jerman perlahan-lahan.

D-Day

D-day Tweede Wereldoorlog
Pada tanggal 6 Juni 1944 Sekutu melancarkan serangan di Front Barat, pantai Prancis. D-Day adalah operasi militer terbesar dalam perang. Pada akhir Juli, Paris dan Brussels dibebaskan. Pada bulan September 1944 Sekutu berhenti di Arnhem. Hanya Maret 1945 mereka mampu melintasi Rhine ke Jerman dan menembus. Sementara itu, kota-kota Jerman yang keras dibombardir. Di Berlin bertemu dengan Rusia dan sekutu bersama. Pada 7 Mei 1945 memberikan Jerman menyerah. Hitler bunuh diri. Setelah 2 bom atom di kota-kota Jepang Hiroshima dan Nagasaki, di mana jutaan korban sipil, juga memberi Jepang menyerah. Perang Dunia II usai.
Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2013/02/cara-menambahkan-widget-baru-di-sebelah.html#ixzz2O8AYOBCu