Rabu, 21 Agustus 2013
Jumat, 16 Agustus 2013
Soekarni, Tokoh Penting Menjelang Detik-Detik Kemerdekaan
Oleh Tim AndrieWongso - Jumat, 16 Agustus 2013
Seorang tokoh penting sehari menjelang Proklamasi Kemerdekaan RI adalah Soekarni Kartodiwirjo. Nama ini sering disebut-sebut sebagai tokoh yang “menculik” Soekarno-Hatta pada 16 Agustus 1945 dini hari sebagai upaya mengasingkan kedua tokoh proklamasi itu dari pengaruh Jepang.
Soekarni dkk mendengar Jepang kalah perang. Momentum itu dianggap para pemuda yang tergabung dalam kelompok pergerakan bawah tanah di bawah pimpinan Sutan Syahrir, bersepakat bahwa inilah saat yang tepat untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Soekarni, Wikana dan kelompok pemuda lainnya kemudian mendesak Soekarno dan Hatta agar segera memproklamirkan Indonesia. Tetapi Soekarno-Hatta menolaknya. Akhirnya terjadilah perdebatan sengit yang berakhir dengan penculikan kedua tokoh tersebut, dengan tujuan menjauhkan Soekarno-Hatta dari "pengaruh" Jepang. Kedua pemimpin itu "diasingkan" ke Rengasdengklok oleh kelompok pemuda yang dipimpin oleh Soekarni. Di sanalah digodok persiapan Kemerdekaan Indonesia yang akan dibacakan esok harinya, 17 Agustus 1945.
Soekarni lahir di desa Sumberdiran, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada 14 Juli 1916. Kakeknya adalah juru masak Pangeran Diponegoro. Sewaktu kecil, Soekarni terkenal karena kenakalannya dan sering berbuat onar hingga berkelahi dan menantang Belanda. Dia pernah mengumpulkan 30-50 orang teman-temannya dan mengirim surat tantangan ke anak muda Belanda untuk berkelahi. Lokasinya di kebun raya Blitar, dekat sebuah kolam. Anak-anak Belanda menerima tantangan itu dan terjadilah tawuran. Kelompok Soekarni memenangkan perkelahian itu dan anak Belanda yang kalah dicemplungkan ke kolam.
Saat di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) sekolah SMP di zaman Belanda, ia dikeluarkan karena mencari masalah dengan pemerintah kolonial Belanda. Tahun 1930 ia mulai terlibat dalam pergerakan nasional. Dia sekolah di Yogyakarta, kemudian ke Jakarta. Atas bantuan Ibu Wardoyo (kakak Bung Karno), Soekarni disekolahkan di Bandung jurusan jurnalistik.
Pada masa-masa di Bandung inilah, konon Soekarni pernah mengikuti kursus pengkaderan politik pimpinan Soekarno. Di sinilah dia bersahabat dengan Wikana yang kemudian ikut terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok itu.
_____
Sumber: Wikipedia
Soekarni dkk mendengar Jepang kalah perang. Momentum itu dianggap para pemuda yang tergabung dalam kelompok pergerakan bawah tanah di bawah pimpinan Sutan Syahrir, bersepakat bahwa inilah saat yang tepat untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Soekarni, Wikana dan kelompok pemuda lainnya kemudian mendesak Soekarno dan Hatta agar segera memproklamirkan Indonesia. Tetapi Soekarno-Hatta menolaknya. Akhirnya terjadilah perdebatan sengit yang berakhir dengan penculikan kedua tokoh tersebut, dengan tujuan menjauhkan Soekarno-Hatta dari "pengaruh" Jepang. Kedua pemimpin itu "diasingkan" ke Rengasdengklok oleh kelompok pemuda yang dipimpin oleh Soekarni. Di sanalah digodok persiapan Kemerdekaan Indonesia yang akan dibacakan esok harinya, 17 Agustus 1945.
Saat di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) sekolah SMP di zaman Belanda, ia dikeluarkan karena mencari masalah dengan pemerintah kolonial Belanda. Tahun 1930 ia mulai terlibat dalam pergerakan nasional. Dia sekolah di Yogyakarta, kemudian ke Jakarta. Atas bantuan Ibu Wardoyo (kakak Bung Karno), Soekarni disekolahkan di Bandung jurusan jurnalistik.
Pada masa-masa di Bandung inilah, konon Soekarni pernah mengikuti kursus pengkaderan politik pimpinan Soekarno. Di sinilah dia bersahabat dengan Wikana yang kemudian ikut terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok itu.
_____
Sumber: Wikipedia
Minggu, 21 Juli 2013
Kamis, 11 Juli 2013
Hanta Yudha: Tak Tertutup Kemungkinan Koalisi Surya-Ical
Kamis, 11 Juli 2013 |
Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat politik Hanta Yudha memuji langkah Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang besilaturahmi dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Pertemuan dua tokoh yang pernah bersaing dalam perebutan pucuk pimpinan Golkar itu mencerminkan kedewaan berpolitik mereka.
Hanta Yudha mengomentari silaturahmi Aburizal Bakrie dan Surya Paloh di markas Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (10/7) kemarin. Menurut Hanta Yudha, pertemuan keduanya merupakan langkah maju demokrasi Indonesia.
Hanta Yudha mengatakan tidak tertutup kemungkinan akan terjadi koalisi di antara kedua belah pihak. Pertemuan itu diduga sebagai langkah awal komunikasi politik. Hanta menilai, Nasdem dan Golkar mesin politik yang kuat, dibalut kematangan berpolitik dan stabilitas perolehan suara yang baik. Tantangannya adalah meningkatkan akseptabilitas kedua tokoh tersebut di masyarakat.
Meskipun Aburizal Bakrie (Ical) telah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2014, menurut Hanta, segalanya bisa berubah. Tergantung perolehan suara Golkar pada pemilu legislatif nanti. Sebaliknya, kata Hanta, Surya Paloh berulangkali mengatakan Partai Nasdem menunggu hasil pemilu legislatif dan tidak turut serta dalam kontestasi capres-cawapres bila perolehan suara di luar tiga besar. (Edwin Tintin)
Hanta Yudha mengomentari silaturahmi Aburizal Bakrie dan Surya Paloh di markas Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (10/7) kemarin. Menurut Hanta Yudha, pertemuan keduanya merupakan langkah maju demokrasi Indonesia.
Hanta Yudha mengatakan tidak tertutup kemungkinan akan terjadi koalisi di antara kedua belah pihak. Pertemuan itu diduga sebagai langkah awal komunikasi politik. Hanta menilai, Nasdem dan Golkar mesin politik yang kuat, dibalut kematangan berpolitik dan stabilitas perolehan suara yang baik. Tantangannya adalah meningkatkan akseptabilitas kedua tokoh tersebut di masyarakat.
Meskipun Aburizal Bakrie (Ical) telah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2014, menurut Hanta, segalanya bisa berubah. Tergantung perolehan suara Golkar pada pemilu legislatif nanti. Sebaliknya, kata Hanta, Surya Paloh berulangkali mengatakan Partai Nasdem menunggu hasil pemilu legislatif dan tidak turut serta dalam kontestasi capres-cawapres bila perolehan suara di luar tiga besar. (Edwin Tintin)
Editor: Khudori
Sabtu, 06 April 2013
Negeriku : BBM
Negeriku : BBM: Posted by ssyam55@gmail.com on March 17, 2012 at 5:55 PM.BBM akan segera dinaikkan april mendatang Tapi...
Minggu, 31 Maret 2013
Langganan:
Postingan (Atom)