Minggu, 17 Juni 2012

Batavia

Perdagangan besar kota selama VOC (1602-1799)

VOC schip
Pada masa VOC pada abad 17 dan 18 adalah semua tentang perdagangan. Jakarta, ibukota Indonesia, adalah salah satu kota pelabuhan terbesar di dunia. Kota ini kemudian disebut Batavia. Pengunjung sangat terkesan dengan tempat ini dan disebut kota "ratu dari Timur '.

Belanda pada abad ke 17 adalah kekuatan dunia. Hal ini terutama melalui pembentukan East India Company (VOC). Terutama kota-kota berkembang karena perkembangan ekonomi yang menguntungkan.
Naik VOC
Perusahaan India Timur (didirikan pada 1602) berada di perusahaan perdagangan terbesar abad 17 dan 18 di dunia. Perusahaan menerima dari Amerika Jenderal kekuasaan yang luas: tidak hanya monopoli semua perdagangan Belanda dan pengiriman ke Asia, tetapi juga hak untuk bertindak atas nama pemerintah. Dan Aksi, apakah Belanda di Indonesia. Penduduk setempat menjadi sasaran wajib dan hanya dengan produk dagang Belanda seperti bunga pala, merica dan pala untuk menyampaikan. Ketika masyarakat Banda mencoba untuk menghindari kewajiban itu, bertindak kasar pada VOC.
Diplomasi
VOC juga mencoba melalui diplomasi untuk mencapai tujuannya. Mereka melakukan ini misalnya dengan menyimpulkan perjanjian dengan penduduk setempat, memberikan perlindungan kepada para pembesar lokal dan dengan membagi-bagikan hadiah.
Jadi merebut monopoli VOC pada perdagangan rempah-rempah: lada dari Sumatera, kayu manis dari Sri Lanka, cengkeh, pala dan fuli dari Maluku.



Els Jacobs mengatakan sejarawan mengamati hal berikut:
"Di Sumatera, untuk pangeran contoh diwajibkan allle lada kerajaan mereka dengan VOC untuk memasok dengan harga lebih rendah dengan imbalan perlindungan terhadap musuh-musuh domestik seperti pelindung yang kuat dari sang pangeran juga menarik, sehingga ia menyampaikan lada murah.. Tapi dia Memang, semua paprika kaya akan data, maka ia telah memiliki penghasilan terlalu kecil Jadi monopoli dengan murah hati dihindari.. "
Indonesia
Markas besar VOC di Batavia, Indonesia, di pulau Jawa. Kota ini didirikan pada 1619 oleh Jan Pieterszoon Coen. Dalam Kastil Batavia kursi dari Pemerintah Agung, pemerintah pusat VOC di Indonesia. VOC tidak pernah berniat ke Indonesia, sebagai koloni pendirian. Banyak pria Belanda mengadakan hubungan dengan wanita Indonesia, sehingga di pos perdagangan adalah sebuah masyarakat yang beragam.
Afbeelding Jan Pieterszoon Coen Jan Pieterszoon Coen
Jan Pieterszoon Coen
Jan Pieterszoon Coen dipekerjakan oleh Perusahaan Timur Amerika India. Dia membuat sebuah kerajaan perdagangan VOC. Dia membuat karir yang cepat dan pada 1613 menerima pos tertinggi kedua di India: Coen menjadi Direktur Jenderal.
Dari surat-surat oleh Jan Pieterszoon Coen menulis dua tahun kemudian, dia juga seorang advokat sebenarnya dari otoritas dan kekuasaan.



Di India, menurut saya kita tidak dapat bekerja tanpa kewenangan dan kekuasaan. Kita harus menaklukkan dengan senjata dan paksaan, atau kita akan "pada Fluyten Duym ..."
Lain waktu ia menulis sebuah visi yang berbeda tentang kekerasan ini kepada direksi kemudian di Batavia mulai pemberontakan terhadap Perusahaan:
Jangan putus asa, Meredakan musuh Anda, tidak ada di dunia yang dapat menyakiti kita atau berhenti, karena Allah beserta kita.
Kebangkrutan
Dua ratus tahun berlalu perdagangan VOC berhasil antara Belanda dan Indonesia untuk mengontrol. Tapi akhir 1799 sudah berakhir. VOC bangkrut dan pemerintah Belanda mengambil utang besar.
Masih di sekitar kita untuk menemukan jejak masa lalu yang mulia ini, waktu VOC.
Data dalam waktu VOC:

1578 - 1629 Jan Pieterszoon Coen
April 1595 Pertama Ekspedisi Belanda ke Asia
1602 Pendirian VOC
1622 Pidana Ekspedisi ke Kepulauan Banda
1619 - 1623 Pertama istilah sebagai Gubernur Jenderal Coen
1627 - 1629 Kedua istilah sebagai Gubernur Jenderal Coen
1684 Belanda subyek Banten (di Jawa)
1799 VOC dihapus

Kamis, 14 Juni 2012

Raden Wijaya, pendiri Majapahit

rADEN WIJAYA

aku1

oleh Renny Masmada

Raden Wijaya adalah pendiri Kerajaan Majapahit. Menurut Kidung Harsawijaya, penobatannya sebagai raja Majapahit berlangsung pada candrasangkala purneng kartikamasa panca dasi sukleng catur (tanggal 15 bulan Kartika, Oktober-Nopember tahun 1293).

Namun menurut Nagarakretagama XLV/1 berlangsung pada candrasangkala masa-rupa-surya, 1216 (=1294M), sesuai dengan Serat Pararaton yang mencatat pada tahun saka rasa-rupa-dwi-sitangsu, 1216  (=1294M) sesuai dengan piagam Kudadu yang juga bertarikh 1294, tercatat namanya: Nararya Sanggramawijaya.Kertarajasa1
Raden Wijaya ialah putra Dyah Lembu Tal (Mahisa Campaka), cucu Narasingamurti. Menantu Sri Kertanegara (pamannya) karena mengawini 4 orang puteri Kertanagara, yaitu:
  • Tribhuwana, puteri sulung, tidak tercela, sangat ulung dalam permainan kata (mahalalita).
  • Mahadewi, sangat rupawan tidak bertara, menjadi landasan percintaan Sri Baginda.
  • Jayendradewi biasa disebut Prajnyaparamita, cantik manis menawan hati, sangat setia dan mempunyai sifat-sifat luhur.
  • Gayatri, puteri bungsu, bergelar Rajapatni, yang paling dikasihi oleh raden Wijaya., dan membuahkan dua orang puteri, yang pertama Tribhuanatunggadewi dan yang kedua Dyah Wiyat Sri Rajadewi.
Selain dengan keempat puteri Kertanagara, Raden Wijaya juga mengawini Dara Petak atau yang bergelar Indreswari, puteri Tribhuanaraja dari Suwarnabhumi, Jambi. Dari perkawinannya ini lahirlah Jayanagara.
Raden Wijaya diarcakan sebagai Harihara di candi Simping atau Sumberjati. Menurut Nagarakretagama pupuh XLVII/3, raja Kertarajasa Jayawardhana mangkat pada tahun Saka Matryaruna, 1231 (=1309 M), dicandikan di Simping, jenazahnya dimakamkan di Antahpura (istana). Bahkan di Nagarakretagama pupuh LXXVII/3 toponim Trawulan disebut sebagai tempat makam rajadiraja. Slamet Mulyana berkesimpulan bahwa Kertarajasa Jayawardhana dimakamkan di Trawulan, istana Majapahit pada tahun 1309. Kertarajasa memeluk agama Siwa, namun konon Dewa Wisnu menitis ke dalam dirinya.
Salam Nusantara..!

Kamis, 07 Juni 2012

Survei: Popularitas Gerindra dan Nasdem Naik


JAKARTA, KOMPAS.com — Pada Pemilu 2014, Partai Gerindra dan Partai Nasdem diprediksi bisa mendulang perolehan suara yang cukup besar.
Hal tersebut berdasarkan survei terbaru Soegeng Sarjadi Syndicate yang menunjukkan perolehan suara kedua partai tersebut meningkat tajam dari sebelumnya.
"Fenomena kecermelangan Gerindra dan Nasdem tersebut karena memperoleh aliran suara dari Demokrat. Ini diduga karena kader Demokrat banyak tersangkut kasus korupsi," ungkap Dahlan, yang menjabat sebagai koordinator SSS, Rabu (6/6/2012), di Hotel Four Seasons, Jakarta.
Partai Gerindra yang dimotori oleh Prabowo pada Pemilu 2009 hanya mendapatkan 4,46 persen. Namun, berdasarkan survei yang dilakukan SSS pada 14-24 Mei 2012, Gerindra mendapat 10,5 persen suara pemilih.
Adapun Nasdem yang lahir pada 26 Juli 2011 memperoleh suara 4,8 persen responden. Angka ini meningkat dibandingkan dengan survei sebelumnya pada Oktober 2011. Saat itu, Nasdem hanya memperoleh 1,7 persen responden.
"Dengan angka yang meningkat ini, diperkirakan partai yang dimotori Surya Paloh ini akan lolos ke Senayan," ungkap Dahlan.
Survei yang dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada 2.192 responden ini menunjukkan bahwa responden lebih memilih partai yang nasionalis.
Menurut para responden, alasan mereka memilih partai tersebut karena dekat dengan rakyat, tokoh pemimpin partai, ideologi, program, dan isu kebijakan dari partai tersebut.

Rabu, 06 Juni 2012

Kegunaan Sejarah


Mempelajari sejarah tentu banyak gunanya. Sebab, sejarah berbicara tentang kehidupan manusia. Kegunaan mempelajari sejarah yaitu sebagai berikut.
1.Bersifat edukatif
Edukatif berarti nilai-nilai yang mengan- dung unsur pendidikan. Orang sering berkata “Belajar dari sejarah”, “Belajarlah dari masa lalu”. Dalam ungkapan tersebut terkandung arti bahwa sejarah memiliki kegunaan yang dapat mendidik kita. Apa yang terjadi pada masa lalu harus menjadi pelajaran buat kita, orang sering menyatakan “ambillah hikmahnya”. Hikmah dapat diambil dari apa yang pernah terjadi dalam diri kita.
Sejarah yang mengandung nilai-nilai kebenaran misalnya, dapat kita lihat dalam perjuangan para nabi. Kita sudah sering membaca dan mendengar bagaimana tantangan yang dihadapi oleh para nabi dalam melakukan misi. Misi yang diemban oleh para nabi adalah menegakkan kebenaran yang sudah ditugaskan oleh Tuhan. Kebenaran yang diperjuangkan oleh para nabi adalah mengajak manusia untuk melaksanakan ajaran Tuhan, agar hidup manusia itu menjadi selamat baik di dunia maupun di akhirat. Akan tetapi perjuangan yang dilakukan oleh para nabi itu tidak sedikit yang mendapat tantangan dari para kaumnya. Para nabi tersebut dicerca, dihina, bahkan sampai akan dibunuh. Para nabi tak gentar menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Mereka bersikukuh memperjuangkan misinya. Perjuangan yang dilaksanakan oleh para nabi tersebut dalam perkembangan kemudian ada hasilnya. Misalnya agama sampai sekarang mengalami perkembangan.
2.Bersifat inspiratif
Sejarah banyak menghasilkan berbagai karya, baik karya seni maupun karya sastra. Karya-karya tersebut banyak memberikan inspirasi bagi seniman untuk berkreasi dalam menciptakan karya-karyanya. Bahkan karya-karya seni pada masa lalu tidak sedikit yang memiliki nilai seni yang sangat tinggi, sulit untuk dicapainya pada zaman sekarang. Karya seni tersebut dapat menjadi suatu peradaban. Di Indonesia banyak sekali peninggalan-peninggalan yang memiliki karya seni yang bernilai tinggi. Misalnya candi-candi yang dibangun oleh para raja.
Karya seni pada masa lalu di samping memiliki nilai seni yang tinggi juga menunjukkan kemampuan teknologi yang sudah maju pada zamannya. Misalnya, Candi Borobudur merupakan sebuah bangunan monumental yang memiliki nilai seni sangat tinggi. Kamu dapat membayangkan bagaimana masyarakat saat itu menumpukkan batu-batu dengan tidak dilem (pakai semen) seperti sekarang ini dapat berdiri dengan megah hingga ratusan tahun. Hal ini menunjukkan bagaimana teknologi pembangunan mereka saat itu begitu tinggi. Relief-relief yang diukir begitu rapinya pada tumpukan batu-batu. Kemampuan teknologi bangunan dalam Candi Borobudur dapat memberikan inspirasi bagi para ahli bangunan bagaimana membuat bangunan yang lebih kokoh. Bahkan relief-relief yang ada di Candi Borobudur pun dapat memberikan inspirasi bagi pengembangan seni rupa.
3.Bersifat instruktif
Instruktif secara harfiah dapat diartikan pengajaran. Pengajaran dalam konteks di sini memberikan arti keterampilan yang diperoleh dari pengajaran sejarah. Keterampilan tersebut, baik berupa keterampilan berpikir maupun keterampilan yang bersifat fisik. Keterampilan berpikir adalah keterampilan yang bersifat kognitif. Hal ini dapat diperoleh melalui pengkajian terhadap materi sejarah. Adapun keterampilan yang bersifat fisik lebih banyak diperlihatkan dalam bentuk unjuk kerja.
Sejarah sebagai ilmu pada dasarnya memberikan pengetahuan-pengetahuan yang bersifat teoretis. Sifat teoretis dapat berupa pemahaman terhadap konsep- konsep atau generalisasi-genaralisasi yang dikaji dari peristiwa sejarah yang dipelajarinya. Konsep-konsep yang ada dalam ilmu sejarah misalnya, berpikir sebab akibat atau kausalitas, kronologis, perkembangan, pertumbuhan, dan perubahan. Dalam melihat atau mengamati kehidupan sehari-hari, dapat menggunakan konsep-konsep tersebut.
4.Bersifat rekreatif
Karya-karya sejarah yang berupa peninggalan fisik banyak memberikan kesan kepada masyarakat saat ini. Kesan tersebut baik bersifat fisik maupun non fisik. Kesan secara fisik misalnya orang sangat kagum melihat nilai seni dari peninggalan tersebut. Akibatnya, orang tersebut tertarik untuk melakukan wisata ke tempat peninggalan sejarah. Adapun kesan nonfisik bisa dilihat dari nilai-nilai yang terkandung dalam bangunan fisik tersebut, misalnya masjid kuno.
Banyak orang yang melakukan wisata dengan mengunjungi masjid- masjid kuno dengan tujuan ingin meningkatkan penghayatan spiritual dia terhadap nilai-nilai keagamaan. Apalagi jika di Masjid Kuno tersebut terdapat makam- makam orang yang berperan dalam sejarah. Para wisatawan biasanya akan berziarah ke makam tersebut. Bagi mereka yang menghayati kunjungannya ke tempat-tempat tersebut, seolah-olah memberikan kesan bahwa mereka telah melakukan lawatan masa lalu.
Peninggalan-peninggalan sejarah saat ini banyak memberikan peran yang sangat penting bagi pengembangan pariwisata. Bahkan beberapa pemerintah daerah ada yang mengembangkan pariwisatanya dengan memanfaatkan peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di daerahnya. Situs-situs sejarah secara ekonomis dapat meningkatkan pendapatan daerah.
Bangunan-bangunan kuno lainnya misalnya beberapa bangunan keraton kerajaan. Di tempat ini kita dapat berekreasi menikmati keindahan keraton- keraton masa lalu yang dibangun dengan bentuk bangunan yang merupakan perpaduan antara bentuk asli Indonesia dengan unsur-unsur dari luar. Beberapa unsur luar yang berpengaruh terhadap bangunan luar misal pengaruh dari Eropa, Cina, Arab, dan negara-negara lainnya. Dari jenis perpaduan bangunan ini kita dapat belajar juga bahwa pada masa itu bangsa Indonesia sudah menjalin hubungan baik dengan bangsa-bangsa di luar Indonesia.
Salah satu tempat rekreasi sejarah adalah museum. Di tempat ini banyak disimpan atau dikoleksi benda-benda peninggalan sejarah. Benda-benda ini sangat penting untuk memberikan pengetahuan tentang kesejarahan. Kunjungan ke museum memiliki dua arti, yaitu pertama berekreasi dan kedua belajar ilmu pengetahuan. Setiap museum yang dibangun memiliki kekhasan tersendiri, ada museum yang dibangun karena adanya peristiwa penting misalnya Museum Konferensi Asia Afrika yang ada di Gedung Merdeka Kota Bandung Jawa Barat.
5.Pendidikan politik
Nilai-nilai politik sangat kentara dalam penulisan sejarah, terutama sejarah yang ditulis oleh pemerintah atau penulisan sejarah yang merujuk kepada kepentingan pemerintah. Penulisan sejarah seperti ini sangat nampak dalam buku-buku teks pelajaran sejarah yang ada di sekolah. Mengapa demikian? Sebab, pelajaran sejarah yang diberikan di sekolah harus merujuk kepada kurikulum yang berlaku. Adapun kurikulum pada dasarnya merupakan produk kebijakan politik pemerintah dalam pendidikan. Dengan demikian, sejarah yang diajarkan di sekolah memiliki misi dalam rangka pendidikan politik.
Misi penting dalam pengajaran sejarah di sekolah di antaranya adalah menciptakan warga negara yang baik. Salah satu ciri penting dari warga negara yang baik adalah warga negara yang selalu tunduk dan taat terhadap peraturan negara. Ketundukan dan kepatuhan ini dapat dibangun dengan cara menanamkan semangat kebangsaan dan rasa memiliki terhadap bangsanya. Pengajaran sejarah memiliki peran yang sangat penting dalam membangun nasionalisme. Nasionalisme yang diterapkan kepada siswa pada dasarnya merupakan bentuk pendidikan politik dari negara kepada warganya. Setiap bangsa memiliki kepentingan untuk menulis sejarahnya.
6.Pendidikan masa depan
Dapatkah sejarah mempelajari masa depan? Sudah barang tentu dapat. Mengapa sejarah dapat mempelajari masa depan? Sebab, sejarah adalah suatu studi tentang kehidupan manusia dalam konteks waktu. Waktu dalam pengertian sejarah dapat berupa sebuah garis yang lurus ke depan. Garis tersebut dapat menunjukkan adanya kesinambungan. Kesinambungan waktu yang dimaksud adalah kesinambungan antara masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang. Masa lalu sangat menentukan masa sekarang, dan masa sekarang sangat menentukan masa yang akan datang.
Kesinambungan waktu dalam sejarah dapat kita contohkan terhadap apa yang terjadi pada diri kita. Misalnya sekarang kita duduk di bangku SMA. Keberadaan kita sekarang di SMA ini sebenarnya tidak lepas dari apa yang kita lakukan pada masa lalu, yaitu ketika kita di SMP atau di SD. Apabila kita ketika di SMP-nya belajar dengan rajin dan serius maka ketika kita duduk di SMA tidak menutup kemungkinan prestasi kita menjadi lebih baik lagi. Begitu pula halnya dalam melihat masa depan kita.

Matur Dihantam Howitzer & Dibumi-hanguskan pada Agresi II Belanda


Oleh :

Anwar Harry St. Pamenan *)

Peristiwa 18 Desember 1948 sangat mengejutkan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat yang berada dalam kota Bukittinggi sebagai pusat pemerintahan di Sumatera. Pada malam hari pada tanggal 18 Desember 1948 hari terang bulan, udara sejuk dipelukan Merapi dan Singgalang ini dikejutkan oleh deru pesawat udara yang tiada henti-hentinya berputar-putar di udara Bukittinggi, putaran mana juga sampai ke Matur. Pada saat itu desas-desus bahwa bapak Presiden dan Inyiak H. Agus Salim akan singgah di Bukittinggi dalam perjalanannya ke India, oleh sebab itu timbul dugaan bahwa pesawat yang selalu berputar-putar di udara Bukittinggi itu tidak melihat kode lapangan atau lapangan sama sekali tidak terlihat dari udara. Untuk itu seluruh mobil-mobil yang ada dalam kota sama-sama pergi ke lapangan untuk menerangi lapangan yang kelak di darati oleh pesawat kepala negara.

Namun setelah berjam-jam dan telah diberi kode untuk segera mendarat namun pesawat tetap juga berputar-putar di udara. Rakyat jadi gelisah, dan para pemimpin jadi timbul tanda tanya, apa sebenarnya, kenapa pesawat yang telah diberi kode dengan lampu itu belum uga mendarat ?. Sementara itu arus penduduk yang berbondong-bondong ke lapangan udara Gadut tidak bisa ditahan. Mereka ingin menyambut kedatangan presiden mereka. Semalam suntuk penduduk Bukittinggi tidak tidur. Mereka merasa pasti bahwa yang ada dalam pesawat yang berputar-putar di udara Bukttinggi itu tidak lain adalah presiden dan Inyiak H. Agus Salim, dua pimpinan yang mereka cintai. Oleh sebab itu rakyat terus berdesakan terus mendekati lapangan udara Gadut. Apalagi setelah tersiar kabar bahwa presiden hanya akan singgah sebentar saja di Bukittinggi kemudian melanjutan perjalanan ke India. Khawair tidak akan melihat wajah presidennya inilah mereka mendesak terus mendekati lapangan udara. Semua alat negara menjadi kewalahan menahan arus rakyat ini.

Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2013/02/cara-menambahkan-widget-baru-di-sebelah.html#ixzz2O8AYOBCu