Jumat, 13 September 2013

Family Homestay


Family Homestay

Bersama keluarga sukses dan berbahagia




Kabar Family Homestay Bukittinggi


rumah is
FAMILY HOMESTAY                                                       

Pimpinan Family Homestay - Bukittinggi
Ibu Isnenny – Pimpinan  Family Homestay -.
Jl. Syech Ibrahim Musa No: 44 C – Bukittinggi.
For Reservation : Phone : +62752.23530
Kode Pos :  26111.
Kepada Yth : Para pengunjung wisatawan yang melakukan perjalanan di Sumbar , kami  Family Homestay  Bukittinggi , menawarkan tempat istirahat bermalam bersama keluarga tercinta .Kami berada di pusat kota Bukittinggi dekat   Banto Trade Center  dan juga dekatpusat Perdagangan  Aur Tajungkang . Kami melayani anda sebagai keluarga sendiri, sesuai budaya minang yang ramah dan penuh etika.     HARGA  RENDAH , TAPI LAYANAN TETAP TINGGI DAN BAIK .  Kami menunggu kehadiran anda dan keluarga tercinta .–. Fasilitas empat kamar tidur , kamar mandi , sarapan pagi , dan  kendaraan.

Family Homestay

Bersama keluarga sukses dan berbahagia


Kabar Family Homestay Bukittinggi


rumah is
FAMILY HOMESTAY                                                       

Pimpinan Family Homestay - Bukittinggi
Ibu Isnenny – Pimpinan  Family Homestay -.
Jl. Syech Ibrahim Musa No: 44 C – Bukittinggi.
For Reservation : Phone : +62752.23530
Kode Pos :  26111.
Kepada Yth : Para pengunjung wisatawan yang melakukan perjalanan di Sumbar , kami  Family Homestay  Bukittinggi , menawarkan tempat istirahat bermalam bersama keluarga tercinta .Kami berada di pusat kota Bukittinggi dekat   Banto Trade Center  dan juga dekatpusat Perdagangan  Aur Tajungkang . Kami melayani anda sebagai keluarga sendiri, sesuai budaya minang yang ramah dan penuh etika.     HARGA  RENDAH , TAPI LAYANAN TETAP TINGGI DAN BAIK .  Kami menunggu kehadiran anda dan keluarga tercinta .–. Fasilitas empat kamar tidur , kamar mandi , sarapan pagi , dan  kendaraan.

Jumat, 16 Agustus 2013

Soekarni, Tokoh Penting Menjelang Detik-Detik Kemerdekaan

Oleh Tim AndrieWongso - Jumat, 16 Agustus 2013

Seorang tokoh penting sehari menjelang Proklamasi Kemerdekaan RI adalah Soekarni Kartodiwirjo. Nama ini sering disebut-sebut sebagai tokoh yang “menculik” Soekarno-Hatta pada 16 Agustus 1945 dini hari sebagai upaya mengasingkan kedua tokoh proklamasi itu dari pengaruh Jepang.

Soekarni dkk mendengar Jepang kalah perang. Momentum itu dianggap para pemuda yang tergabung dalam kelompok pergerakan bawah tanah di bawah pimpinan Sutan Syahrir, bersepakat bahwa inilah saat yang tepat untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Soekarni, Wikana dan kelompok pemuda lainnya kemudian mendesak Soekarno dan Hatta agar segera memproklamirkan Indonesia. Tetapi Soekarno-Hatta menolaknya. Akhirnya terjadilah perdebatan sengit yang berakhir dengan penculikan kedua tokoh tersebut, dengan tujuan menjauhkan Soekarno-Hatta dari "pengaruh" Jepang. Kedua pemimpin itu "diasingkan" ke Rengasdengklok oleh kelompok pemuda yang dipimpin oleh Soekarni. Di sanalah digodok persiapan Kemerdekaan Indonesia yang akan dibacakan esok harinya, 17 Agustus 1945.

Soekarni lahir di desa Sumberdiran, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada 14 Juli 1916.  Kakeknya adalah juru masak Pangeran Diponegoro. Sewaktu kecil, Soekarni terkenal karena kenakalannya dan sering berbuat onar hingga berkelahi dan menantang Belanda. Dia pernah mengumpulkan 30-50 orang teman-temannya dan mengirim surat tantangan ke anak muda Belanda untuk berkelahi. Lokasinya di kebun raya Blitar, dekat sebuah kolam. Anak-anak Belanda menerima tantangan itu dan terjadilah tawuran. Kelompok Soekarni memenangkan perkelahian itu dan anak Belanda yang kalah dicemplungkan ke kolam.

Saat di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) sekolah SMP di zaman Belanda, ia dikeluarkan karena mencari masalah dengan pemerintah kolonial Belanda. Tahun 1930 ia mulai terlibat dalam pergerakan nasional. Dia sekolah di Yogyakarta, kemudian ke Jakarta. Atas bantuan Ibu Wardoyo (kakak Bung Karno), Soekarni disekolahkan di Bandung jurusan jurnalistik.

Pada masa-masa di Bandung inilah, konon Soekarni pernah mengikuti kursus pengkaderan politik pimpinan Soekarno. Di sinilah dia bersahabat dengan Wikana yang kemudian ikut terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok itu.

_____
Sumber: Wikipedia

Kamis, 11 Juli 2013

Hanta Yudha: Tak Tertutup Kemungkinan Koalisi Surya-Ical


Kamis, 11 Juli 2013 |
Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat politik Hanta Yudha memuji langkah Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang besilaturahmi dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Pertemuan dua tokoh yang pernah bersaing dalam perebutan pucuk pimpinan Golkar itu mencerminkan kedewaan berpolitik mereka.

Hanta Yudha mengomentari silaturahmi Aburizal Bakrie dan Surya Paloh di markas Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (10/7) kemarin. Menurut Hanta Yudha, pertemuan keduanya merupakan langkah maju demokrasi Indonesia.

Hanta Yudha mengatakan tidak tertutup kemungkinan akan terjadi koalisi di antara kedua belah pihak. Pertemuan itu diduga sebagai langkah awal komunikasi politik. Hanta menilai, Nasdem dan Golkar mesin politik yang kuat, dibalut kematangan berpolitik dan stabilitas perolehan suara yang baik. Tantangannya adalah meningkatkan akseptabilitas kedua tokoh tersebut di masyarakat.

Meskipun Aburizal Bakrie (Ical) telah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2014, menurut Hanta, segalanya bisa berubah. Tergantung perolehan suara Golkar pada pemilu legislatif nanti. Sebaliknya, kata Hanta, Surya Paloh berulangkali mengatakan Partai Nasdem menunggu hasil pemilu legislatif dan tidak turut serta dalam kontestasi capres-cawapres bila perolehan suara di luar tiga besar. (Edwin Tintin)

Editor: Khudori
Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2013/02/cara-menambahkan-widget-baru-di-sebelah.html#ixzz2O8AYOBCu