Minggu, 23 Februari 2014

“INDONESIA SALAH URUS dan DALAM ANCAMAN KEHANCURAN”

(Menpora Janji Tidak Halangi KPK Ungkap Hambalang) http://matanews.com/2014/02/14/menpora-janji-tidak-halangi-kpk-ungkap-hambalang/ “INDONESIA SALAH URUS dan DALAM ANCAMAN KEHANCURAN” Fb @MATANEWS.com

 1. Indonesia yg kaya raya ini karena salah urus terbelit masalah berat, kini dlm ancaman kehancuran, eh mau direbut cina lagi 2. Masalah terbesar RI : pemimpinnya tdk amanah, penegakkan hukum hancur, keadilan tdk ada, mafia berkuasa di semua sektor kehidupan bangsa 3. Pemilu /pilpres terancam gagal, kalau pun jadi akan penuh kecurangan, disintgrasi di depan mata, etnis cina mau berdaulat dan berkuasa 4. Reformasi kehilangan arah dan makna, kesenjangan ekonomi semakin lebar, ketahanan nasional hancur lebur, indonesia mau jadi bubur 5. Kompleksitas masalah bangsa ini solusi hanya : 1) kembali ke UUD 45, lalu pelan2 dan hati2 lakukan amandemennya 2) Revolusi Damai 6.3) pilih presiden yg amanah, tegas, komit, berani, cerdas dst yg bertekad bulat tetapkan Dasar Politik dan Ekonomi Baru RI 7. Sumber dari segala sumber masalah bangsa adalah karena bangsa ini tdk punya karakter, meninggalkan agama, pancasila dan budaya luhurnya 8. Konspirasi global & asing bgtu mudah menghancurkan RI yg lemah ketahanan nasionalnya. Indonesia seperti org bodoh telanjang di mata dunia 9. Sebagian besar masalah bangsa ini dan solusinya sdh pernah kami ungkapkan dan bahas di lini masa twitter. Namun apa daya, ini hny socmed 10. Facebook, twitter hanya socmed, media mikro yg tak mampu menjangkau rakyat di seluruh negeri, sedangkan media2 kita sdh terkontaminasi racun musuh 11. Hampir semua yg pernah kami bahas ditwit, ancaman yg kami prediksi, satu per satu terbukti terjadi atau akan terjadi. 12. Sejak 2 tahun lalu kami sampaikan dan bahas, etnis cina ingin berkuasa penuh & berdaulat di RI. Eh, baru skrg para tokoh mulai mengerti 13. Sejak Jokowi Ahok diorbitkan, kami sdh sampaikan dan buka fakta2 bhw mereka berdua hanyalah boneka para konglomerat cina. 14. Setelah Jokowi Ahok terpilih dan makin menjadi2, baru para elit negeri ini mengerti kemana arah tujuan & agenda jokowi ahok sebenarnya 15. Kami sdh tahu sejak putaran kedua Pilkada DKI jakarta tentang rencana etnis cina berkuasa dan berdaulat di Indonesia melalui boneka2nya 16. Itu sebabnya, kami putar haluan bela Foke yg meski arogan tapi bukan ancaman bagi keutuhan negara dan kedaulatan bangsa Indonesia 17. Ayo, mari kita sadar dan lawan ancaman thdp Indonesia yg akan dikuasai dan dikendalikan penuh secara politik oleh etnis cina dan mafia2 18. Bukan oleh seluruh etnis cina tapi oleh segilintir konglomerat hitam cina dibantu arkansas connection yg kini berkuasa di AS sana 19. Konglomerat2 cina hitam + Arkansas Connection + China Connection + tokoh2 sipil dan militer pribumi pengkhianat bangsa = mau kuasai RI 20. Silahkan simak kultwit2 kami yg sdh ratusan chiprstory nya membahas, mengungkap fakta ttg masalah terbesar bangsa ini 21. Kali ini, kami bahas sedikit latar belakang dan motif kenapa mafia2 cina indonesia ingin merebut kekuasaan dan kendali kedaulatan di RI 22. Sejarah panjang etnis cina sejak awal kedatangannya di Indonesia s/d pada thn 1998, telah menciptakan sebuah komunitas cina raksasa 23. Kekuatan raksasa cina indonesia dalam arti populasi dan penguasaan sumber – sumber ekonomi /produksi/ kekayaan luar biasa di Indonesia 24. Populasi cina indonesia atau Tionghoa pada tahun 2012 sudah mencapai 12 juta jiwa atau sekitar 5% dari total jumlah penduduk Indonesia 25. Bandingkan dgn hasil sensus pada masa Hindia Belanda, populasi Tionghoa baru 1.2 juta atau 2% dari penduduk Indonesia pada tahun 1930. 26. Tdk ada data resmi populasi Tionghoa pada tahun 1960an. Riset antropolog G.W. Skinner, Tionghoa di RI > 2.5 juta (2,5%) pada thn 1961 27. Sensus penduduk thn 2000, hanya 1% dari total populasi Indonesia mengaku sebagai Tionghoa. Mayoritas tionghoa tdk ngaku sbg etnis cina 28. Tapi BPS pada sensus thn 2000, mencatat jumlah etnis cina sekitar 4.5% dari total populasi. Tahun 2013 BPS hitung sekitar 12 juta jiwa 29. Perlakuan istimewa di sektor ekenomi yg dinikmati etnis Tionghoa sejak masa kolonial Belanda hingga masa orde baru berakhir (1998), 30. … menyebabkan etnis Tionghoa menguasai sektor ekonomi Indonesia secara dominan dan hampir mencapai taraf absolut. Hegemoni etnis cina 31. Jumlah 5% populasi tionghoa (12 juta jiwa) kuasai 95% ekonomi dan kekayaan Indonesia, atau 95% rakyat pribumi hny kuasai 5% ekonomi RI 32. Penguasaan dan pengendalian ekonomi oleh pemerintah dan BUMN, kita keluarkan (excluding) dari fakta yg kami sampaikan tadi 33. Mengutip Bustanil Arifin (Pasific Business Forum - Naisbitt, 1997:19-20), bhw perusahaan kecil, sedang, besar tionghoa kendalikan 90% 34. Pada 1997 populasi 5% etnis cina dari seluruh total populasi penduduk Indonesia tetapi ternyata mengendalikan lebih 73% ekonomi RI 35. Penguasaan & pengendalian ekonomi etnis Tionghoa di Indonesia pada masa sekarang (2014), diperkirakan melebihi 80% ekonomi Indonesia 36. Penyebabnya adalah penerapan sistem ekonomi pasar liberal dan persaingan bebas yang nyaris mengarah ke persaingan bebas sempurna 37. Persaingan bebas (free fight competition) diterapkan Pemerintah RI sejak era reformasi sampai hari ini, akibatkan kehancuran pribumi 38. Bukti Hegemoni Etnis Cina atau penguasaan/pengendalian etnis cina (Tionghoa) atas ekonomi Indonesia terlihat dari mayoritas org terkaya 39. Dominasi mutlak etnis cina pada daftar orang terkaya Indonesia sejak tahun 1998 - 2013 dimana > 90% dari terkaya RI adalah etnis cina 40. Ironis/tragisnya, 10% pribumi yg masuk daftar orang terkaya, mayoritas adalah kuasa usaha / proxy / pengusaha boneka dari konglo2 cina 41. Dapat disimpulkan, pribumi yang sebenarnya masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia itu tidak lebih dari 5% saja. Innalilahi … 42. Perilaku ekonomi etnis Cina sepanjang 1930 - Feb 2014 masih dibumbui oleh stereotipe “miring” ttg peran ekonomi etnis Cina Indonesia 43. Yaitu : a) kebobrokan ekonomi Indonesia adalah akibat banyaknya dana yang dibawa pengusaha etnis Cina ke luar negara 44. b) Penerapan diskriminasi ekonomi berbasis rasial dan nepotisme mayoritas pengusaha cina thdp pengusaha pribumi & karyawan pribuminya 45. c) penerapan & sosialisasi BUDAYA suap kolusi, suap dan korupsi yg sdh menjadi kebiasaan pengusaha etnis Cina sejak ratusan tahun lalu 46. Ketiga stereotip perilaku bisnis etnis cina inilah yang mempengaruhi kinerja para birokrat, menghambat kemajuan ekonomi pribumi dst 47. Satu Contoh nyata : abdul latif mantan ketum HIPMI tdk bisa beli & kelola lahan milik TNI AL di Mangga Dua, Jakut sekitar > 30 thn lalu 48. Tidak ada 1 bank pun yg mau beri fasilitas kredit, tdk ada pejabat tinggi TNI AL yg dukung, tdk ada pengusaha non pri/cina mau support 49. Karena seorang pengusaha /konglomerat cina sdh menyatakan minatnya utk beli dan kelola lahan milik TNI AL itu, utk bisnis property 50. Akhirnya, Abdul Latif gagal beli &kelola lahan eks TNI AL, yg dikenal dgn nama Mangga Dua Square. Itulah ‘kehebatan’ jaringan etnis cina 51. Contoh 2 : terbukti pada sosok tokoh besar konglomerat cina yg selama ini mengaku & dikenal nasionalis pejuang : Sofyan Wanandi & Klrg 52. Siapa tdk kenal Sofyan & Rudi Wanandi. Aktivis pergerakan mahasiswa 66, pendiri / pembina think tank orba CSIS, elit Prasetya Mulya dst 53. Apakah Sofyan Wanandi cs benar nasionalis pejuang seperti citra dirinya selama ini ? Tdk. Bohong BESAR. Bukti : lihat bgmn perusahaannya 54. Konglomerasi Sofyan dan Rudi Wanandi cs sgt rasis, diskriminatif, apancasilais, antiislam. Mustahil pribumi islam diperlakukan adil 55. Perusahan2 milik Wanandi, seperti Gemala Grup, Wahana Tata dll, dikenal sng rasis dan diskriminatif thdp pribumi dan islam 56. Karir karyawan pribumi/ islam jgn harap bisa raih posisi direksi, GM atau setara. Semua didominasi karyawan etnis cina & non islam 57. Koar - koar nasionalisme Sofyan. Rudi dan Wanandi cs itu hanya di mulut doank. Hanya citra doank. Rasis dan diskriminasinya edan ! 58. Itu Sofyan Wanandi, konglomerat cina asal sumbar yg mantan aktivis 66. Apalagi konglo2 cina lain yg mayoritas tdk jelas track recordnya 59. Mungkin 1 dari 1000 perusahaan milik konglomerat/ pengusaha cina yg tdk terapkan kebijakan rasis /diskriminasi dan antipribumi/islam 60. Kebijakan rasis / diskriminasi thdp pribumi/islam oleh konglo etnis cina tdk hanya terkait karir, gaji dan kesempatan utk maju 61. Tetapi juga terkait hal lain: keterbukaan dan dukungan jaringan, pasar, modal, dan seterusnya. Etnis cina ‘menjajah’ pribumi selama ini 62. Setelah etnis cina ratusan tahun mendominasi, menguasi, mengendalikan (Hegemoni) sektor ekonomi RI kini mereka mau berdaulat di RI 63. Penguasaan/pengendalian 80% - 90% ekonomi RI = penumpukan modal, harta benda dan kekayaan sekitar 90% pada 5% WNI etnis cina 64. Dari 5% atau 12 juta jiwa etnis Cina itu, memang HANYA SEGELINTIR yg ambisi, nafsu, kebelet ingin KUASAI dan BERDAULAT di Indonesia 65. Meski segelintir dari 12 juta etnis Cina yg mau merebut pengendalian total atas Indonesia scra politik, dukungan tionghoa sangat nyata 66. Hny organisasi tionghoa INTI yg secara terbuka tdk setuju dgn rencana komunitas cina Indonesia merebut kendali politik dan kedaulatan RI 67. Mayoritas komunitas cina Indonesia terutama konglomerat2 hitam cina mendukung dan ikut terlibat aktif rencana “penjajahan” cina thdp RI 68. Mayoritas mereka membantu uang, jaringan, media, sumber daya dll utk mewujudkan rencana besar antony salim, james riady cs ‘menjajah’ RI 69. Setelah meraih dan menikmati hegemoni ekonomi atau memperoleh kekayaan luar biasa, secara otomatis atau dengan sendirinya, … 70. Komunitas etnis cina Indonesia menginginkan tahta atau kekuasaan sejati sbg pengendali/penguasa kedaulatan negara / kekuasaan politik 71. Perebutan kedaulatan negara oleh komunitas cina tersebut secara hukum dimungkinkan dgn penghapusan seluruh ketentuan UU yg ada dulu 72. Ketentuan pada Konstitusi dan seluruh peraturan perUUan yg sebelumnya mnjdi penghalang etnis cina utk berkuasa mutlak di RI sdh dihapus 73. Komunitas Etnis cina Indonesia sangat sadar bahwa mereka bisa dengan mudah menjadi penguasa dan pengendali negara Republik Indonesia. 74. Mudah bagi komunitas etnis cina merebut dan menjadi pemegang kedaulatan negara RI dengan menggunakan kekayaan mereka yang luar biasa. 75. Semua sektor usaha / industri, termasuk industri media massa didominasi dan dikendalikan sepenuhnya oleh etnis cina 76. Konglo2 /etnis cina mudah merekayasa & membangun opini, membentuk persepsi, mengarahkan pilihan dan keputusan rakyat (pemilih) Indonesia 76. Konglo2 /etnis cina mudah merekayasa & membangun opini, membentuk persepsi, mengarahkan pilihan dan keputusan rakyat (pemilih) Indonesia 77. Mudah bagi komunitas etnis cina memenangkan tokoh atau figur yg telah dipersiapkan komunitas cina Indonesia sebagai proxy atau boneka 78. Mudah bagi komunitas etnis cari proxy, boneka, dummy, budak, antek, cecunguk dan sejenisnya utk ‘dijual’ ke rakyat RI selaku presiden, 79. .. wakil presiden dan pejabat2 tinggi strategis lainnya. Fenomena Jokowi, Ahok, Dahlan Iskan dan Hary Tanoe adalah contoh faktualnya 80. Jokowi Ahok Dahlan yang kita saksikan pada hari ini adalah gambaran nyata keberhasilan dari upaya & rencana etnis cina untuk berkuasa, 81. Jika rencana mafia Tionghoa ini berhasil, lewat tokoh2 boneka inilah mereka mengendalikan kekuasaan dan kedaulatan di negara ini 82. Hanya masalah waktu saja yang kini jd konsen utama bagi etnis cina utk mengendalikan & berdaulat penuh secara politik secara langsung 83. Jika rencana mrka brhasil, dipastikan dlm waktu dekat kekuasaan dan kedaulatan RI akan dipegang langsung tokoh atau figur etnis cina 84. Berkuasa & berdaulat secara politik tnp melalui proxy atau boneka seperti Jokowi dan Dahlan Iskan. Tapi akan lgsg dipegang ahok & tanoe (Menpora Janji Tidak Halangi KPK Ungkap Hambalang) http://matanews.com/2014/02/14/menpora-janji-tidak-halangi-kpk-ungkap-hambalang/ matanews.com bersama Novita Sujatmiko dan 49 lainnya “INDONESIA SALAH URUS dan DALAM ANCAMAN KEHANCURAN” Fb @MATANEWS.com 1. Indonesia yg kaya raya ini karena salah urus terbelit masalah berat, kini dlm ancaman kehancuran, eh mau direbut cina lagi 2. Masalah terbesar RI : pemimpinnya tdk amanah, penegakkan hukum hancur, keadilan tdk ada, mafia berkuasa di semua sektor kehidupan bangsa 3. Pemilu /pilpres terancam gagal, kalau pun jadi akan penuh kecurangan, disintgrasi di depan mata, etnis cina mau berdaulat dan berkuasa 4. Reformasi kehilangan arah dan makna, kesenjangan ekonomi semakin lebar, ketahanan nasional hancur lebur, indonesia mau jadi bubur 5. Kompleksitas masalah bangsa ini solusi hanya : 1) kembali ke UUD 45, lalu pelan2 dan hati2 lakukan amandemennya 2) Revolusi Damai 6.3) pilih presiden yg amanah, tegas, komit, berani, cerdas dst yg bertekad bulat tetapkan Dasar Politik dan Ekonomi Baru RI 7. Sumber dari segala sumber masalah bangsa adalah karena bangsa ini tdk punya karakter, meninggalkan agama, pancasila dan budaya luhurnya 8. Konspirasi global & asing bgtu mudah menghancurkan RI yg lemah ketahanan nasionalnya. Indonesia seperti org bodoh telanjang di mata dunia 9. Sebagian besar masalah bangsa ini dan solusinya sdh pernah kami ungkapkan dan bahas di lini masa twitter. Namun apa daya, ini hny socmed 10. Facebook, twitter hanya socmed, media mikro yg tak mampu menjangkau rakyat di seluruh negeri, sedangkan media2 kita sdh terkontaminasi racun musuh 11. Hampir semua yg pernah kami bahas ditwit, ancaman yg kami prediksi, satu per satu terbukti terjadi atau akan terjadi. 12. Sejak 2 tahun lalu kami sampaikan dan bahas, etnis cina ingin berkuasa penuh & berdaulat di RI. Eh, baru skrg para tokoh mulai mengerti 13. Sejak Jokowi Ahok diorbitkan, kami sdh sampaikan dan buka fakta2 bhw mereka berdua hanyalah boneka para konglomerat cina. 14. Setelah Jokowi Ahok terpilih dan makin menjadi2, baru para elit negeri ini mengerti kemana arah tujuan & agenda jokowi ahok sebenarnya 15. Kami sdh tahu sejak putaran kedua Pilkada DKI jakarta tentang rencana etnis cina berkuasa dan berdaulat di Indonesia melalui boneka2nya 16. Itu sebabnya, kami putar haluan bela Foke yg meski arogan tapi bukan ancaman bagi keutuhan negara dan kedaulatan bangsa Indonesia 17. Ayo, mari kita sadar dan lawan ancaman thdp Indonesia yg akan dikuasai dan dikendalikan penuh secara politik oleh etnis cina dan mafia2 18. Bukan oleh seluruh etnis cina tapi oleh segilintir konglomerat hitam cina dibantu arkansas connection yg kini berkuasa di AS sana 19. Konglomerat2 cina hitam + Arkansas Connection + China Connection + tokoh2 sipil dan militer pribumi pengkhianat bangsa = mau kuasai RI 20. Silahkan simak kultwit2 kami yg sdh ratusan chiprstory nya membahas, mengungkap fakta ttg masalah terbesar bangsa ini 21. Kali ini, kami bahas sedikit latar belakang dan motif kenapa mafia2 cina indonesia ingin merebut kekuasaan dan kendali kedaulatan di RI 22. Sejarah panjang etnis cina sejak awal kedatangannya di Indonesia s/d pada thn 1998, telah menciptakan sebuah komunitas cina raksasa 23. Kekuatan raksasa cina indonesia dalam arti populasi dan penguasaan sumber – sumber ekonomi /produksi/ kekayaan luar biasa di Indonesia 24. Populasi cina indonesia atau Tionghoa pada tahun 2012 sudah mencapai 12 juta jiwa atau sekitar 5% dari total jumlah penduduk Indonesia 25. Bandingkan dgn hasil sensus pada masa Hindia Belanda, populasi Tionghoa baru 1.2 juta atau 2% dari penduduk Indonesia pada tahun 1930. 26. Tdk ada data resmi populasi Tionghoa pada tahun 1960an. Riset antropolog G.W. Skinner, Tionghoa di RI > 2.5 juta (2,5%) pada thn 1961 27. Sensus penduduk thn 2000, hanya 1% dari total populasi Indonesia mengaku sebagai Tionghoa. Mayoritas tionghoa tdk ngaku sbg etnis cina 28. Tapi BPS pada sensus thn 2000, mencatat jumlah etnis cina sekitar 4.5% dari total populasi. Tahun 2013 BPS hitung sekitar 12 juta jiwa 29. Perlakuan istimewa di sektor ekenomi yg dinikmati etnis Tionghoa sejak masa kolonial Belanda hingga masa orde baru berakhir (1998), 30. … menyebabkan etnis Tionghoa menguasai sektor ekonomi Indonesia secara dominan dan hampir mencapai taraf absolut. Hegemoni etnis cina 31. Jumlah 5% populasi tionghoa (12 juta jiwa) kuasai 95% ekonomi dan kekayaan Indonesia, atau 95% rakyat pribumi hny kuasai 5% ekonomi RI 32. Penguasaan dan pengendalian ekonomi oleh pemerintah dan BUMN, kita keluarkan (excluding) dari fakta yg kami sampaikan tadi 33. Mengutip Bustanil Arifin (Pasific Business Forum - Naisbitt, 1997:19-20), bhw perusahaan kecil, sedang, besar tionghoa kendalikan 90% 34. Pada 1997 populasi 5% etnis cina dari seluruh total populasi penduduk Indonesia tetapi ternyata mengendalikan lebih 73% ekonomi RI 35. Penguasaan & pengendalian ekonomi etnis Tionghoa di Indonesia pada masa sekarang (2014), diperkirakan melebihi 80% ekonomi Indonesia 36. Penyebabnya adalah penerapan sistem ekonomi pasar liberal dan persaingan bebas yang nyaris mengarah ke persaingan bebas sempurna 37. Persaingan bebas (free fight competition) diterapkan Pemerintah RI sejak era reformasi sampai hari ini, akibatkan kehancuran pribumi 38. Bukti Hegemoni Etnis Cina atau penguasaan/pengendalian etnis cina (Tionghoa) atas ekonomi Indonesia terlihat dari mayoritas org terkaya 39. Dominasi mutlak etnis cina pada daftar orang terkaya Indonesia sejak tahun 1998 - 2013 dimana > 90% dari terkaya RI adalah etnis cina 40. Ironis/tragisnya, 10% pribumi yg masuk daftar orang terkaya, mayoritas adalah kuasa usaha / proxy / pengusaha boneka dari konglo2 cina 41. Dapat disimpulkan, pribumi yang sebenarnya masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia itu tidak lebih dari 5% saja. Innalilahi … 42. Perilaku ekonomi etnis Cina sepanjang 1930 - Feb 2014 masih dibumbui oleh stereotipe “miring” ttg peran ekonomi etnis Cina Indonesia 43. Yaitu : a) kebobrokan ekonomi Indonesia adalah akibat banyaknya dana yang dibawa pengusaha etnis Cina ke luar negara 44. b) Penerapan diskriminasi ekonomi berbasis rasial dan nepotisme mayoritas pengusaha cina thdp pengusaha pribumi & karyawan pribuminya 45. c) penerapan & sosialisasi BUDAYA suap kolusi, suap dan korupsi yg sdh menjadi kebiasaan pengusaha etnis Cina sejak ratusan tahun lalu 46. Ketiga stereotip perilaku bisnis etnis cina inilah yang mempengaruhi kinerja para birokrat, menghambat kemajuan ekonomi pribumi dst 47. Satu Contoh nyata : abdul latif mantan ketum HIPMI tdk bisa beli & kelola lahan milik TNI AL di Mangga Dua, Jakut sekitar > 30 thn lalu 48. Tidak ada 1 bank pun yg mau beri fasilitas kredit, tdk ada pejabat tinggi TNI AL yg dukung, tdk ada pengusaha non pri/cina mau support 49. Karena seorang pengusaha /konglomerat cina sdh menyatakan minatnya utk beli dan kelola lahan milik TNI AL itu, utk bisnis property 50. Akhirnya, Abdul Latif gagal beli &kelola lahan eks TNI AL, yg dikenal dgn nama Mangga Dua Square. Itulah ‘kehebatan’ jaringan etnis cina 51. Contoh 2 : terbukti pada sosok tokoh besar konglomerat cina yg selama ini mengaku & dikenal nasionalis pejuang : Sofyan Wanandi & Klrg 52. Siapa tdk kenal Sofyan & Rudi Wanandi. Aktivis pergerakan mahasiswa 66, pendiri / pembina think tank orba CSIS, elit Prasetya Mulya dst 53. Apakah Sofyan Wanandi cs benar nasionalis pejuang seperti citra dirinya selama ini ? Tdk. Bohong BESAR. Bukti : lihat bgmn perusahaannya 54. Konglomerasi Sofyan dan Rudi Wanandi cs sgt rasis, diskriminatif, apancasilais, antiislam. Mustahil pribumi islam diperlakukan adil 55. Perusahan2 milik Wanandi, seperti Gemala Grup, Wahana Tata dll, dikenal sng rasis dan diskriminatif thdp pribumi dan islam 56. Karir karyawan pribumi/ islam jgn harap bisa raih posisi direksi, GM atau setara. Semua didominasi karyawan etnis cina & non islam 57. Koar - koar nasionalisme Sofyan. Rudi dan Wanandi cs itu hanya di mulut doank. Hanya citra doank. Rasis dan diskriminasinya edan ! 58. Itu Sofyan Wanandi, konglomerat cina asal sumbar yg mantan aktivis 66. Apalagi konglo2 cina lain yg mayoritas tdk jelas track recordnya 59. Mungkin 1 dari 1000 perusahaan milik konglomerat/ pengusaha cina yg tdk terapkan kebijakan rasis /diskriminasi dan antipribumi/islam 60. Kebijakan rasis / diskriminasi thdp pribumi/islam oleh konglo etnis cina tdk hanya terkait karir, gaji dan kesempatan utk maju 61. Tetapi juga terkait hal lain: keterbukaan dan dukungan jaringan, pasar, modal, dan seterusnya. Etnis cina ‘menjajah’ pribumi selama ini 62. Setelah etnis cina ratusan tahun mendominasi, menguasi, mengendalikan (Hegemoni) sektor ekonomi RI kini mereka mau berdaulat di RI 63. Penguasaan/pengendalian 80% - 90% ekonomi RI = penumpukan modal, harta benda dan kekayaan sekitar 90% pada 5% WNI etnis cina 64. Dari 5% atau 12 juta jiwa etnis Cina itu, memang HANYA SEGELINTIR yg ambisi, nafsu, kebelet ingin KUASAI dan BERDAULAT di Indonesia 65. Meski segelintir dari 12 juta etnis Cina yg mau merebut pengendalian total atas Indonesia scra politik, dukungan tionghoa sangat nyata 66. Hny organisasi tionghoa INTI yg secara terbuka tdk setuju dgn rencana komunitas cina Indonesia merebut kendali politik dan kedaulatan RI 67. Mayoritas komunitas cina Indonesia terutama konglomerat2 hitam cina mendukung dan ikut terlibat aktif rencana “penjajahan” cina thdp RI 68. Mayoritas mereka membantu uang, jaringan, media, sumber daya dll utk mewujudkan rencana besar antony salim, james riady cs ‘menjajah’ RI 69. Setelah meraih dan menikmati hegemoni ekonomi atau memperoleh kekayaan luar biasa, secara otomatis atau dengan sendirinya, … 70. Komunitas etnis cina Indonesia menginginkan tahta atau kekuasaan sejati sbg pengendali/penguasa kedaulatan negara / kekuasaan politik 71. Perebutan kedaulatan negara oleh komunitas cina tersebut secara hukum dimungkinkan dgn penghapusan seluruh ketentuan UU yg ada dulu 72. Ketentuan pada Konstitusi dan seluruh peraturan perUUan yg sebelumnya mnjdi penghalang etnis cina utk berkuasa mutlak di RI sdh dihapus 73. Komunitas Etnis cina Indonesia sangat sadar bahwa mereka bisa dengan mudah menjadi penguasa dan pengendali negara Republik Indonesia. 74. Mudah bagi komunitas etnis cina merebut dan menjadi pemegang kedaulatan negara RI dengan menggunakan kekayaan mereka yang luar biasa. 75. Semua sektor usaha / industri, termasuk industri media massa didominasi dan dikendalikan sepenuhnya oleh etnis cina 76. Konglo2 /etnis cina mudah merekayasa & membangun opini, membentuk persepsi, mengarahkan pilihan dan keputusan rakyat (pemilih) Indonesia 76. Konglo2 /etnis cina mudah merekayasa & membangun opini, membentuk persepsi, mengarahkan pilihan dan keputusan rakyat (pemilih) Indonesia 77. Mudah bagi komunitas etnis cina memenangkan tokoh atau figur yg telah dipersiapkan komunitas cina Indonesia sebagai proxy atau boneka 78. Mudah bagi komunitas etnis cari proxy, boneka, dummy, budak, antek, cecunguk dan sejenisnya utk ‘dijual’ ke rakyat RI selaku presiden, 79. .. wakil presiden dan pejabat2 tinggi strategis lainnya. Fenomena Jokowi, Ahok, Dahlan Iskan dan Hary Tanoe adalah contoh faktualnya 80. Jokowi Ahok Dahlan yang kita saksikan pada hari ini adalah gambaran nyata keberhasilan dari upaya & rencana etnis cina untuk berkuasa, 81. Jika rencana mafia Tionghoa ini berhasil, lewat tokoh2 boneka inilah mereka mengendalikan kekuasaan dan kedaulatan di negara ini 82. Hanya masalah waktu saja yang kini jd konsen utama bagi etnis cina utk mengendalikan & berdaulat penuh secara politik secara langsung 83. Jika rencana mrka brhasil, dipastikan dlm waktu dekat kekuasaan dan kedaulatan RI akan dipegang langsung tokoh atau figur etnis cina 84. Berkuasa & berdaulat secara politik tnp melalui proxy atau boneka seperti Jokowi dan Dahlan Iskan. Tapi akan lgsg dipegang ahok & tanoe (Menpora Janji Tidak Halangi KPK Ungkap Hambalang) http://matanews.com/2014/02/14/menpora-janji-tidak-halangi-kpk-ungkap-hambalang/ “INDONESIA SALAH URUS dan DALAM ANCAMAN KEHANCURAN” Fb @MATANEWS.com 1. Indonesia yg kaya raya ini karena salah urus terbelit masalah berat, kini dlm ancaman kehancuran, eh mau direbut cina lagi 2. Masalah terbesar RI : pemimpinnya tdk amanah, penegakkan hukum hancur, keadilan tdk ada, mafia berkuasa di semua sektor kehidupan bangsa 3. Pemilu /pilpres terancam gagal, kalau pun jadi akan penuh kecurangan, disintgrasi di depan mata, etnis cina mau berdaulat dan berkuasa 4. Reformasi kehilangan arah dan makna, kesenjangan ekonomi semakin lebar, ketahanan nasional hancur lebur, indonesia mau jadi bubur 5. Kompleksitas masalah bangsa ini solusi hanya : 1) kembali ke UUD 45, lalu pelan2 dan hati2 lakukan amandemennya 2) Revolusi Damai 6.3) pilih presiden yg amanah, tegas, komit, berani, cerdas dst yg bertekad bulat tetapkan Dasar Politik dan Ekonomi Baru RI 7. Sumber dari segala sumber masalah bangsa adalah karena bangsa ini tdk punya karakter, meninggalkan agama, pancasila dan budaya luhurnya 8. Konspirasi global & asing bgtu mudah menghancurkan RI yg lemah ketahanan nasionalnya. Indonesia seperti org bodoh telanjang di mata dunia 9. Sebagian besar masalah bangsa ini dan solusinya sdh pernah kami ungkapkan dan bahas di lini masa twitter. Namun apa daya, ini hny socmed 10. Facebook, twitter hanya socmed, media mikro yg tak mampu menjangkau rakyat di seluruh negeri, sedangkan media2 kita sdh terkontaminasi racun musuh 11. Hampir semua yg pernah kami bahas ditwit, ancaman yg kami prediksi, satu per satu terbukti terjadi atau akan terjadi. 12. Sejak 2 tahun lalu kami sampaikan dan bahas, etnis cina ingin berkuasa penuh & berdaulat di RI. Eh, baru skrg para tokoh mulai mengerti 13. Sejak Jokowi Ahok diorbitkan, kami sdh sampaikan dan buka fakta2 bhw mereka berdua hanyalah boneka para konglomerat cina. 14. Setelah Jokowi Ahok terpilih dan makin menjadi2, baru para elit negeri ini mengerti kemana arah tujuan & agenda jokowi ahok sebenarnya 15. Kami sdh tahu sejak putaran kedua Pilkada DKI jakarta tentang rencana etnis cina berkuasa dan berdaulat di Indonesia melalui boneka2nya 16. Itu sebabnya, kami putar haluan bela Foke yg meski arogan tapi bukan ancaman bagi keutuhan negara dan kedaulatan bangsa Indonesia 17. Ayo, mari kita sadar dan lawan ancaman thdp Indonesia yg akan dikuasai dan dikendalikan penuh secara politik oleh etnis cina dan mafia2 18. Bukan oleh seluruh etnis cina tapi oleh segilintir konglomerat hitam cina dibantu arkansas connection yg kini berkuasa di AS sana 19. Konglomerat2 cina hitam + Arkansas Connection + China Connection + tokoh2 sipil dan militer pribumi pengkhianat bangsa = mau kuasai RI 20. Silahkan simak kultwit2 kami yg sdh ratusan chiprstory nya membahas, mengungkap fakta ttg masalah terbesar bangsa ini 21. Kali ini, kami bahas sedikit latar belakang dan motif kenapa mafia2 cina indonesia ingin merebut kekuasaan dan kendali kedaulatan di RI 22. Sejarah panjang etnis cina sejak awal kedatangannya di Indonesia s/d pada thn 1998, telah menciptakan sebuah komunitas cina raksasa 23. Kekuatan raksasa cina indonesia dalam arti populasi dan penguasaan sumber – sumber ekonomi /produksi/ kekayaan luar biasa di Indonesia 24. Populasi cina indonesia atau Tionghoa pada tahun 2012 sudah mencapai 12 juta jiwa atau sekitar 5% dari total jumlah penduduk Indonesia 25. Bandingkan dgn hasil sensus pada masa Hindia Belanda, populasi Tionghoa baru 1.2 juta atau 2% dari penduduk Indonesia pada tahun 1930. 26. Tdk ada data resmi populasi Tionghoa pada tahun 1960an. Riset antropolog G.W. Skinner, Tionghoa di RI > 2.5 juta (2,5%) pada thn 1961 27. Sensus penduduk thn 2000, hanya 1% dari total populasi Indonesia mengaku sebagai Tionghoa. Mayoritas tionghoa tdk ngaku sbg etnis cina 28. Tapi BPS pada sensus thn 2000, mencatat jumlah etnis cina sekitar 4.5% dari total populasi. Tahun 2013 BPS hitung sekitar 12 juta jiwa 29. Perlakuan istimewa di sektor ekenomi yg dinikmati etnis Tionghoa sejak masa kolonial Belanda hingga masa orde baru berakhir (1998), 30. … menyebabkan etnis Tionghoa menguasai sektor ekonomi Indonesia secara dominan dan hampir mencapai taraf absolut. Hegemoni etnis cina 31. Jumlah 5% populasi tionghoa (12 juta jiwa) kuasai 95% ekonomi dan kekayaan Indonesia, atau 95% rakyat pribumi hny kuasai 5% ekonomi RI 32. Penguasaan dan pengendalian ekonomi oleh pemerintah dan BUMN, kita keluarkan (excluding) dari fakta yg kami sampaikan tadi 33. Mengutip Bustanil Arifin (Pasific Business Forum - Naisbitt, 1997:19-20), bhw perusahaan kecil, sedang, besar tionghoa kendalikan 90% 34. Pada 1997 populasi 5% etnis cina dari seluruh total populasi penduduk Indonesia tetapi ternyata mengendalikan lebih 73% ekonomi RI 35. Penguasaan & pengendalian ekonomi etnis Tionghoa di Indonesia pada masa sekarang (2014), diperkirakan melebihi 80% ekonomi Indonesia 36. Penyebabnya adalah penerapan sistem ekonomi pasar liberal dan persaingan bebas yang nyaris mengarah ke persaingan bebas sempurna 37. Persaingan bebas (free fight competition) diterapkan Pemerintah RI sejak era reformasi sampai hari ini, akibatkan kehancuran pribumi 38. Bukti Hegemoni Etnis Cina atau penguasaan/pengendalian etnis cina (Tionghoa) atas ekonomi Indonesia terlihat dari mayoritas org terkaya 39. Dominasi mutlak etnis cina pada daftar orang terkaya Indonesia sejak tahun 1998 - 2013 dimana > 90% dari terkaya RI adalah etnis cina 40. Ironis/tragisnya, 10% pribumi yg masuk daftar orang terkaya, mayoritas adalah kuasa usaha / proxy / pengusaha boneka dari konglo2 cina 41. Dapat disimpulkan, pribumi yang sebenarnya masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia itu tidak lebih dari 5% saja. Innalilahi … 42. Perilaku ekonomi etnis Cina sepanjang 1930 - Feb 2014 masih dibumbui oleh stereotipe “miring” ttg peran ekonomi etnis Cina Indonesia 43. Yaitu : a) kebobrokan ekonomi Indonesia adalah akibat banyaknya dana yang dibawa pengusaha etnis Cina ke luar negara 44. b) Penerapan diskriminasi ekonomi berbasis rasial dan nepotisme mayoritas pengusaha cina thdp pengusaha pribumi & karyawan pribuminya 45. c) penerapan & sosialisasi BUDAYA suap kolusi, suap dan korupsi yg sdh menjadi kebiasaan pengusaha etnis Cina sejak ratusan tahun lalu 46. Ketiga stereotip perilaku bisnis etnis cina inilah yang mempengaruhi kinerja para birokrat, menghambat kemajuan ekonomi pribumi dst 47. Satu Contoh nyata : abdul latif mantan ketum HIPMI tdk bisa beli & kelola lahan milik TNI AL di Mangga Dua, Jakut sekitar > 30 thn lalu 48. Tidak ada 1 bank pun yg mau beri fasilitas kredit, tdk ada pejabat tinggi TNI AL yg dukung, tdk ada pengusaha non pri/cina mau support 49. Karena seorang pengusaha /konglomerat cina sdh menyatakan minatnya utk beli dan kelola lahan milik TNI AL itu, utk bisnis property 50. Akhirnya, Abdul Latif gagal beli &kelola lahan eks TNI AL, yg dikenal dgn nama Mangga Dua Square. Itulah ‘kehebatan’ jaringan etnis cina 51. Contoh 2 : terbukti pada sosok tokoh besar konglomerat cina yg selama ini mengaku & dikenal nasionalis pejuang : Sofyan Wanandi & Klrg 52. Siapa tdk kenal Sofyan & Rudi Wanandi. Aktivis pergerakan mahasiswa 66, pendiri / pembina think tank orba CSIS, elit Prasetya Mulya dst 53. Apakah Sofyan Wanandi cs benar nasionalis pejuang seperti citra dirinya selama ini ? Tdk. Bohong BESAR. Bukti : lihat bgmn perusahaannya 54. Konglomerasi Sofyan dan Rudi Wanandi cs sgt rasis, diskriminatif, apancasilais, antiislam. Mustahil pribumi islam diperlakukan adil 55. Perusahan2 milik Wanandi, seperti Gemala Grup, Wahana Tata dll, dikenal sng rasis dan diskriminatif thdp pribumi dan islam 56. Karir karyawan pribumi/ islam jgn harap bisa raih posisi direksi, GM atau setara. Semua didominasi karyawan etnis cina & non islam 57. Koar - koar nasionalisme Sofyan. Rudi dan Wanandi cs itu hanya di mulut doank. Hanya citra doank. Rasis dan diskriminasinya edan ! 58. Itu Sofyan Wanandi, konglomerat cina asal sumbar yg mantan aktivis 66. Apalagi konglo2 cina lain yg mayoritas tdk jelas track recordnya 59. Mungkin 1 dari 1000 perusahaan milik konglomerat/ pengusaha cina yg tdk terapkan kebijakan rasis /diskriminasi dan antipribumi/islam 60. Kebijakan rasis / diskriminasi thdp pribumi/islam oleh konglo etnis cina tdk hanya terkait karir, gaji dan kesempatan utk maju 61. Tetapi juga terkait hal lain: keterbukaan dan dukungan jaringan, pasar, modal, dan seterusnya. Etnis cina ‘menjajah’ pribumi selama ini 62. Setelah etnis cina ratusan tahun mendominasi, menguasi, mengendalikan (Hegemoni) sektor ekonomi RI kini mereka mau berdaulat di RI 63. Penguasaan/pengendalian 80% - 90% ekonomi RI = penumpukan modal, harta benda dan kekayaan sekitar 90% pada 5% WNI etnis cina 64. Dari 5% atau 12 juta jiwa etnis Cina itu, memang HANYA SEGELINTIR yg ambisi, nafsu, kebelet ingin KUASAI dan BERDAULAT di Indonesia 65. Meski segelintir dari 12 juta etnis Cina yg mau merebut pengendalian total atas Indonesia scra politik, dukungan tionghoa sangat nyata 66. Hny organisasi tionghoa INTI yg secara terbuka tdk setuju dgn rencana komunitas cina Indonesia merebut kendali politik dan kedaulatan RI 67. Mayoritas komunitas cina Indonesia terutama konglomerat2 hitam cina mendukung dan ikut terlibat aktif rencana “penjajahan” cina thdp RI 68. Mayoritas mereka membantu uang, jaringan, media, sumber daya dll utk mewujudkan rencana besar antony salim, james riady cs ‘menjajah’ RI 69. Setelah meraih dan menikmati hegemoni ekonomi atau memperoleh kekayaan luar biasa, secara otomatis atau dengan sendirinya, … 70. Komunitas etnis cina Indonesia menginginkan tahta atau kekuasaan sejati sbg pengendali/penguasa kedaulatan negara / kekuasaan politik 71. Perebutan kedaulatan negara oleh komunitas cina tersebut secara hukum dimungkinkan dgn penghapusan seluruh ketentuan UU yg ada dulu 72. Ketentuan pada Konstitusi dan seluruh peraturan perUUan yg sebelumnya mnjdi penghalang etnis cina utk berkuasa mutlak di RI sdh dihapus 73. Komunitas Etnis cina Indonesia sangat sadar bahwa mereka bisa dengan mudah menjadi penguasa dan pengendali negara Republik Indonesia. 74. Mudah bagi komunitas etnis cina merebut dan menjadi pemegang kedaulatan negara RI dengan menggunakan kekayaan mereka yang luar biasa. 75. Semua sektor usaha / industri, termasuk industri media massa didominasi dan dikendalikan sepenuhnya oleh etnis cina 76. Konglo2 /etnis cina mudah merekayasa & membangun opini, membentuk persepsi, mengarahkan pilihan dan keputusan rakyat (pemilih) Indonesia 76. Konglo2 /etnis cina mudah merekayasa & membangun opini, membentuk persepsi, mengarahkan pilihan dan keputusan rakyat (pemilih) Indonesia 77. Mudah bagi komunitas etnis cina memenangkan tokoh atau figur yg telah dipersiapkan komunitas cina Indonesia sebagai proxy atau boneka 78. Mudah bagi komunitas etnis cari proxy, boneka, dummy, budak, antek, cecunguk dan sejenisnya utk ‘dijual’ ke rakyat RI selaku presiden, 79. .. wakil presiden dan pejabat2 tinggi strategis lainnya. Fenomena Jokowi, Ahok, Dahlan Iskan dan Hary Tanoe adalah contoh faktualnya 80. Jokowi Ahok Dahlan yang kita saksikan pada hari ini adalah gambaran nyata keberhasilan dari upaya & rencana etnis cina untuk berkuasa, 81. Jika rencana mafia Tionghoa ini berhasil, lewat tokoh2 boneka inilah mereka mengendalikan kekuasaan dan kedaulatan di negara ini 82. Hanya masalah waktu saja yang kini jd konsen utama bagi etnis cina utk mengendalikan & berdaulat penuh secara politik secara langsung 83. Jika rencana mrka brhasil, dipastikan dlm waktu dekat kekuasaan dan kedaulatan RI akan dipegang langsung tokoh atau figur etnis cina 84. Berkuasa & berdaulat secara politik tnp melalui proxy atau boneka seperti Jokowi dan Dahlan Iskan. Tapi akan lgsg dipegang ahok & tanoe (Menpora Janji Tidak Halangi KPK Ungkap Hambalang) http://matanews.com/2014/02/14/menpora-janji-tidak-halangi-kpk-ungkap-hambalang/

Selasa, 14 Januari 2014

Marzuki Alie: SBY Sayang Anas Urbaningrum

Senin, 13 Januari 2014 | 15:38 WIB


Jakarta , KOMPAS.com - Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie mengaku bingung dengan tindakan dan pernyataan yang disampaikan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, yang kerap menyinggung nama Susilo Bambang Yudhoyono. Anas kini ditahan di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. 

Marzuki mengungkapkan, SBY sudah menyiapkan masa depan untuk mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) itu.

"Kami semua sebenarnya sayang sama Anas. Pak SBY, Pak Hadi Utomo, dan saya sayang dengan Anas. Tapi, kami enggak tahu cara berpikir dia sampai akhirnya seperti ini," ujar Marzuki di Kompleks Parlemen, Senin (13/1/2014). 

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESKetua DPR RI Marzuki Alie saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Senin (6/1/2014).
Marzuki mengisahkan, saat Anas menyelesaikan tugasnya sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum, diatidak mempunyai pekerjaan. Akhirnya, lanjut Marzuki, Ketua Umum DPP Partai Demokrat saat itu, Hadi Utomo, meminta Anas diberikan kendaraan pribadi dan uang bulanan. 

"Dulu, saya ini Sekjen,tapi tidak terima uang saku atau dikasih kendaraan. Apa kurang baiknya Demokrat sama Anas," ujar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu. 

Marzuki menambahkan,  setiap kali ada acara Demokrat, Anas juga selalu ditonjolkan. SBY, sebut Marzuki, juga sudah menyiapkan masa depan dan posisi bagi Anas. 

"Jadi Anas itu ditampilkan dan dibesarkan betul Partai Demokrat. Itu fakta sejarah. Saya enggak tahu dia kenapa bisa berubah seperti sekarang, saya tidak paham," katanya.

Saat ditanya soal kemungkinan Anas kembali menyeret nama SBY dalam perkara Hambalang, Marzuki mengaku tak terlalu yakin. "Kalau dia nyanyikan berarti dia pemain juga. Saya yakin dia bukan pemain, hanya kalau terseret saya yakin, iya," ujar Marzuki.

Anas ditahan

Anas ditahan KPK pada Jumat (10/1/2014) lalu, dalam perkara kasus korupsi proyek Hambalang dan proyek lain. Ia ditahan setelah diperiksa selama 4 jam oleh penyidik KPK. Usai diperiksa, Anas langsung ditahan. Saat keluar dari gedung KPK dengan menggunakan rompi tahanan, Anas sempat mengucapkan terima kasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

"Terima kasih kepada Pak SBY. Mudah-mudahan peristiwa ini mempunyai arti dan makna, dan menjadi hadiah tahun baru 2014," kata Anas di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/1/2014). 

Anas juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua KPK Abraham Samad yang menandatangani surat penahanannya serta penyidik KPK, Endang Tarsa dan Bambang Sukoco, yang memeriksanya. 

Terkait proyek Hambalang, KPK tak hanya menetapkan Anas sebagai tersangka. KPK juga menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka, tetapi dengan sangkaan berbeda, yakni melakukan penyalahgunaan kewenangan terkait proyek Hambalang. Keempat orang itu adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar, Direktur PT Dutasari Citralaras Mahfud Suroso, dan mantan petinggi PT Adhi Karya Teuku Bagus Muhammad Noor.

Selasa, 31 Desember 2013

REFLEKSI 2013: DARI DEMOKRASI PROSEDURAL KE SUBSTANSIAL

SUARA MERDEKA – Minggu, 29 Desember 2013
  • Oleh A Zaini Bisri
  • TAHUN 2013 sebentar lagi kita tinggalkan. Kasus terakhir yang sedang menjadi perhatian publik di negeri ini adalah proses hukum terhadap Gubernur Ban­ten Ratu Atut Chosiyah, tersangka suap terhadap mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Moch­tar, dalam sengketa Pilka­da Lebak dan kasus ko­rupsi alat kesehatan di Banten.
    Artinya, korupsi tetap mendominasi wacana publik hingga penghujung tahun. Subjek­nya adalah kepala daerah. Se­bagai pe­rempuan gubernur per­tama diIndonesia, Ratu Atut sekaligus menjadi perempuan gubernur pertama yang ter­sangkut ma­salah hukum. Dia simbol da­ri sebuah dinasti ke­kuasaan di era demokrasi dan juga bagian dari salah satu kekuatan politik di negeri ini, yaitu Partai Golkar.
    Kasus Atut melengkapi daftar 311 kepala daerah yang terjerat korupsi baik sebagai tersangka, terdakwa maupun terpidana, sejak pemilihan kepala daerah secara langsung digelar kali pertama pada 2005.
    Data tersebut membuktikan ke­benaran sinyalemen bahwa tran­sisi menuju pemilihan umum secara demokratis itu mu­dah. Banyak negara yang men­catat kisah sukses. Na­mun, konsolidasi demokrasi ada­lah sesuatu yang sulit. Ba­nyak ne­gara demokrasi baru yang tidak berhasil dalam pe­ne­gakan hu­kum (rule of law). Itulah yang di­nyatakan Francis Fu­kuyama da­lam artikel ”Tran­si­tions to the Rule of Law” (Jour­nal of Demo­cracy, Januari 2010).
    Kesimpulan Fukuyama, guru besar ilmu politik yang terkenal lewat bukunya The End of His­to­ry and the Last Man (1992), tam­paknya berlaku juga bagi Indonesia.
    Problem utama konsolidasi demokrasi di negeri ini adalah penegakan hukum. Ka­re­na itu, Indonesia sering di­gam­barkan sebagai ”negara de­mokrasi tanpa hukum”.
    Ketiadaan penegakan hu­kum membuat rakyat hidup se­maunya. Tidak ada tertibsosial. Norma dan etika diabaikan. Li­hat­lah lalu lintas di jalan raya se­bagai cermin kehidupan sosial. Undang-undang mengatur bah­wa kendaraan yang berja­lan lebih lambat mengambil ja­lur kiri.
    Namun, lihatlah, truk-truk dan sepeda motor yang ber­jalan di jalur tengah atau ka­nan. Bila diingatkan, mereka bu­kannya berterima kasih tapi cenderung melawan (Jawa: mokong).
    Hilang Kepercayaan
    Suasana kehidupan sehari-hari di negeri ini cenderung men­cerminkan suatu tatanan tan­pa aturan dan pemimpin. Se­tiap orang merasa memiliki ke­bebasan untuk bertindak tanpa memedulikan aturan dan etika. Pengendara mobil selalu di­anggap lebih kaya dan berpendidikan.
    Tapi, di banyak loket jalan tol, kita saksikan pengendara mobil seenaknya membuang karcis tol ke jalan.
    Di negeri seperti Inggris, negara dengan sedikit hukum tertulis, orang yang melanggar hukum (tertulis atau konvensi) akan merasa malu karena bakal dicap sebagai insan yang tidak beradab. Di negeri ini, orang cenderung bangga kalau bisa melanggar hukum.
    Sebagian besar penyebab timbulnya tatanan mobocracy (de­mokrasi gerombolan) ini ada­lah hilangnya kepercayaan rakyat terhadap elite politik. Rak­yat kehilangan figur yang bisa diteladani.
    Di lain pihak, rak­yat juga ma­sih bersikap am­bivalen terhadap pelanggar hu­kum. Kan­didat kepala daerah yang main politik uang tetap di­pilih, karena mereka tahu calon lain belum tentu bisa dipercaya.
    Salahkah sistem pilkada lang­sung? Itulah kesimpulan ter­buru-buru Kementerian Da­lam Negeri, sehingga mengajukan usulan pilkada melalui DPRD dalam RUU Pilkada.
    Se­jatinya, bukan sistemnya yang salah, akan tetapi sistem itu diciptakan tanpa jaminan penegakan hu­kum. Terhukum da­lam sengketa pilkada selalu ha­nya me­nyang­kut person atau mekanisme teknis, bukan lembaga politik.
    Selama pilkada dibiarkan tan­pa dasar hukum yang kuat dan aplikatif, maka pemilu ke­pala daerah hanya perhelatan demo­krasi prosedural yang ti­dak menjamin kualitas kepala daerah.
    Saatnya semua orang ber­pikir untuk memperbaiki proses pemilihan pemimpin yang fair, sehingga tercipta demo­krasi yang substansial.
    Demokrasi substansial menilik pemilu dari sisi prosesnya, bukan hasil. Proses yang mam­pu melahirkan pemimpin mela­yani, bukan yang sekadar me­ngejar kekuasaan. Dalam istilah Max Weber, pemimpin yang will to serve, bukan will to po­wer. Perbaikan proses ini penting menghadapi 2014 sebagai tahun politik. (87)

Kamis, 28 November 2013

Indonesia akan hubungi Edward Snowden soal penyadapan Australia


Reporter : Dwi Zain Musofa | Senin, 25 November 2013 17:55
Merdeka.com - Pemerintah Indonesia dikabarkan akan segera bertemu dengan Edward Snowden sebagai langkah mencari penjelasan terkait isu penyadapan yang dilakukan oleh Australia. Dilansir Softpedia (23/11), nantinya pemerintah Indonesia melalui perwakilan dari DPR RI akan mencari kebenaran terkait penyadapan Australia kepada sosok wistle blower yang membuka kasus penyadapan negara Amerika Serikat kepada negara Brasil dan Jerman serta penyadapan Australia ke Indonesia. Berdasarkan lansiran tersebut, diketahui jika pihak Rusia selaku negara di mana Snowden berada saat ini telah menyetujui rencana Indonesia untuk bertemu Snowden. Hal ini disampaikan langsung oleh Pimpinan Parlemen Rusia, Nikolai Levichec yang dikabarkan mengunjungi Jakarta pada pekan lalu. Nantinya dari pertemuan ini diharapkan dapat diketahui kejelasan tentang penyadapan yang dilakukan oleh Australia terhadap Indonesia yang telah sedikit banyaknya merusak hubungan kedua negara tetangga ini. Edward Snowden sendiri merupakan sosok yang pertama kali dikenal sebagai pembongkar informasi kegiatan penyadapan oleh Amerika Serikat ke beberapa negara melalui organisasi NSA (National Security Agency) baik melalui jaringan telekomunikasi maupun akses internet seperti layanan email dan jejaring sosial. [dzm]

Rabu, 13 November 2013

Surat Pegawai KPK Sebut SBY Terima Aliran Dana Pilpres

TRIBUNnews.com –  2 jam 46 menit lalu


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sebuah surat yang menyebutkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima aliran dana Pemilihan Presiden 2009. Namun tidak disebutkan aliran dana tersebut berasal darimana.    
Ma'mun Murod, Juru Bicara Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), mengatakan surat tersebut berasal dari seorang pegawai KPK kepada Anas Urbaningrum yang isinya menyebutkan, bahwa dalam BAP Nazaruddin tersebut nama Susilo Bambang Yudhoyono
"Pada mulanya surat ini tidak akan pernah disampaikan oleh Mas Anas, karena surat ini rahasia tapi tenyata kemudian digeledah ditemukan KPK dan kemudian surat ini dibawa KPK, maka kami merasa penting surat ini harus dibacakan secara utuh," ujar juru bicara PPI, Ma'mun Murod.
Berikut isi surat yang disita KPK berdasarkan yang dibacakan Ma'mun Murod di kediaman Anas, Selasa (12/11/2013) malam.
"Kepada yth bapak Anas urbaningrum di tempat, sebelumnya saya mohon maaf dengan surat ini dan untuk kebaikan saya dan menjaga kerahasiaan ini maaf saya tidak menyebut ID saya yang sebenarnya. Saya adalah pegawai biasa di KPK.
Pak anas yang lugu dan polos, politik itu memang benar sadis dan tidak ada hati nurani. Teman, kerabat, tidak heran kalau itu musuh dan lawan politik. Termasuk Pak Anas adalah korban politik dari petinggi-petinggi di internal sendiri (tentu dimaksud adalah petinggi demokrat, 'kutipan Ma'mun') dan dibalik ini semua adalah Pak SBY dengan kroni-kroninya.
Masalah bocor sprindik saya tersenyum tapi hati saya terluka. Pak Anas, saya adalah pengagum Pak Anas,  dan dibelakang Pak Anas banyak yang support, dan kita siap mendukung perlawanan politik ini. Termasuk mahasiswa, kita sudah mulai gagas agar kebenaran itu siap kita dukung.
Pak Anas, ada hal yang penting saya informasikan. Di KPK itu ada surat pemeriksaan bendahara demokrat Nazarudin. Dalam BAP tersebut, Nazarudin melaporkan, di mana Pak SBY menerima dana untuk kampanye Pilpres 2009.
BAP tersebut sudah ditandatangani Nazarudin. Tapi, sampai sekarang ini, tidak pernah diangkat KPK. Dan tidak langsung diteruskan, sampai sekarang. Mungkin nanti bisa saya kasih soft copynya, ke Pak Anas.
Mungkin ini bisa sebagai amunisi perlawanan politik buat Bapak. Demikian surat ini saya buat sebagai bentuk pendukung dan pengagum Pak Anas. Akhir kata saya ucapkan maju terus, kebenaran pasti terungkap."
Di bawah pernyataan tersebut ada nomor handphone di pengirim surat, namun untuk tujuan kerahasiaan tidak disebutkan oleh Ma'mun. Menurut Ma'mun isi surat tersebut membuktikan bagaimana KPK telah bertindak tebang pilih dan tidak proporsional dalam melakukan pemberantasan korupsi.
Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2013/02/cara-menambahkan-widget-baru-di-sebelah.html#ixzz2O8AYOBCu